Beranda ›› Foto & Video ›› Kasus Marukkil Gultom, Keluarga Korban Minta Polisi Tangkap Pelaku Lain

Kasus Marukkil Gultom, Keluarga Korban Minta Polisi Tangkap Pelaku Lain

Rantauprapat | suarasumut.com   Kasus penganiyayaan yang menimpa Melki Butar-butar (30) warga Dusun IV Pulo Angin, Desa Aek Korsik, Kecamatan Aek Kuo Kabupaten Labuhanbatu Utara yang digelar di Pengadilan Negeri Rantauprapat, Kamis (3/3) nampaknya semakin panas.

Pasalnya pelaku penganiyayaan yang dilakukan satu keluarga pelakunya belum semua ditangkap polisi. seperti Nurmala Siburian (istri Marukkil), Dendi Gultom (cucu Marukkil), Kaster Gultom (ayah Dendi), Dame Kristin Gultom (cucu Marukkil) kini masih dibiarkan bebas berkeliaran oleh polisi meski mereka ikut melakukan penganiyaan tersebut.

Menurut keluarga korban, satu keluarga yang menganiaya Melki Butar-butar, satu keluarga semuanya terlapor. “Kenapa mereka tidak ditangkap, padahal mereka juga terlapor soal penganiyayan anak saya, bahkan melenggang di Pengadilan Negeri Rantauprapat ini,”kata Sinta Parulian Manik (55) ibu kandung dari Melki Butarbutar pada sejumlah Wartawan.

Ia berharap, atas tidak ditangkapnya pelaku pengroyokan anaknya itu polisi segera dapat menangkap pelaku lainnya demi tegaknya supremasi hukum yang adil. “Mereka pelaku juga, kenapa tidak ditangkap polisi, anehnya lagi berkasnya terpisah degan kasus yang sama,”terang Sinta.

Kapolsek Aek Natas AKP B Situmeang dikonfirmasi atas hal itu melalui sambungan telepon enggan menjawab.

Sementara pengacara terdakwa Nursiriani,SH ketika dikonfirmasi bahwa istri dari pelaku penganiayaan Melki Butar-butar juga terlapor enggan membantah hal tersebut, namun kata Nursiriani belum di P21 kannya berkas tersebut dikarenakan perkara Marukkil belum selesai.

“Ini kan belum selesai kasusnya jadi belum di P21 kanlah. Dan semua terdakwa kan belum dinyatakan bersalah, mana tahu tidak terbukti. Bahkan mana tahu bisa berdamainya,”ucap Pengacara terdakwa.

Sebelumnya, kasus Marungkil Gultom alias Marukkil Gultom (65) bersama dua anaknya yakni Rahmat Gultom (33) dan Edi Suprapto (27) warga Dusun IV Pulo Angin, Desa Aek Korsik, Kecamatan Aek Kuo Kabupaten Labuhanbatu Utara yang digelar di Pengadilan Negeri Rantauprapat, Kamis (25/2) nampaknya akan mendekam lama dijeruji besi.

Karena, saksi Erwan Syahputra (16) dan Peris Magihot Tua Naibaho alias Peris (40) warga Dusun Enam Pulo Angin Desa Aek Korsik, Kecamatan Aek Kuo, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) membeberkan atas pemukulan yang dilakukan ayah dan anak itu dipersidangan yang di Ketuai Majelis Hakim Dominggus Silaban, dan Hakim Anggota Iqbal Purba, dan Rinaldi.

“Ia pak Majelis, si Marukkil memukul pakai batu kearah bagian lengan kiri korban, sementara itu Rahmat Gultom menunjang rusuk ke sebelah kanan saudara Melki Butarbutar, sedangkan Edi Suprapto juga menunjang rusuk sebelah kanan, Kaster Gultom sambil menarik tangan Melki Butarbutar,”kata Erwan di persidangan.

Selanjutnya, saksi Magihot mengatakan kalau salah satu terdakwa memukulkan batu terhadap korban. “Apa nampak ku gitulah ku bilang pak Hakim, enggak ada ku karang ku tambahi pak Hakim. Yang jelas dipukul salah satu terdakwa pakai batu,”jelas Magihot.(ab/ss/rp)

Lihat Juga

Bupati Nias Ajak Gelar Turnamen Volly Bina Atlet Nias

Nias | suarasumut.com –  Bupati Nias Drs Sokhiatulo Laoli,MM mengajak semua pihak untuk menggelar turnamen …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.