Beranda ›› Foto & Video ›› Kepsek SDN 152993 Tapian Nauli Sunat Dana BSM

Kepsek SDN 152993 Tapian Nauli Sunat Dana BSM

Sibolga, suarasumut.com – Oknum Kepala Sekolah Dasar Negeri 152993 Tapian Nauli IIIa, Redana Aritonang, A,Mapd, dituding melakukan Pemotongan Dana BSM siswa sebesar Rp.60 ribu , dari setiap siswanya saat Dana BSM tersebut dikucurkan pada bulan juni 2014 lalu.

Dalih Redana Aritonang melakukan”penyunatan” Dana BSM tersebut dari siswanya sebanyak 115 orang adalah untuk ongkos dan uang makan mereka saat pengurusan pencairan BSM tersebut.

Ironisnya, meski Redana Aritonang, Amapd, mengetahui dengan sangat jelas mata pencarian para orang tua anak didiknya tersebut hanya bertani, penyadap getah dan juga buruh bangunan, namun Redana malah nekat melakukan tindakan tidak terpuji tersebut, seperti yang dialami tiga orang siswanya yang masih kakak beradik di sekolah itu tetap saja Dia (Redana-red) memaksakan kepada ketiga orang tua siswanya itu agar tetap memberikan Rp.60 ribu, dari masing-masing siswanya.

Tindakan Redana itu diketahui, setelah Ampera Panjaitan yang merupakan salah seorang warga kecamatan Tapian Nauli menceritakan langsung kepada wartawan pada kamis(07/08), tentang hal yang dilakukan oleh Redana oknum Kepala SD N 152993, kepada wartawan Ampera menuturkan, di SD N 152993 Tapian Nauli IIIa, kurang lebih 115 orang siswa penerima BSM (Bantuan Siswa Miskin) bulan juni lalu dikenakan potongan sebesar Rp.60 ribu, yang dilakukan oleh oknum kepala sekolahnya,” Jelas Ampera menuturkan.

“Oknum kepala sekolah melakukan pemotongan BSM tersebut dengan alasan untuk perongkosan dan uang makan mereka saat pengurusan pencairan BSM”, lanjutnya.

“ Hal yang paling membuat kita sangat miris, kepala sekolahnya mengetahui denga jelas apa yang menjadi pekerjaan para orang tua muridnya, ada yang hanya penyadap karet, buruh tani dan kuli bangunan, bukasnnya malah membantu para orang tua siswa memperingan beban biaya sekolah anaknya tapi malah dipaksa untuk memberikan sebanyak Rp.60 ribu, dan ironisnya ada tiga orang siswanya yang merupakan kakak beradik di sekolah itu juga BSM nya tetap dipotong Rp.60 ribu, meskipun orang tua dari masing-masing siswa itu sepakat memberikan uang untuk keperluan seperti yang disebut Redana hanya mampu memberikan Rp.25.000, namun oleh redana tetap memaksa”, sambung Ampera.

Lebih lanjut, Ampera mengatakan, Para orang tua siswa sudah sepakat unutk melaporkan hal ini kepada pihak berwajib, melalui bantuan LSM agar Redana mempertanggung jawabkan tindakannya yang dinilai tidak manusiawi dan hanya mementingkan diri sendiri, kemarin para orang tua siswa yang anaknya menerima BSM sudah banyak yang memberikan surat pernyataan tentang pemotongan itu, mereka saya dampingi lansung saat penyerahannya kepada salah satu LSM yang mendampingi mereka”, tandasnya.

Kepala SDN IIIa, Redana Aritonang,A,Mapd ketika dicoba untuk dikonfirmasi langsung ditempat kerjanya pada jum’at(08/08) namun tidak berada disekolah, oleh beberapa guru yang berhasil ditemui di sekolah tersebut kepada wartawan mengatakan bahwa pimpinan mereka sedang tidak berada di sekolah karena sedang mengikuti Adpel rutin di kantor Camat Tapian Nauli, namun ketika dicoba dihubungi melalui selulernya sekitar pukul 11:30 juga sedang tidak aktif.

Sementara itu, Kepala UPT (Unit Pelaksana Teknis) Dinas Pendidikan Kecamatan tapian nauli, Asmawati, Spd, saat dikonfirmasi diruang kerjanya, kepada wartawan mengaku sudah mengetahui tentang pemotongan BSM yang dilakukan oleh Redana, Asmawati mengatakan, Saya sudah tahu tentang pemotongan itu, tapi sampai sekarang belum ada satu pun orang tua siswa yang datang melaporkan langsung ke saya, saat saya tanya alasan pemotongan itu dilakukan oleh Redana memang mengaku untuk perongkosan dan uang makan saat pengurusan,” jawabnya.

Namun ketika ditanya tentang tindakan yang akan dilakukannya terhadap oknum kepala sekolah yang berada dibawah kewenangannya itu, dan meski sudah mengatahui tentang pemotongan BSM tersebut Asmawati malah berkilah seperti melindungi, bagaimana saya mau menindak sementara tidak ada orang tua siswa yang melapor lansung kesaya, kalau ke Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Tengah sudah saya laporkan, tapi masih secara lisan,”kilahnya.(fs/ss/sb)

Lihat Juga

Wakil Bupati Labusel Lepas Pawai Takbir Kendaraan Hias Idul Adha 1440 H/2019 M

Labusel | suarasumut.com –  Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) mengelar Pawai Takbir Hari Raya Idul …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.