Beranda ›› Headline ›› Kejari Rantauprapat Hanya ‘Gertak Sambal’ Periksa Pejabat Yang Korupsi?

Kejari Rantauprapat Hanya ‘Gertak Sambal’ Periksa Pejabat Yang Korupsi?

Rantauprapat, suarasumut.com – Menyoal banyaknya kasus dugaan korupsi yang ditagani Kejari Rantauprapat ditiga Kabupaten Labuhanbatu raya ini membuat sejumlah elemen masyarakat bertanya-tanya siapa yang menjadi tersangka atas banyaknya yang terperiksa, sehingga diduga Kejari hanya ‘gertak sambal’ memeriksa oknum pejabat yang diduga melakukan tindak pidana korupsi. Karena, banyaknya pejabat yang diperiksa soal dugaan korupsi hingga sampai saat ini belum ada keteragan secara resmi dari intansi berlogo timbangan itu siapa pejabat yang menjadi tersangka yang diungkap dalam kasus dugaan korupsi.

Padahal, dalam melakukan pemeriksaan yang dilakukan pihak kejari hingga sampai malam hari. “Macam sudah pasar malam lah kantor kejari kalau sudah periksa soal dugaan korupsi,seperti pejabat Oknum Kadis Pasar,Oknum Kadis Perikanan dan Kelautan, oknum Kadis Kehutanan, dan oknum Kadis Pendidikan beserta bawahannya, tapi hingga sampai saat ini belum ada siapa diantara mereka jadi tersangka,”kata WY salah seorang warga Rantauprapat (1/7) pada suarasumut.com.

Sementara itu Kasi Intel Kejari Rantauprapat Erfan Effendi Yudi Arianto saat dikonfirmasi suarasumut.com diruang kerjanya mengatakan kalau pihaknya belum bisa memberikan keterangan secara resmi siapa-siapa saja yang menjadi tersangka dalam dugaan kasus korupsi.

Tapi kata Erfan, pihaknya berjanji akan memaparkan hasil kinerja mereka selama ini pada wartawan untuk dikomsumsi publik jika sabar dalam mengemban informasi dari pihaknya. “Bisa sabarkan, kalau mau tahu nanti siapa-siapa saja yang sudah jadi tersangka dihari ulang tahun Adyaksa disitulah kita buka semuanya,”kata Erfan pada suarasumut.com.

Namun kata dia, sebagian kecil ia dapat merincikan ada beberapa dinas ditiga Kabupaten Raya ini yang sudah menjadi tingkat penyedikan yaitu Labuhanbatu 1 dinas dengan surat perintah 2, Labuhanbatu Selatan 1 dengan surat perintah 1 dan Labuhanbatu Utara 3 degan surat perintah penyidikan 1, namun, dari penyidikan tersebut, lanjutnya, belum bisa kita jelaskan siapa-siapa saja yang menjadi tersangka, tapi 22 Juli nanti akan dibuka secara resmi siapa saja yang akan menjadi tersangka atas kasus dugaan korupsi tersebut.

Disinggung,dalam pemeriksaan pada Kasek yang berlangsung beberapa hari ini dilakukan pihaknya apakah anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2011 atau DAK 2014 Efran tidak memberikan jawaban yang pasti atas pertanyaan tersebut.

“Belum bisa kita kasi tau, bisa 2011 bisa 2014 bisa juga 2011-2014 jadi belum bisa dikasi tahu, takutnya saya melanggar SOP,”kilah Efran.

Untuk diketahui, Tim Pidsus kejari Rantauprapat telah melakukan pemeriksaan terhadap Kadisdik, mantan Kadisdik dan PPK dinas pendidikan Labuhanbatu pada bulan april 2015 yang lalu.

Saat itu, Kajari Rantauprapat Hermon Dekristo melalui Kasi Intel Kejari Rantauprapat AP Frianto Naibaho ketika dikonfirmasi, Minggu (19/4) lalu mengatakan, pemanggilan terhadap dua PPK Disdik Labuhanbatu tersebut, terkait permintaan surat dari Kejagung melalui Kejatisu dan diteruskan ke Kejari Rantauprapat, terkait DAK 2014 tentang pendistribusian dan pengawasan buku pada seluruh daerah/kabupaten kota di seluruh Indonesia.

“Mereka kita panggil hanya untuk meminta data DAK 2014, sesuai dengan permintaan dari Kejagung melalui Kejati dan diteruskan ke Kejari. Bukan masalah pemeriksaan kasus dugaan korupsi DAK 2011 yang saat ini ditangani pidsus,”ucapnya.(ab/ss/rp)

Lihat Juga

PD Gerakan Pemuda Alwashliyah Labusel Dilantik

Labusel | suarasumut.com  –  Pengurus Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Alwashliyah (GPA) Kabupaten Labuhanbatu Selatan dilantik …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.