Beranda ›› Foto & Video ›› Hukum Pekerja Wanita, Pemilik Toko HP Diserang Warga

Hukum Pekerja Wanita, Pemilik Toko HP Diserang Warga

Gunungsitoli, suarasumut.com — Karena menghukum pekerja wanita berdiri di depan toko dengan leher terkalungi karton bertuliskan “Saya Pencuri, Nama Saya Mawar”, pemilik toko HP, SK alias Kadali nyaris diserang warga. SK alias Kadali bersama keluarga dan sejumlah pekerja lainnya, sempat kabur dan menyelamatkan diri dari amuk warga.karton yang dikalungkan di leher MW dan saat MW dimintai keternagan oleh Polisi.

Sesuai pantauan wartawan, karena tidak bisa melampiaskan amarah kepada SK alias Kadali, warga melampiaskan amarah dengan melempar dan nyaris membakar toko milik SK alias Kadali yang terletak di Jalan Diponegoro, Kelurahan Ilir, Kota Gunungsitoli, Kamis (15/10).

Sedangkan MW, pekerja yang dihukum berdiri di depan toko dengan tulisan “Saya Pencuri, Nama Saya Mawar” terkalung di leher, dibawa personil Polres Nias ke Mapolres Nias untuk dimintai keterangan terkait insiden yang menimpanya.

MW yang ditemui wartawan di Mapolres Nias, membantah jika telah melakukan pencurian seperti yang dituduhkan SK alias Kadali pemilik toko dimana dia bekerja. Namun, dia menerangkan, dia diperintahkan SK alias Kadali menjual kartu paket internet yang masa pakainya hampir habis dari harga Rp 75.000 menjadi harga Rp 20 ribu.

Namun, SK alias Kadali mengharuskan mereka agar pembeli mau menambah pulsa Rp 5000 agar kartu tersebut dapat diperpanjang. Karena mengikuti perintah pemilik toko, dia menjual paket internet tersebut kepada pembeli dan ada satu kartu yang tidak bisa aktif, sehingga dianggap rusak.

Akibat kerusakan tersebut, uang penjualan berkurang sebesar Rp 20 ribu, dan SK alias Kadali menuding dia telah mencuri kartu tersebut dan menghukum dia berdiri di depan toko dengan leher dikalungi tulisan “Saya Pencuri, Nama Saya Mawar”.

“Saya sempat menolak dikalungi karton yang bertuliskan “Saya Pencuri, Nama Saya Mawar”, tetapi saya ditarik dan kepala saya diketok pakai tangan oleh SK alias Kadali. Sehingga saya ketakutan dan mengikuti perintahnya berdiri di depan toko dengan leher dikalungi karton bertuliskan “Saya Pencuri, Nama Saya Mawar”, sehingga saya menjadi tontonan warga yang lewat depan toko,” tutur MW di Mapolres Nias.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak Polres Nias masih belum bisa memberikan keterangan, terkait insiden tersebut, karena sibuk meredam aksi massa yang terus berusaha merusak toko HP milik SK alias Kadali. “Maaf, kami belum bisa memberikan komentar, karena sedang sibuk meredam aksi massa di lokasi kejadian. Nanti saja hubungi kembali,” ujar Waka Polres Nias Kompol.Faduhusi Zendrato yang dihubungi wartawan melalui telepon seluler.

SK alias Kadali juga belum bisa dimintai tanggapan atas insiden yang menimpa toko tempat dia menjual telepon seluler, bahkan telepon selulernya diangkat orang lain yang mengatakan jika SK alias Kadali tidak berada di tempat.

Sesuai pantauan wartawan, warga yang merasa kesal atas perbuatan SK alias Kadali terus berusaha merusak toko milik SK alias Kadali dengan melempar toko yang telah ditutup menggunakan batu, dan nyaris membakarnya.

Namun, aksi warga yang kian memanas berhasil diredam petugas kepolisian dari Polres Nias yang dipimpin langsung Waka Polres Nias Kompol.Faduhusi Zendrato. Toko HP milik SK alias Kadali juga terus dijaga aparat kepolisian untuk mencegah amuk warga berkelanjutan.(ih/ss/gs)

Lihat Juga

PD Gerakan Pemuda Alwashliyah Labusel Dilantik

Labusel | suarasumut.com  –  Pengurus Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Alwashliyah (GPA) Kabupaten Labuhanbatu Selatan dilantik …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.