Beranda ›› Headline ›› Kasi Intel Kejari Sei Rampah Arogan, Sekap Wartawan Saat Konfirmasi
Kasi Intel Kejari Sei Rampah

Kasi Intel Kejari Sei Rampah Arogan, Sekap Wartawan Saat Konfirmasi

Kasi Intel Kejari Sei Rampah
Kasi Intel Kejari Sei Rampah

*Kasi Intel Menghalangi Tugas Jurnalis, Melanggar UU pers No. 40 Tahun 1999*

Sei Rampah, suarasumut.com – Oknum Kasi Intel Kejari Sei Rampah J Efendi S, SH arogan dan mengusir belasan wartawan media cetak dan elektronik saat akan melakukan konfirmasi seputar putusan bebas murni terdakwa kasus pencabulan anak dibawah umur, Rabu (12/3) sekira jam 10.00 wib.

Kejadian itu bermula ketika Sugiarti (32) bersama anaknya sebut saja namanya Lina (14) warga Dusun Makmur, Desa Sei Buluh, Kecamatan Teluk Mengkudu, Sergai hendak melaporkan ke Kejari Sei Rampah seputar bebasnya terdakwa kasus pencabulan.

Belasan wartawan duduk disekitar kantor Kejari langsung turut serta membantu korban sekaligus untuk konfirmasi seputar masalah tersebut.

Begitu menuju kantor Kejari mendadak muncul security Kejari menyetop rombongan pihak korban dengan dalih harus melapor terlebih dahulu maksud kedatangan rombongan korban bersama belasan wartawan.

Anehnya begitu rombongan terus berjalan menuju kantor Kejari, mendadak muncul Kasi Intel J Efendi S, SH marah-marah terhadap keluarga korban dan wartawan yang ingin melakukan konfirmasi kepada Kejari Sei Rampah Erwin Panjaitan, SH.

Saat wartawan mempertanyakan seputar masalah bebasnya terdakwa pencabulan, dengan emosinya Kasi Intel langsung menutup pintu kaca dan menyuruh seluruh wartawan masuk kedalam ruangan.

Aksi arogan Kasi Intel menutup tersebut terkesan pihak Kejari Sei Rampah hendak menyekap wartawan, lucunya lagi Efendi langsung menyuruh rekannya sesama Jaksa untuk menelepon polisi.

Hal itu terbukti mendadak puluhan personil Polres Sergai langsung turun ke kantor Kejari, tidak diketahui maksud kedatangan puluhan polisi tersebut, hendak mengamankan belasan wartawan hendak konfirmasi atau minta keamanan, pasalnya wartawan sempat dikurung dalam ruang Kejari sebelum polisi datang.

Imam salah seorang wartawan media elektronik menyesalkan ulah oknum Kasi Intel arogan ketika wartawan hendak konfirmasi sehingga Imam minta oknum tersebut agar dicopot.

Menurut Imam, belasan wartawan sudah berpegang teguh pada UU Pers dan kode etik jurnalis dengan cara melakukan konfirmasi, anehnya kami kok dihalangi, bahkan terkesan disekap. “Pertama kami dihalangi, kemudian dia menutup minta dan minta kami masuk kedalam ruangan, apa itu bukan ada unsur penyekapan,” papar Imam.

Sugiarti pada wartawan mengatakan, kejadian itu bermula ketika anak pertamanya Lina dicabuli M Farizal (35) merupakan tetangga korban sampai 5 kali dibelakang rumah pada bulan September 2013 lalu.

Atas kejadian itu Sugiarti melaporkan Farizal ke Polres Sergai kemudian Fahrizal ditangkap atas kasus pencabulan anak dibawah umur dilakukan terdakwa terhadap Lina.

“Setelah ditangkap terdakwa disidangkan, namun terdakwa bebas murni, sehingga kami kecewa,” terang Sugiarti. Pengakuan Sugiarti salah seorang oknum Jaksa mengatakan, BAP dibuat korban di PPA Polres Sergai sempat dinyatakan salah sehingga diganti dengan BAP dibuat Jaksa.

“Aku kesal kali masak BAP kami buat dibilang salah dan Lina sempat periksa mereka dari jam 10 pagi sampai jam 3 sore, sehingga kami bertahan BAP yang sudah ada dipakai di pengadilan,” terang Sugiarti. (pu/ss/sb)

Lihat Juga

Danramil 09/Sirombu Turut Sukseskan Program KB Manunggal

Nias Barat | suarasumut.com  –  Beberapa tahun belakangan pemerintah melibatkan TNI dalam mensukseskan program KB …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.