Beranda ›› Headline ›› Jam Kerja Dianggap Habis, Oknum Hakim PN Rantauprapat Buat Sidang Kilat

Jam Kerja Dianggap Habis, Oknum Hakim PN Rantauprapat Buat Sidang Kilat

Rantauprapat, suarasumut.com  –  Merasa waktu jam kerjanya sudah berakhir oknum hakim yakni Jhonson FE. Sirait SH cs yang bertugas di Pengadilan Negeri (PN) Rantauprapat terpaksa membuat sidang secepat “kilat”. Meski sejumlah terdakwa yang igin bersidang, Senin (26/10) sudah menunggu antrian agar digelarnya persidangan yang sesuai dengan undang-undang.

“Makin sore kok makin ramai pulalah terdakwa yang ingin bersidang, apanya ini..? jam kerja waktu kami sudah mau habis loh. Nanti kalau sudah habis jam kerja kami, pulang saja kami,”kata Jhonson saat mempertanyakan pada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nova,SH diruang sidang PN Rantauprapat.

Meski kesal dengan banyaknya sidang perkara Pidana yang ditangani Jhonson Cs saat itu, ia tetap melanjutkan sidang dengan cara membuat sedang secepat kilat yang diduga sejumlah terdakwa pada saat itu mengetahui apa yang diucapkan Hakim.

“Apa perkaramu, siapa jaksamu, dan siapa hakimmu, sudah ditunda sajalah ya, digelar senin depan saja,”terang Jhonson pada Marlon salah satu terdakwa yang mengikuti sidang di PN itu.

Uniknya saat dilakukan peliputan diruang sidang yang diketuai Jhonson Sirait itu merasa kepanasan dengan adanya wartawan yang mencepret sebuah foto saat bersidang. ”Eh apa itu kok foto-foto,s udah permisi rupanya,”ucap Jhonson meski sidang yang ia gelar terbuka untuk umum.

Selanjutnya, meski jepretan wartawan tidak mengunakan lampu dan dianggap tidak menggangu proses persidangan Jhonson Sirait tetap mencecar atas jepretan wartawan pada terdakwa yang bersidang. ”Terdakwa keberatan tidak kamu di foto, keberatan majelis, karena begini terdakwa dibelakang mu itu adalah wartawan, tahulah kau kan kalau wartawan memfoto akan mempublikasikan kau nanti,”Jelas Jhonson saat sidang berlangsung.

Atas hal itu diduga Jhonson Sirait dianggap tidak menggerti atas amanah undang –undang nomor 40 tahun tentang kebebasan pres. Yang mana pasal 18 menyebutkan setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp. 500.000.000,00 (Lima ratus juta rupiah).

Sementara Humas PN Rantauprapat R Aji suryo,SHMH saat ditemui wartawan diruang kerjanya tidak berada ditempat. Ponsel yang aktif juga tak dijawab.(ab/ss/rp)

Lihat Juga

Bupati Nias Ajak Gelar Turnamen Volly Bina Atlet Nias

Nias | suarasumut.com –  Bupati Nias Drs Sokhiatulo Laoli,MM mengajak semua pihak untuk menggelar turnamen …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.