Beranda ›› Headline ›› Jalan Lingkar Nias Barat – Nias Utara Dibangun Tahun Ini

Jalan Lingkar Nias Barat – Nias Utara Dibangun Tahun Ini

Nias Barat | suarasumutcom  —  Balai besar Wilayah I Jalan Nasional tahun ini akan memulai pembangunan jalan lingkar penghubung Kabupaten Nias Barat dan Kabupaten Nias Utara.

Biaya pembangunan jalan yang menghubungkan Kabupaten Nias Barat dengan Kabupaten Nias untuk tahun ini diperkirakan sebesar Rp 30 milliar.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Nias Barat Eliyunus Waruwu yang dihubungi, Senin (12/2).

“Yang mrmbangun jalan lingkar menyusuri pantai dari Nias Barat menuju Nias Utara dilakukan oleh balai besar wilayah I jalan Nasional dan dimulai tahun ini,” terangnya.

Dalam pembangunan jalan lingkar tersebut, pemerintah daerah hanya menyediakan lahan atau surat hibah tanah dari masyarakat yang akan dibangun jalan.

“Kalau surat hibah tanah atau lahan yang akan dibangun jalan lingkar dari masyarakat Nias Barat sudah ada, tetapi untuk Nias Utara kita belum tahu,” ujarnya.

Menurut dia, panjang jalan yang akan dibangun mulai dari Kecamatan Sirombu, Moro’o, Mandrehe, Mandrehe Barat, Tugala Oyo, Alasa dan Afulu adalah 42 kilometer dengan lebar 20 meter.

Anggaran untuk membangun jalan yang 42 kilometer diperkirakan Rp 300 milliar, dan pembangunan jalan lingkar yang menyusuri pantai tersebut selesai 2 – 3 tahun anggaran.(al/ss-nb)

Lihat Juga

Pangdam I/BB Hadiri Undangan Buka Puasa Kajati Sumut

Medan | suarasumut.com –  Panglima Kodam I/Bukit Barisan, Mayjen TNI M Sabrar Fadhilah turut menghadiri …

Satu Komentar

  1. Selamat pagi. Maaf jika mengganggu. Mau tanya apakah benar berita ini ada pembangunan jalan lingkar Nias Utara – Nias Barat provinsi Sumatera Utara yang melewati Desa Bitaya karena masyarakat menunggu dan hibah sudah ditanda tangan oleh masyarakat 1 tahun yang lalu dan sampai saat ini belum ada tanda2 jalan tersebut dan kami dengar sudah di alihkan di dekat laut tidak melewati desa Bitaya lagi.

    Kami mohon ditinjau karena sampai saat ini desa kami tidak mampu dilewati oleh roda dua apa lagi roda empat sedangkan jika benar dipinggir pantai jadinya jalan tersebut di samping laut ada dua jalan yang berdekatan yaitu jalan lingkar dan jalan privinsi sedangkan disitu sejauh jalan tersebut hutan tidak ada orang.

    Mohon bantuan kepada PUPR untuk ditinjau ulang. Kasihanilah kami karena kami menjual hasil bumi dengan mengangkut di kepala sejauh 8 KM. Mohon bantuannya hati kami menangis

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.