Beranda ›› Headline ›› Kapolres Masih “Diam” Soal Oknum Polisi Disebut Bandar Sabu

Kapolres Masih “Diam” Soal Oknum Polisi Disebut Bandar Sabu

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Labuhanbatu AKBP Teguh Yuswardi masih bungkam menyoal oknum Polisi yang disebut bandar sabu berinesial P.Pasaribu. Padahal Konfirmasi yang dilayangkan berupa SMS oleh Jurnalis Media ini keadaan terkirim pada, Jum’at (27/5) sekitar pukul 15.34 Wib.

Begitu juga AKP Mara Junjung siregar selaku Kasat Narkoba dipolres itu, meski pesan yang dikirimkan keadaan terkirim juga enggan membalas.

Untuk itu sejumlah elemen masyarakat berharap degan bungkamnya orang nomor satu di Mapolres. Kapolda Sumut Irjen Budi Winarso dapat menindak tegas anggotanya itu.

“Segeralah Kapolda Sumut untuk mengambil langkah atas hal itu,sebab orang yang nomor satu dipolres itu tak bisa capak atas perkara itu. Ada apa ini..?,”kata Ketua LSM Topan RI Janes Ritonga, Sabtu (28/5).

Menurutnya, jika hal tersebut dijawab dan mempertanyakan pada oknum yang dimaksud persoalan ini nampak titik terangnya, tapi degan bungkamnya orang nomor satu dipolres itu diduga terlihat menutup-nutupi kesalahan anggota yang diduga bandar sabu tersebut.

“Kenapa mesti bungkam degan hal itu,degan bungkamnya dapat diduga menutup-nutupi kesalahan anggota,”Terang Janes.

Sebelumnya, Kepala Kepolisian Resor Labuhanbatu melalui bidang terkait diminta Cek kebenaran atas uraian saksi Narkoba yaitu Junaidi S Tambunan Cs yang merupakan Anggota TNI yang melibatkan Dedy Syafrizal (25) alias Ijal warga Jalan Binaraga, Kelurahan Cendana, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu saat bersidang di Pengadilan Negeri Rantauprapat kemarin.

Karena,jika hal itu dibiarkan orang nomor satu di Polres itu dikhawatirkan dapat menjadi bumerang bagi tubuh Polri terkhusus Polres itu.

“Dimintalah agar Kapolres melalui bidang terkait (Propam) untuk menindak lanjuti hal tersebut,jika tak benar atas tudigan saksi diharapkan dapat mempublikasikan kepada publik agar citra polisi kembali dipercaya masyarakat,”kata Haris Nexsion Tambunan,SH, Kamis (26/5) selaku praktisi hukum di Labuhanbatu.

Menurutnya, terungkapnya tudigan itu dipersidagan yang disaksikan Hakim dan Jaksa diyakini benar adanya, sebab saksi yang merupakan anggota TNI dan juga disumpah saat memberikan keterangan saat di Pengadilan.

“Jika tak ada klarifikasi atas tudingan tersebut disinyalir benar adanya, sebab jika hal itu tak benar pasti ada klarifikasi atas hal tersebut,”ungkap Haris.(ab/ss-lb)

Lihat Juga

Tingkatkan Produksi Minyak, Pertamina Disarankan Fokus Kegiatan WOWS

JAKARTA | suarasumut.com  –  Menanggapi pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.