Beranda ›› Foto & Video ›› Jalin Asmara Dengan Adik Ipar, BZ Warga Alo’oa Ditangkap

Jalin Asmara Dengan Adik Ipar, BZ Warga Alo’oa Ditangkap

Gunungsitoli | suarasumut.com — Jalin asmara dan bawa kabur adik ipar yang masih dibawah umur beberapa bulan, BZ alias Ama Lisman (30) warga Desa Fadoro Hilimbowo, Kecamatan Gunungsitoli Alo’oa, Kota Gunungsitoli ditangkap Polisi Resor Nias, Jum’at (4/3).

BZ telah mengakui perbuatannya, dan berniat untuk untuk memperistri adik iparnya Melati nama samaran (17), tetapi keinginan tersebut ditentang dan tidak disetujui pihak keluarga korban.

Kapolres Nias AKBP.Bazawato Zebua, SH, MH yang dihubungi melalui PS. Paur Humas Polres Nias Aiptu Osiduhugo Daeli di Mapolres Nias, Jalan Melati, Kelurahan Ilir, Kota Gunungsitoli, Selasa (8/3), membenarkan penangkapan yang dilakukan terhadap BZ.

Dia menerangkan, BZ ditangkap karena membawa kabur anak dibawah umur atas laporan mertuanya sendiri atau ibu korban Fatilia Zai alias Ina Niada. Atas perbuatannya, BZ terancam hukuman maksimum 15 tahun penjara karena melanggar Pasal 81 ayat 2 UU No. 35 tahun 2015 tentang perubahan atas UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan anak, dan 32 ayat (1) dari KUHAPidana.

Selain itu, menurut Humas Polres Nias, BZ merupakan DPO Polres Nias terkait kasus pencabulan anak dibawah umur, dan sudah kerap dilayangkan surat panggilan tetapi tak pernah diindahkan.

BZ berhasil ditangkap berdasarkan informasi keluarga korban, dan ditangkap salah satu rumah kos yang terletak komplek Tandrawana, Kelurahan Pasar, Kota Gunungsitoli, Jumat (4/3).

“Dari keterangan korban, kita ketahui jika korban dan tersangka telah menjalin hubungan asmara sejak September 2014. BZ menjemput korban yang nota bene masih adik iparnya ditempat kerjanya yang terletak di Desa Mudik, Kota Gunungsitoli dengan iming iming mau diajak mencari kerja di Kota Siantar,” terang Humas Polres Nias.

Ternyata korban hanya dibawa berputar putar Kota Gunungsitoli hingga larut malam, dan kemudian diajak menginap disalah satu penginapan di Kota Gunungsitoli, dan melakukan hubungan layaknya suami istri.

Korban esoknya dibawa rumah kerabatnya ke Kecamatan Hiliduho, dan hubungan mereka terus berlanjut layaknya sepasang kekasih yang lagi dimabuk asmara. Hubungan keduanya mulai tercium keluarga, sehingga korban disuruh BZ ke Kota Siantar, dan tinggal dengan keluarganya.

Maret 2015, BZ menyusul korban di Kota Siantar, dan membawa korban ke Medan, dan tinggal disana beberapa bulan. Bulan Desember 2015, BZ dan korban kembali ke Kota Gunungsitoli, dan tinggal serumah layaknya suami istri di Desa Fadoro Hilimbowo Kec. Gunungsitoli Alo`o sebelum ditangkap.(sw/ss-gs)

Lihat Juga

PD Gerakan Pemuda Alwashliyah Labusel Dilantik

Labusel | suarasumut.com  –  Pengurus Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Alwashliyah (GPA) Kabupaten Labuhanbatu Selatan dilantik …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.