Beranda ›› Kabar Sumut ›› Dairi ›› Kawasan Hutan Lae Hole Dibabat

Kawasan Hutan Lae Hole Dibabat

Dairi, suarasumut.com – Berawal dari pengambilan kayu di Huta (Kampung) Desa Lae Hole, Kecamatan Parbuluan,Kabupaten Dairi , dengan berkedok kawasan APL(Area Penggunaan Lain), kini kawasan Hutan sicike-cike ikut dirambah alias diluluhlantakkan. tanpa ada pengawasan dari Dinas Kehutanan (Dishut) Kabupaten Dairi. eksploitasi dan pembabatan akan dilakukan untuk areal seluas 22 hektar.

Bahkan aksi perambahan itu seakan – akan berjalan dengan mulus tanpa ada kendala di lapangan, walaupun telah melanggar peraturan pemerintah, dimana saat ini sedang gencarnya mengamankan hutan bersama ekosistem yang berada didalam kawasan hutan lindung.

Pantauan awak media di lokasi, kemarin, terdapat tumpukan balok kayu dalam jumlah cukup besar.Sementara, dari dalam hutan suara mesin chain saw terdengar meraung-raung menumbang berbagai jenis dan ukuran kayu, selain itu satu buah alat berat turut dioperasikan di dalam hutan.

Mardi Sigalingging(38) warga Desa Lae Hole Kayu yang ditumbang diangkut pada malam hari ke salah satu kilang papan milik marga Sagala di bilangan Panji Sidikalang tidak jauh dari makam pahlawan.”Seingat saya, balok dari sini sudah 11 kali diangkut ke shawmill tersebut,”bebernya.

Menurut Mardi masyarakat di Kecamatan Parbuluan mulai resah dengan kegiatan ini, karena mereka sudah mengalami masalah terutama dengan menurunnya debit air secara signifikan.selasa(22/10)

Dia mengatakan, Desa Lae Hole dan Desa Bangun juga daerah lainnya sudah kehilangan sumber air. Pipa air yang dipasang ke sumber mata air dan sekarang sudah tidak lagi dialiri air. Masyarakat juga mengkhawatirkan akan terjadi banjir bandang dan tanah longsor seperti yang pernah terjadi di daerah lain

Sementara, Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Sidikalang, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Olo Simbolon yang dikonfirmasi mengenai areal pembabatan hutan tersebut mengatakan, lokasi yang dibabat bukan bagian kewenangannya, tapi berbatasan langsung dengan Taman Wisata Alam Sicike-cike.

“Ini masih di luar TWA Sicike-cike sehingga pengawasannya merupakan tanggung jawab Dinas Kehutanan Dairi. Meski demikian kita tidak mungkin menutup mata dengan kondisi ini dan sudah berulangkali kita sampaikan kepada Dishut Dairi. Tindakan selanjutnya terserah mereka,”sebutnya.

Tetapi, perusakan hutan tersebut dipastikan akan berdampak luas. Seperti ancaman kekeringan bagi areal persawahan di bagian hilir. Di antaranya persawahan di Lae Hole, Huta Buntul dan daerah Bangun sekitarnya. Kawasan tersebut juga merupakan bagian dari sumber air minum untuk masyarakat hingga ke Kota Sidikalang.

Ditambahkan, banyak hal harus dipertimbangkan kalau hendak mengeksploitasi hutan. Di antaranya dokumen IPKTM yang harus jelas. Kemudian Amdal dari lingkungan hidup, termasuk juga dokumen uji teknis dari badan pertanahan kalau kawasan dimaksud masuk dalam APL.

Kepala Dinas Kehutanan Dairi, Naik Kaloko saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon menyebutkan penebangan sudah memilik izin. Namun, dia mengarahkan agar hal itu ditanyakan kepada Kabid Kehutanan.(vd/ss/dr)

Lihat Juga

Bupati Nias Ajak Gelar Turnamen Volly Bina Atlet Nias

Nias | suarasumut.com –  Bupati Nias Drs Sokhiatulo Laoli,MM mengajak semua pihak untuk menggelar turnamen …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.