Beranda ›› Foto & Video ›› HNSI Minta Satpol Air & Syahbandar Tertibkan Tiang Tangkul Diperairan Panai Hilir

HNSI Minta Satpol Air & Syahbandar Tertibkan Tiang Tangkul Diperairan Panai Hilir

Sei Berombang, suarasumut.com – Tenggelamnya kapal motor nelayan tiga hari lalu yang menewaskan 20 orang telah menjadi pelajaran yang berharga bagi masyarakat Panai Hilir.

Namun dibalik pristiwa memilukan itu, tentunya tersirat hikmah yang dapat dijadikan pembelajaran bagi kita semua khususnya pengguna arus lalulintas di perairan yang hilir mudik dalam kesehariannya.

Kita berharap hal serupa jangan pernah terulang kembali, oleh karena nya pihak-pihak terkait dan para pengusaha hendaknya mengintrospeksi dan membenahi apa yang salah guna mengantisipasi kedepannya.

Pasalnya, tragedi tenggelamnya km seorang nelayan yang menimpa satu keluarga besar dan menewaskan 20 orang yang kebanyakan anak-anak ini dilihat dari sudut pandang agama merupakan musibah, namun kalau ditela ah dari sisi sebab akibatnya adalah ulah manusia itu sendiri.

Manaf Lubis wakil ketua DPC Labuhanbatu Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) saat di Sei Berombang,  1/8, kepada suarasumut.com memaparkan kalau pristiwa tragis seperti ini sebelumnya juga pernah terjadi, namun tidak banyak menelan korban jiwa.

Manaf juga menambahkan kalau jauh sebelum pristiwa ini, pihaknya juga telah berkordinasi dengan syahbandar setempat dalam hal menertibkan tiang-tiang tangkul yang sangat mengganggu bagi kelancaran kelancaran arus lalulintas diperairan ini, namun sampai detik ini pihak syahbandar tidak menggubris , dan lebih mementingkan keuntungan dari pada keselamatan para pengguna lalulintas di perairan yang menjadi wilayah hukumnya.

Sebab, selama ini, lanjut Manaf sedikitnya 50 pengusaha yang menggunakan tiang tangkul diperairan tersebut pertahunnya membayar Rp 500.000 per orang dalam pengurusan rekomendasi untuk satu tahun, tanpa memperhatikan dampaknya bagi masyarakat lainnya.

Karena dengan banyaknya pemasangan tiang tangkul disepanjang aliran sungai ini tentunya dapat mempersempit ruang gerak perahu dan kapal motor yang hilir mudik,bahkan tidak sedikit yang sudah menjadi korban lantaran tersangkut dan menabrak tiang tangkul tersebut.

Ironisnya, dalam beberapa kali pristiwa naas yang merenggut korban ini, pihak pengusaha sedikitpun tidak merasa bersalah, dengan alasan kalau mereka telah membayar tiang tangkul mereka kepada syahbandar.

Agar tidak lagi terjadi hal serupa, HNSI meminta syahbandar dan Sat Pol Air supaya menertibkan tiang tangkul yang ada, karena tidak menutup kemungkinan pristiwa serupa bakal terjadi kembali.(ta/ss/ph)

Lihat Juga

Wakil Bupati Labusel Lepas Pawai Takbir Kendaraan Hias Idul Adha 1440 H/2019 M

Labusel | suarasumut.com –  Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) mengelar Pawai Takbir Hari Raya Idul …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.