Beranda ›› Foto & Video ›› Jalan Menuju Tempat Wisata Poriaha – Aloban Rusak Parah

Jalan Menuju Tempat Wisata Poriaha – Aloban Rusak Parah

Tapteng, suarasumut.com – Masyarakat Desa Aloban mengharapkan adanya perhatian pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah untuk memperbaiki infrastuktur jalan, terkait hancurnya jalan menuju desa mereka. Beberapa warga mengeluhkan jalan yang hancur, apalagi saat musim hujan.

Sungguh sangat tidak diindahkan jika image Tapteng (Tapanuli Tengah), Negeri Wisata Sejuta Pesona tidak dipoles oleh pemerintah daerah, tutur Janpiter Hutagalung, Selasa (7/10) yang merupakan salah satu warga Desa Aloban.

Ia mengatakan, desa kami yang sering dikunjungi oleh wisatawan pada lima tahun sebelumnya, dulunya sering dibanjiri wisatawan baik dari luar daerah Tapteng, namun saat ini sudah tidak seperti dulu lagi,terang Janpiter. “Parawisata yang berkunjung menikmati Desa Aloban Bair sudah mulai agak surut, pasalnya,ruas maupun badan jalan ketempat desa kami sangat tidak bersahabat untuk dilalui,”tambahnya.

“ Bukan hanya air terjun saja tambah Janpiter, desa kami juga kaya akan ekosistem hutan,bahkan hasilnya bisa menjadi tambahan potensi daerah Tapteng, jikalau pemeliharaan kita terlaksana ya..!,sontaknya.

Hidup kami ibarat “survive” saja pas-pas an, tambahnya, kami disini suluruh Desa Poriaha (Tapian Nauli I,II,III,dan IV) pekerjaan kami sebagai petani dan nelayan biasa saja terangnya, mulai dari petani sawah, kebun, nelayan bagan pancang, dan bolat tangkap ikan, pekerjaan saya saat ini adalah petani karet (bahasa Tapanuli =“mangguris hapea”) tegas Janpiter, namun percuma, toke atau buyer hasil tani kami sangat jarang masuk lagi kedaerah kami diakibatkan kondisi jalan menuju desa kami ini rusak parah. Parahnya lagi nanti dikhawatirkan lagi akan memakan korban seperti yang terjadi dari beberapa pekan sebelumnya ,kata mantan kades, Janpiter yang akrab disapa warganya.

Ginting yang merupakan sopir angkot yang menuju Poriaha Julu (Tapian Nauli) saat ditemui suarasumut.com sekitar pukul 15.00 WIB diterminal Sibolga Nauli, membenarkan bahwa angkot yang dikendarainya sudah jarang melintas ruas jalan menuju Desa Aloban, pasalnya lagi dia takut mobil angkot yang disewanya onderdil berupa Suspensi dan transmisi lainnya cepat rusak, saya takut toke saya tidak mempercayai saya nanti, itu yang saya jaga,tegas Ginting.

Lanjut Ginting, memang dari beberapa tahun sebelumnya dari sejumlah toke angkot yang saya sewa tripannya sangat di penuhi sewa, terutama para wisatawan lokal, baik dari pihak keluarga, remaja, dan yang lainnya, tapi saat ini katanya, beberapa dari kami supir angkot menuju Desa Poriaha Julu- Aloban kami sebagai pelayanan jasa dari tansport sangat menyesalkan bebernya, terkadang beberapa para pedagang, pelajar, dan masyarakat dari pasar terminal menuju Aloban terpaksa harus kami turunkan ke Desa Hajoran Tapian Nauli padahal, sewa yang saya bawa mau menawarkan membayar ongkos melebihi target yang ditentukan untuk menju Aloban, namun saya tidak terima akibat ruas jalan tersebut, dengan terpaksanya warga harus berjalan kaki melalui empat desa menuju Aloban,tandasnya.

Mikael Hutabarat, wisatawan dari Sibolga mengatakan, Senin(6/7) minggu kemarin, saya pernah jalan-jalan ke Aloban, pemandangan dan pemandiannya sangat memuaskan, tapi bang, jalan yang kami lalui menggunakan sepeda motor jalannya rusak parah,terangnya.(ph/ss/tt)

Lihat Juga

Banggar DPRD Dan TPAD Pemkab Labusel Bahas APBD 2020

LABUSEL | suarasumut.com  –  Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) bersama Tim Anggaran …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.