Beranda ›› Headline ›› HIMAPSI KEMBALI LAKUKAN AKSI KE KEJATISU TERKAIT PENEBANGAN HUTAN DI SIMALUNGUN

HIMAPSI KEMBALI LAKUKAN AKSI KE KEJATISU TERKAIT PENEBANGAN HUTAN DI SIMALUNGUN

Medan, suarasumut.com – Perambahan hutan yang dilakukan oknum – oknum yang tak bertanggung jawab kini semakin leluasa terjadi di Kabupaten Simalungun. Hal ini terjadi karena ada oknum pejabat yang menjadi dalang perambahan hutan tersebut.

Penangkapan pihak Polresta Simalungun yang dilakukan terhadap 12 orang penebang hutan di Kecamatan Dolog Silou. Namun pada tanggal 23 April lalu Kejaksaan Negeri Simalungun meminta agar mereka segera dibebaskan. Karena menurut Pra Peradilan yang dipinpin oleh Ben Ronald P Situmorang, SH MH menyatakan bukti – bukti yang Pemohon pra peradilan tidak sah.

Secara kasat mata pun kita dapat meliahat bahwa mereka telah melangar hukum yakni menebang hutan tanpa adanya izin dari pada pihak pemerintah, terkhususnya undang – undang tentang perlindungaan terhadap kawasana hutan. Hal ini yang mendorong kami HIMPUNAN MAHASISWA DAN PEMUDA SIMALUNGUN ( HIMAPSI ) kembali aksi, ujar koordimator aksi ( Rizal V H Sinaga ) sewaktu melakukan akasi si depan Kantor Kejaksaan tinggi Sumatera Utara ( Kejatisu ) 30 April lalu.

Puluhan massa yang di Koordinatori Rizal tersebut hampir bentrok dengan beberapa oknum di Kantor Kejatisu. Hal ini dikarenakan adanya miscomunikasi antara pihak pendemo dan pihak Kejatisu. Hukum ternyata bisa dibeli kata, Juniapoh Sinaga sewaktu menyampaikan Orasinya. Mereka ( Rizal dan Juniapoh ) mengatakan agara pihak Kejatisu segera menangani dan memproses tindakan Pengadilan Negeri Simalungun yang telah mengalahkan pra peradilan ke-12 orang tersangka perambahan hutan di Kecamatan Dolog Silou.

Setelah aksi tersebut di tanggapi oleh M Simare-mare, massa langsung bergerak ke Kantor Gubernur Sumatera Utara. Setelah hampir 1 jam berorasi tanpa ada tanggapan dari pihak Gubernur Sumatera Utara, massa langsung pergi dan membagikan selebaran untuk mengajak masyarakat peduli terhadap hutan simalungun.

Polisi Diminta Jangan Arogan

Menurut Rizal Sinaga sewaktu terjadinya miscomunikasi antara pihak Pendemo dan pihak Kejatisu, ada oknum dari pada pihak kepolisain Polresta Medan yang mengeluarkan perkataan yang kurang baik sehingga hampir mengakibatkan pihak Pendemo melakukan sikap anarkis.

Tambahnya lagi polisi tersebut bukanlah sikap aparat pengamanan sesuai dengaan tugas dan fungsi dari pada polisi. Tambah Yanthun Saragih juga, “oknum yang berinisial KP tersebut adalah sebagai aparat keamanan harusnya bersifat netral dan dapat mengendalikan emosinya bukan malah mengeluarkan perkataan yang kurang baik”.( rz/ss/md )

Lihat Juga

PD Gerakan Pemuda Alwashliyah Labusel Dilantik

Labusel | suarasumut.com  –  Pengurus Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Alwashliyah (GPA) Kabupaten Labuhanbatu Selatan dilantik …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.