Beranda ›› Headline ›› Harga Minah, Disperindagkop Dan UKM Sibolga Lakukan Pemetaan Ulang Ditiap Lurah

Harga Minah, Disperindagkop Dan UKM Sibolga Lakukan Pemetaan Ulang Ditiap Lurah

Sibolga, suarasumut.com – Dinas Perindustrian Perdagangan dan Usaha Kecil Menengah Kota Sibolga (Disperindagkop dan UKM Sibolga) melakukan pemetaan ulang , terkait tabung gas elpiji yang sedang di sosialisasikan di masing-masing kelurahan se-kecamatan Sibolga, Rabu (01/04).

Plt Kepala Disperindagkop dan UKM Sibolga Robinhot Panjaitan di ruang kerja mengatakan,setelah di cabutnya subsidi BBM Minyak Tanah (minah), harga minah yang tersalur dari Gunungsitoli ke daerah Sibolga semakin mahal, itu sangat menekan pertumbuhan perekonomian dan tidak sanggup untuk di kelola oleh masyarakat Kota Sibolga saat ini.

Maka dari itu, kata Robinhot, masing-masing kelurahan se-kota Sibolga, meminta supaya lurahnya melakukan pemetaan ulang, bagi pemakai gas tabung elpiji saat ini. “Yang rata-rata saat ini menggunakan tabung gas elpiji volume 3 kg dan setelah itu, kita lihat hasil pemetaan dari Lurah, barulah kita usulkan lah ke Pertamina,” terang Plt Kepala Disperindagkop dan UKM.

Ia mengatakan terhadap wartawan , sesuai dengan data atau daftar harga yang tertulis sekarang ini, untuk pemasaran tabung gas elpiji 3 kg, Harga Eceran Tinggi (HET) dari agen ke pangkalan Rp.13.500,- dan dari pangkalan ke masyarakat Rp.14.500,- .“Mungkin akan lebih ringan jika kita menggunakan gas tabung elpiji, baik rumah tangga, warung dan yang lain bagi yang membutuhkannya,”singkatnya.

Sejalan dari penyampaian Kepala Bidang Perdagangan, Rudianto Siambaton menambahkan, bagi yang ingin membuka pangkalan gas tabung elpiji, di wajibkan menggunakan SIUP (Surat Ijin Usaha Perdagangan) dan TDP (Tanda Daftar Perusahaan). “Harus bersedia mengikuti peraturan yang ditentukan, tidak sembarangan membuka pangkalan atau menyimpan tabung gas yang berdekatan dengan tempat tinggal, atau volume yang mudah terbakar, jauh dari lintasan roda empat dan yang lainnya,”tegas Rudianto.

Terpisah dari pembicaraan, Lurah Kota Beringin, Anwar Sadat mengatakan, meminta agar masing-masing lingkungan mempunyai pangkalan (terdiri empat lingkungan) dan jika habis, tidak dibolehkan mengambil gas tabung elpijinya dari pangkalan lain,seperti dari Kota Beringin ke Aek Parombunan. “Kita haruskan dari agen, dan itupun harus dilaporkan di kantor Kelurahan, baru kami sampaikan ke agen pertamina,”cetusnya.(ph/ss/sb)
.

Lihat Juga

Danramil 09/Sirombu Turut Sukseskan Program KB Manunggal

Nias Barat | suarasumut.com  –  Beberapa tahun belakangan pemerintah melibatkan TNI dalam mensukseskan program KB …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.