Beranda ›› Kabar Sumut ›› Gunungsitoli ›› Kasus Korupsi Dana Setwan Kota Gunungsitoli Tahun 2012: Istri Tersangka Tuding Pimpinan Dan Sejumlah Anggota DPRD Terlibat

Kasus Korupsi Dana Setwan Kota Gunungsitoli Tahun 2012: Istri Tersangka Tuding Pimpinan Dan Sejumlah Anggota DPRD Terlibat

GUNUNGSITOLI, suarasumut.com — Susianti Waruwu, istri tersangka kasus korupsi dana belanja langsung sekretariat DPRD Kota Gunungsitoli Firman Harefa menuding sejumlah pimpinan dan anggota DPRD serta pegawai Setwan Kota Gunungsitoli terlibat.
Susianti mengungkapkan jika sebagian dana yang disangkakan telah dikorupsikan suaminya masih berada di tangan sejumlah pimpinan dan anggota DPRD serta pegawai Setwan Kota Gunungsitoli.

Hal tersebut diungkapkan Susianti kepada sejumlah wartawan ketika ditemui di kantor Kejaksaan Negeri Gunungsitoli, Jalan Soekarno, Kota Gunungsitoli, Kamis (7/8) ketika menemui suaminya saat diperiksa penyidik Kejaksaan.

Kepada wartawan, Susianti membeberkan jika sebelum kabur, suaminya telah memberikan panjar berbentuk bon kepada sejumlah pimpinan dan anggota DPRD Kota Gunungsitoli untuk keperluan perjalanan dinas.

Namun, ketika suaminya kabur, panjar yang telah diambil kepada suaminya tidak dipotong ketika bendahara baru membayar biaya perjalanan dinas pimpinan dan anggota DPRD tersebut, sehingga sebagian dana yang diduga dikorupsikan oleh suaminya masih ditangan para pimpinan dan anggota DPRD.

Selain berada ditangan anggota DPRD, Susianti juga mengatakan jika dana terebut juga ada ditangan sejumlah pegawai setwan DPRD Kota Gunungsitoli dan menegaskan jika yang paling bertanggung jawab adalah Setwan, karena pengeluaran dana panjar tersebut sesuai perintah setwa.

Kepala Seksi Pidana Khusus Junius Zega yang ditemui wartawan ditempat yang sama mengatakan jika agenda pemeriksaan terhadap Firman saat ini adalah pemeriksaan perdana setelah Firman Harefa sebagai tersangka.

Disinggung isu keterlibatan sejumlah pimpinan dan anggota DPRD Kota Gunungsitoli serta beberapa pegawai sesuai pernyataan istri tersangka sebelumnya, Kasipidsus mengatakan belum bisa memastikan, karena pemeriksaan yang dilakukan terhadap Firman masih proses awal.

Ketua DPRD Kota Gunungsitoli Sowa’a Laoli yang ditemui wartawan di kantor DPRD Kota Gunungsitoli, Senin (11/8) untuk mengkonfirmasi terkait pernyataan Susianti, istri Firman Harefa, mengatakan tidak dapat memastikan apakah itu benar atau tidak.
Dia bahkan mempersilahkan penegak hukum memproses agar bisa jelas apakah ada yang terkait atau tidak, dan apabila memang benar ada yang terkait, maka harus diproses secara hukum.

Namun dia menjelaskan jika selama ini di DPRD ketika melaksanakan perjalanan dinas atau kegiatan lain, dibenarkan adanya panjar, karena setahu dia dalam proses penggunaan anggaran di DPRD tidak setiap saat bisa dilakukan pembayaran secara defenitif. Maka, bendahara memberikan panjar dulu kepada pimpinan dan anggota DPRD, lalu setelah pulang baru didefinitifkan.

Kepada wartawan, Ketua DPRD membenarkan bahwa dengan bukti bukti yang ada, memang beberapa pimpinan dan anggota DPRD telah melakukan cash bon dalam bentuk pinjaman sementara atau panjar kepada tersangka Firman Harefa pada bulan sebelum Firman Harefa tersebut meninggalkan pulau nias.

“Seandainya ada niat untuk mengembalikan uang tersebut, tetapi Firman Harefa tidak berada di tempat. Kepada siapa uang tersebut akan dikembalikan, sebab secara otomatis bendahara baru tidak akan mau menerima,”kilahnya.(sp/ss/gs)

Lihat Juga

Wakil Bupati Labusel Lepas Pawai Takbir Kendaraan Hias Idul Adha 1440 H/2019 M

Labusel | suarasumut.com –  Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) mengelar Pawai Takbir Hari Raya Idul …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.