Beranda ›› Headline ›› Kejari Rantauparapat Bantah Lindungi Aktor Utama Dalam Kasus Pengadaan Kapal Dan Alat Tangkap Ikan

Kejari Rantauparapat Bantah Lindungi Aktor Utama Dalam Kasus Pengadaan Kapal Dan Alat Tangkap Ikan

Rantauprapat, suarasumut.com  –  Kejaksaan Negeri (Kejari) Rantauprapat menampik jika disebut-sebut melindungi
oknum tertentu dalam melakukan pengusutan kasus korupsi penglembungan(mark-up) pengadaan 10 Kapal nelayan 5 GT dan alat tangkap ikan yang merugikan negara sebesar Rp380 juta.

Kejaksaan mengklaim berkomitmen terhadap penuntasan kasus korupsi dan tidak melindungi siapa pun dalam penyidikan kasus yang melibatkan seorang buruh serabutan yang tidak bisa membaca dan menulis. “Kami tidak bisa sembarangan menetapkan seseorang tanpa alat bukti yang jelas,” ujar Kasintel Kejari Rantauprapat Erfan Efendi, Kamis (30/7) siang.

Menurutnya, komitmen itu terbukti dengan menetapkan 2 (dua) tersangka dan menahan EM dan OG. Jikalau terkesan tebang pilih dalam penyidikan kasus ini. Kata Efran, kejaksaan mengaku kapasitasnya masih terbatas. “Kewenangan penyidik kejaksaan masih terbatas. Proses penyidikan kejaksaan masih tergantung Tim Pidana Khusus (Pidsus),dari alat bukti dan fakta-fakta yang ada. Kita tidak abu-abu dalam menagani kasus korupsi. Untuk itu perlu waktu mencari siapa yang paling bertangungjawab dalam kasus pengadaan kapal nelayan dan alat ikan ini,”ujarnya.

Kasus korupsi pengadan 10 kapal nelayan 5 GT dan alat tangkap ikan Rp980 juta di Dinas Perikanan dan Kelautan dari dana APBD Kabupaten Labuhanbatu Tahun 2011 menuai banyak keganjilan.

Dimana pada tahun 2005 tersangka Erwin Manurung, buruh serabutan yang juga buta huruf diajak oleh “ML” alias “opung” agar menjadi direktur di CV Namira.

Namun, dari hasil penyelidikan Kejaksaan Rantauprapat tahun 2012 yang lalu. EW dan OG dianggap orang yang paling bertanggungjawab atas kasus korupsi tersebut.

Sementara, kuasa pengguna anggaran (KPA) pada saat itu yang dijabat oleh “NLS” dan “ML” alias “opung” oknum kontraktor tidak dijadikan tersangka hingga sampai saat ini.

Penasehat hukum (PRODEO) Erwinsyah Manurung dan Oston Gultom Kartoyo, SH mengungkapkan kasus ini sengaja dipaksakan, karena Erwin tidak tepat dijadikan tersangka dan aktornya masih ada yang lain,”sebut Kartoyo.(ab/ss/rp)

Lihat Juga

PD Gerakan Pemuda Alwashliyah Labusel Dilantik

Labusel | suarasumut.com  –  Pengurus Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Alwashliyah (GPA) Kabupaten Labuhanbatu Selatan dilantik …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.