Beranda ›› Headline ›› Kasus Penganiayaan Dan Penyekapan, Jaksa Tahan Timur Nainggolan

Kasus Penganiayaan Dan Penyekapan, Jaksa Tahan Timur Nainggolan

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Erikson Marpaung (29) warga Desa Kelapa Sebatang Kecamatan Kualuh Leidong tetap berjuang mencari keadilan atas penganiayaan dan penyekapan dirinya yang dilakukan oleh Prancis Nainggolan dkk bersama Timur Nainggolan.

Sekalipun Erikson Marpaung bersama keluarga sempat kecewa karena kasusnya lama diproses di Polsek Kualuh Hilir, namun setelah dilimpahkan ke Kejari Rantauprapat, akhirnya Erikson dan bersama keluarga merasa memperoleh kepastian hukum, dimana melalui Jaksa Penuntut Umumnya, Timur Nainggolan dan Francis Nainggolan yang merupakan bapak dan anak akhirnya ditahan oleh Jaksa dengan tuduhan melakukan penganiayaan dengan pasal 351 dan Merampas Kemerdekaan orang lain dengan pasal 333 KUHPidana.

” Baru ada kepastian hukum yang saya rasakan setelah Timur Nainggolan dan Francis di tahan,”akunya Erikson.

Namun, Wesly Marpaung (60) selaku orang tua Erikson sangat berharap dan memohon, agar kiranya tidak dilakukan penangguhan kepada si pelaku. Karena menurut Wesly Marpaung, sejak dirinya bersama anaknya melaporkan kejadian ini bulan Juni lalu, pihak kepolisian tidak pernah sama sekali melakukan penahanan terhadap si pelaku. Dan selama ini si pelaku juga terkesan meremehkan hukum dan selalu merasa lebih hebat.

Lanjutnya, pihaknya juga berharap kepada penegak hukum, agar kiranya diproses persidangan peradilan selanjutnya agar hukum tetap ditegakkan seadil-adilnya. ” Kami berharap, agar hukum juga tetap berpihak terhadap masyarakat lemah dan miskin,”harap Wesly.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Martahan Napitupulu,SH yang menangani perkara tersebut belum berhasil dikonfirmasi.

“Pak Martahan jaksanya itu. Coba hubungi beliau,” kata salah satu JPU ketika ditemui di kantor Kejari Rantauprapat.

Untuk diketahui, Peristiwa penganiayaan yang dialami Erikson bermula ketika dirinya memiliki hubungan dagang membeli buah kelapa sawit dengan Prancis Nainggolan. Namun karena kondisi jalan yang rusak parah akhirnya hubungan dagang mereka berhenti.

Merasa tidak senang, Prancis Nainggolan yang merupakan warga Desa Teluk Binjai Kecamatan Kualuh Hilir bersama beberapa temannya mengkoroyok dan menganiya Erikson disalah satu warung di Desa Sei Apung pada hari Minggu 21 Juni 2015 sekira pukul 20.00 Wib.

“Waktu itu saya lagi di warung, Prancis Nainggolan dkk sebanyak 10 orang langsung mengkeroyok saya. Bukan hanya itu, mereka memaksa dan menyeret saya masuk ke mobil truk si Prancis lalu dibawa ke rumah orang tuanya Timur Nainggolan di Desa Teluk Binjai,”terang Erikson.

Ironisnya lagi, setelah tiba di rumah orang tuanya Prancis, dirinya juga disekap dan dikunci dikamar selama tiga hari tiga malam dan hanya dikasih makan satu kali dalam satu hari. Bahkan selama disekap, Erikson juga mengaku tetap dipukuli hingga babak belur hingga wajah dan matanya lembam dan mulutnya pecah dan berdarah.

Mendengar anaknya telah dianiaya dan disekap, Wesly Marpaung  yang merupakan orangtua kandang Erikson langsung melaporkan kejadian ini ke Kantor Polsek Kualuh Hilir di Kelurahan Tanjung Leidong pada hari Selasa, 23 Juni pukul 14.00 Wib dan diterima oleh Aiptu A.M. Rumapea dengan nomor STPL/55/VI/2015/SU/RES LBH/SEK. KL HILIR.

Pada hari itu juga, Kanit Serse Ipda H. Sitinjak bersama anggotanya serta bersama Wesly Marpaung langsung menuju rumah Timur Nainggolan. Ditemui, Erikson sudah lemas dan hampir tidak berdaya.(ab/ss/rp)

Lihat Juga

Bupati Nias Ajak Gelar Turnamen Volly Bina Atlet Nias

Nias | suarasumut.com –  Bupati Nias Drs Sokhiatulo Laoli,MM mengajak semua pihak untuk menggelar turnamen …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.