Beranda ›› Kabar Sumut ›› Dairi ›› Kejari Sidikalang Belum Berani Tahan Tersangka Kapal Pesiar

Kejari Sidikalang Belum Berani Tahan Tersangka Kapal Pesiar

Sidikalang, suarasumut.com – Kepala Kejaksaan Negeri Sidikalang melalui Kasipidus Fernando Simbolon,SH,MH belum berani memastikan kapan tersangka Kapal Pesiar ditahan.

“Saya belum berani bilang itu juga,” kata pria yang akrab disapa Simbolon Muda, Jumat (10/10).

Sebab, ujar dia, penahanan itu bisa dilakukan setelah penyidik Kejaksaan merampungkan proses pemeriksaan. “Setelah pemeriksaan penyidik akan melakukan diskusi, dan apa yang diusulkan penyidik akan didiskusikan pimpinan,” katanya.
Terserah apa kata orang tentang kinerja Kejaksaan ini yang pasti tidak lama lagi para tersangka akan kita tahan, dan saya tidak main-main akan hal ini,’’tegas Fernando

Sekedar diketahui sudah 4 tahun ditangani Kejaksaan Negeri Sidikalang, kasus dugaan Korupsi Pengadaan Kapal Pesiar di Dinas Kebudayaan, Pariwisata pemuda dan Olahraga Kabupaten Dairi tahun 2008 tak kunjung selesai. Hingga kini pihak penyidik sudah menetapkan 4 tersangka yakni Pardamean Silalahi mantan Kepala Dinas Parawisata Pemuda dan Olah raga selaku Kuasa Pengguna Anggaran, Naik Kaloko sebagai Pejabat Pembuat Komitmen, Naik Capah Ketua Pemeriksa Barang serta pihak rekanan Nora Butar-butar.

Informasi yang dihimpun sebelumnya rekanan pengadaan kapal pesiar Nora Br Butar butar, sempat ditahan di LP Sidikalang pada tahun 2009 lalu. Kemudian tersangka diketahui melarikan diri saat menjalani operasi tumor di RSU H Adamalik Medan. Saat itu mantan Kajari Sidikalang Saut Simanjuntak,SH merekomendasikan Nora untuk operasi tumor ke RSU H Adam Malik di Medan, karena sebelumnya tersangka Nora ditolak oleh RSUD Sidikalang dengan alasan tidak sanggup melakukan operasi tumor. Saat itu lah Nora dikabarkan menghilang dan Hingga saat ini Nora masih dalam pencarian dan berstatus DPO.

Sebelumnya Naik Capah saat dikonfirmasi mengaku merasa keberatan dengan status dirinya sebagai tersangka pada kasus itu. Dikatakan Capah kalau dalam kasus itu pemerintah adalah pihak yang dirugikan. “Sebenarnya kami tidak terima jadi tersangka karena kami pihak pelapor terkait kasus itu” kata Capah di kantornya Jl. Sisingamangaraja Sidikalang, (15/9).

Capah juga mengaku kalau dirinya di periksa oleh pihak penyidik pada tahun 2011 lalu. Seluruh berkas Dokumen asli juga sudah disita oleh pihak penyidik. Hingga saat ini ia mengaku merasa waswas karena statusnya masih tersangka dan perkaranya tak kunjung selesai.(vd/ss/dr)

Lihat Juga

PD Gerakan Pemuda Alwashliyah Labusel Dilantik

Labusel | suarasumut.com  –  Pengurus Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Alwashliyah (GPA) Kabupaten Labuhanbatu Selatan dilantik …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.