Beranda ›› Headline ›› “Kencing” CPO Kembali Marak Di Labusel

“Kencing” CPO Kembali Marak Di Labusel

Labusel, suarasumut.com – Meresahkan, lokasi penampungan ‘kencing’ Crude Palm Oil (CPO) yang memaksa sejumlah sopir truck tangki untuk berhenti dengan menggunakan gaya preman kembali marak di Kecamatan Torgamba Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel).

Tak jarang, tindakan ‘premanisme tembak ditempat’ yang telah menjadi atensi Kapoldasu Irjen Polisi Drs. Eko Hadi Sutedjo itupun menjadi keluhan sejumlah sopir yang melintas di wilayah penampungan CPO tersebut.

“Kalau gak berhenti kaca truk kami dilempar bang, dan ada juga yang berpangkas cepak menakut-nakuti disitu bang, tapi kenapa Polisi tidak melakukan penindakan? Mungkin enggak tau mereka ya bang,”ungkap H (42) salah seorang sopir truck tangki yang menolak namanya dipublikasikan karena takut, Minggu (19/4).

Ketika disinggung, dimana dirinya sering distop, H mengakui dirinya sejak sebulan ini sudah 2 kali diberhentikan di wilayah Polsek Torgamba persisnya di daerah Kandang Motor yang tidak jauh dari Mapolsek setempat.

“Di daerah kandang motor, sudah 2 kali di stop, orang itu mainnya layar tancap bang, pindah- pindah,” sebutnya kembali seraya meminta nomor plat truck tangki yang dikendarainya tidak dikorankan karena masih merasa takut.

Terpisah, M. Harahap salah seorang warga Labusel, mengakui pernah melihat kerumunan orang dilokasi tersebut, akan tetapi dirinya tidak mengetahui persis kegiatan apa yang dilakukan dilokasi itu.

“Ooo.. Berarti yang kalo sore dan malam banyak truck tangki di warung itu berarti kencing CPO lah itu ya?. Memang beberapa bulan ini kandang motor itu rame terus,”ungkap Harahap ketika ditanyai wartawan di RM Nusantara Kotapinang, Sabtu (18/4).

Informasi yang dihimpun Wartawan, lokasi penampungan CPO ilegal itu sudah ada sejak tahun 2013 lalu, dan sempat berhenti dipertengahan tahun 2014, karena oknum mafia berinisial UR ditangkap polisi karena diduga kasus penampungan CPO ilegal dan kasus penggelapan.

Uniknya, tanpa menjalani proses persidangan, UR dikeluarkan dan kembali melakoni usaha ‘kencing’ CPO tersebut hingga kini.

Kapolres Labuhanbatu AKBP Teguh Yuswardhie,SIK,MH ketika dikonfirmasi Wartawan terkait diduga kembali maraknya lokasi kencing CPO di wilayah Polsek Torgamba, mengatakan akan melakukan penyelidikan. “Untuk info maraknya kencing CPO, terimakasih infonya akan saya perintahkan serse lidik, bila benar akan kami tindak sesuai aturan hukum,”jawab Teguh melalui pesan singkat.

Disinggung bahwa pelaku UR yang disebut- sebut sebagai big bos tempat penampungan itu pernah ditangkap pihaknya, mantan Kanit IV ditreskrimsus Poldasu ini membenarkan tanpa menjelaskan ada keterkaitan usaha CPO ilegal dimaksud. “Terkait kasus UR terdahulu berkaitan dengan kasus penggelapan, pelapor dan korban sudah mencabut pengaduannya sehingga perkaranya kami hentikan,” ungkap Teguh.(ao/ss/rp)

Lihat Juga

Danramil 09/Sirombu Turut Sukseskan Program KB Manunggal

Nias Barat | suarasumut.com  –  Beberapa tahun belakangan pemerintah melibatkan TNI dalam mensukseskan program KB …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.