Beranda ›› Headline ›› Keberadaan Aset Tapteng Disoal LSM

Keberadaan Aset Tapteng Disoal LSM

Tapteng, suarasumut.com  –  Beredarnya relis pemberitaan yang dilayangkan Carda Hutabarat di dampingi DPD LSM Patriot Indonesia Daftar Pasaribu membuat para awak media ingin mendongkrak keberadaan aset Tapteng. Dalam isi relis menyatakan, bahwa keberadaan aset daerah tidak di publikasikan oleh Zabril Nasution selaku Kepala Dinas Pendapatan Pengelolah Keuangan dan Aset Daerah (PPKAD) di pemerintahan kabupate Tapanuli Tengah (Tapteng).

Daftar menilai dalam relisnya, sangat disayangkan atas kinerja Kadis PPKAD Tapteng dengan tidak terbukanya informasi publik atas tidak adanya balasan surat yang sudah lama di layangkannya. “Kami sangat kesal atas tindakan Zabril Nasution selaku Kadis PPKAD Tapteng yang akan tertutup akan informasi publik sehingga ini kami laporkan ke badan komisi informasi publik dan ini telah berulang kali menyurati kepala daerah tak kunjung dibalas hingga sekarang,” tulis Daftar (13/10) Selasa Kemarin.

Daftar mengungkapkan, padahal sebut pasal 7 ayat 1 dari Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik bahwa pejabat publik wajib menyediakan, memberikan, atau menerbitkan informasi publik yang berada di bawah kewenangannya kepada pemohon informasi publik, selain informasi yang dikecualikan sesuai dengan ketentuan.

“Di ayat 2 saja berbunyi badan publik wajib menyediakan yang akurat, benar dan tidak menyesatkan. Ada apa dengan ini, sehingga adanya permainan lempar bola,” tegas Daftar Pasaribu.

Lebih jauh dikatakan Daftar Pasaribu, dua tahun silam nilai aset Tapteng sangat diragukan. ”Per 31 Desember 2013 dengan nilai Rp 1.361.898.353.299,23 di plot asset pada neraca daerah dengan arti dalam penataan usahaan aset diragukan,” ucapnya.

Hal tersebut kata Daftar, mengingat isi laporan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) di 22 Juli 2014 no.55 A/LMP/XVIII/MDN/07/2014 sebagaimana diungkapkan dalam catatan 523 atas laporan keuangan pemkab Tapteng menyajikan hasil tetap per 31 Desember 2013 dan 2012.

“Dimana disitu terlihat asset tetap sebesar Rp 386.321.904.509,65 tidak dapat ditelusuri alias tidak tau rimbanya dimana,” bebernya.

Masih Daftar, LSM PI akan tetap menelusuri sejauh mana kebenaran informasi tersebut berdasarkan informasi yang di peroleh dari pegiat anti korupsi yang menyatakan bahwa sejumlah aset tetap pemkab Tapteng telah banyak berpindah tangan dan disinyalir penambahan bagian daftar-daftar bagian aset tetap pemkab Tapteng dicantumi nama-nama barang yang bendanya tidak ada.

Menaggapi isi berkas surat yang dilayangkan tersebut Kadis PPKAD Tapteng Drs Zabril Nasution setelah membaca relis mengaku dalam isi surat tersebut bahwa itu tidak ada permainan dan dinyatakan tidak ada masalah sama sekali. “Tidak ada sama sekali yang di korupsikan disitu, semua itu sudah beres,” singkat Zabril terhadap Suarasumut.com saat beranjak pulang.

Carda Hutabarat juga menanggapi atas ungkapan yang disampaikan Kadis PPKAD Tapteng, bahwa yang dinyatakan tidak ada yang di korupsikan. ”Kalau memang betul tidak ada yang di korupsikan, mana data buktinya, kenapa tidak di publikasikan,” tegas pria bertubuh tambun ini.(ph/ss/tt)

Lihat Juga

Bupati Nias Ajak Gelar Turnamen Volly Bina Atlet Nias

Nias | suarasumut.com –  Bupati Nias Drs Sokhiatulo Laoli,MM mengajak semua pihak untuk menggelar turnamen …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.