Beranda ›› Bisnis & Ekonomi ›› Kadis Perikanan dan Kelautan ‘Dipermalukan’ Masyarakat Dihadapan Sekda Labura

Kadis Perikanan dan Kelautan ‘Dipermalukan’ Masyarakat Dihadapan Sekda Labura

* Masyarakat Marah Akibat Bantuan Kapal Nelayan 30 GT Yang DiKontrakkan Ke Pengusaha Batubara *

Kualuh Leidong, suarasumut.com – Dalam suasana perayaan Ulang Tahun Kualuh Leidong, beberapa masyarakat Kualuh Leidong melampiaskan amarah mereka ke Pemkab Labura, dimana acara HUT ke-15 yang dihadiri Sekda Labura dan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Labura serta Muspika.

“Kapal ini milik masyarakat Kabupaten Labura bukan milik orang Kabupaten Batubara, jangan di bodoh-bodohi masyarakat Pak Kadis, kami udah tahu kapal nelayan ini dikontrakkan, dananya 60 jt, 2 unit dengan pengusaha Batubara,” ungkap salah seorang masyarakat dengan lantang dihadapan Sekda Labura, Edi Sampurna Rambe, M.Si dan beberapa tokoh masyarakat, Senin (25/05).

Mengetahui hal ini, Tokoh masyarakat Kecamatan Kualuh leidong langsung mengutarakan keluhannya di depan Sekdakab Labura saat meninjau batuan kapal nelayan yang di sandarkan di dermaga pelabuhan Kelurahan Tanjung Leidong.

Tokoh masyarakat yang sering dipanggil dengan sebutan Pak Loling didampingi Ketua Partai Nasdem Kualuh Leidong, Jepainan Pardosi mengatakan, “Selain keberatan, kami atas nama masyarakat Kualuh Leidong mengecam tindakan Kadis Perikanan Labura yang lebih memperhatikan kepentingan Kabupaten Batubara dari pada kepentingan Kabupaten Labuhanbatu Utara,” jelas Loling dengan tegas kepada suarasumut.com.

Melihat banyaknya masyarakat berkumpul menyampaikan keberatan mereka kepada Kadis Perikanan dan Kelautan, Ir. Aunilaha AS dan Sekdakab Labura Edi Sampurna Rambe, M.Si, langsung meninggalkan masyarakat dan bergegas menggunakan sepeda motor serta dikawal Camat Kualuh Leidong Drs. Adlin Sinaga.

Dari hasil investigasi suarasumut.com di lokasi pemberian bantuan Kapal dan Boat yang bernama KM Inka Mina yang bernomor 177 dan 178, 30 Gt yang diserahkan langsung oleh Sekda dan Kadis Perikanan, menurut keterangan ABK, “Memang benar bahwa kapal tersebut dikontrakkan dengan pengusaha yang ada di Kabupaten Batubara, sebab informasi tersebut langsung didengar keterangannya melalui ABK dan tekong boat yang menjelaskan kalau mereka juga digaji Rp. 50.000,-/hari, sedangkan boat yang bernomor 177 itu pun juga dikontrakkan sama pengusaha tapi orangnya sedang keadaan sakit dan lagi berobat ke Penang,” jelas Burhan, ABK yang berasal dari Batubara. (bhs/ss/kl)

Lihat Juga

PD Gerakan Pemuda Alwashliyah Labusel Dilantik

Labusel | suarasumut.com  –  Pengurus Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Alwashliyah (GPA) Kabupaten Labuhanbatu Selatan dilantik …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.