Beranda ›› Foto & Video ›› Hindari Konflik Berkepanjangan, Dua Kecamatan Di Labuhanbatu Tentukan Tapal Batas

Hindari Konflik Berkepanjangan, Dua Kecamatan Di Labuhanbatu Tentukan Tapal Batas

Bilah Hilir, suarasumut.com – Persoalan tapal batas kerap kali memicu konflik antar warga, apalagi jika pihak pemerintah kurang peka dalam menyelesaikannya, tentunya akan menyebabkan korban jiwa.

Mulai tahun 1971 sampai saat ini, persoalan sengketa tapal batas di dua desa yakni Desa Selat Besar Kecamatan Bilah Hilir dan Desa Sei Jawi-jawi Kecamatan Panai Hulu menyebabkan terjadinya polemik yang berkepanjangan di masyarakat.

Untuk menhindari hal ini, memaksa Camat Kecamatan Bilah Hilir Saparuddin,SH dan Camat Kecamatan Panai Hulu Muslih,SH beserta Danramil Panai Hulu, Panai Tengah Kap.Inf.Hotman Sipahutar turun kelokasi terjadinya sengketa tapal batas dua desa yakni antara Dusun Sei Piandang Desa Sei Jawi-jawi dengan Dusun Selat Cina Desa Selat Besar.

Hadir dalam membahas tapal batas tersebut Kades Sei Jawi-jawi Yusuf Anwar, Kepala Dusun didua desa serta para tokoh masyarakat, namun Kepala Desa Selat Besar Sumiran,Spd tidak tampak hadir saat itu, karena informasinya berada di Kisaran.

Menurut Yusuf Anwar ( Kades Sei Jawi-jawi), hal ini dimulai oleh aparat desa Selat Besar yang dituding telah menyerobot wilayah Desa Sei Jawi-jawi. ”Pihak desa Selat Besar telah menyerobot wilayah Desa Sei Jawi-jawi yang berada di Dusun Sei Sitorus, padahal tapal batas yang diketahui sebelumnya satu kilometer dipinggir dusun tersebut, tapi mengapa secara sepihak Kades Selat Besar beserta aparatnya mengakui kalau wilayah itu miliknya, hal ini tentu membuat masyarakat bingung baik dalam membayar PBB nantinya maupun identitas tanah mereka,”tuturnya.

Sedangkan Kepala Dusun Sei Cina Gumri yang mewakili pemerintahan Desa Selat Besar mengaku kalau dirinya hanya menjalani intruksi dari Kepala Desa Selat Besar Sumiran. ”Saya hanya menjalankan perintah dari pak kades, dan di intruksikan Kades Sumiran kalau wilayah tersebut masuk ke dalam Desa Selat Besar,”akunya.

Camat Bilah Hilir dan Panai Hulu sendiri belum dapat menyimpulkan tapal batas ke dua desa dan kecamatan tersebut, sebab hal itu yang berwenang adalah Bupati Labuhanbatu, dan berjanji akan menyelesaikan perseteruan ini secepatnya. ”Saya berharap maayarakat bersabar menunggu kepastian dari Bupati , kami segera akan membawa laporan ini ke Bupati,”jelasnya.(ta/ss/ph)

Lihat Juga

Era Quad-Camera 64MP Telah Datang, Realme Adakan Camera Innovation Event Di Indonesia

Jakarta | suarasumut.com –  Realme, merek smartphone paling berkembang di Indonesia mengadakan Realme Camera Innovation …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.