Beranda ›› Foto & Video ›› Gubernur Jambi Didaulat Jadi Raja Pangihutan Na Marsahala

Gubernur Jambi Didaulat Jadi Raja Pangihutan Na Marsahala

Jambi, suarasumut.com – Masyarakat atau suku perantau dari Sumatera Utara atau dalam suatu kelembagaan organisasi massa bernama Lembaga Budaya Batak Jambi (LBBJ) memberikan gelar kehormatan yang sangat tinggi dalam bertoleransi kepada suku, agama dan ras di Provinsi Jambi yang diberikan kepada orang nomor satu di Provinsi Jambi.

Gubernur Jambi, H Hasan Basri Agus kini berhak menyandang gelar adat Raja Pangihutan Na Marsahala, atau Raja Panutan yang Berkharisma. Pasca dianugerahi gelar oleh Lembaga Budaya Batak Jambi (LBBJ), dalam acara Semalam di Bona Pasogit di Gelanggang Olah Raga (GOR) Kota Baru, Kota Jambi.

Dalam penganugerahan gelar kehormatan adat Batak dengan diberikannya pakaian kehormatan adat berupa khas adat batak berupa ulos, mahkota, dan tongkat panaluan kepada Gubernur Jambi. Waktu bersamaan juga diberikan kepada istri Gubernur Jambi, Yusniana Hasan Basri oleh Ketua LBBJ, Rahmat Derita.

Pemberian Ulos batak dari Puak (penatuah) juga masing masing perwakilan dari Batak Toba, Batak Simalungun, Batak Karo, Batak Mandailing, Batak Pakpak, dan Batak Angkola kepada Gubernur Jambi dan istri. Makna pemberian ulos dan pakaian kehormatan adat Batak, agar kepemimpinan Hasan Basri Agus mengayomi seluruh masyarakat di Provinsi Jambi.

Dijelaskan oleh Ketua LBBJ, Rahmat Derita, Gubernur Jambi dinilai pantas dan berhak menerima serta mendapatkan berupa gelar itu, karena kepemimpinannya yang bisa memberikan berbagai kemajuan bagi Provinsi Jambi. Suku Batak sebagai salah satu suku yang tinggal di provinsi Jambi juga turut berkiprah untuk membangun Provinsi Jambi.

Ketua Panitia Penganugerahan Gelar Adat Batak LBBJ, Ir.Benhard Panjaitan,MM menyampaikan, LBBJ meliputi 6 (enam) sub suku Batak, pertama;.Batak Toba, kedua;.Batak Simalungun, ketiga.Batak Karo, empat.Batak Mandailing, lima;.Batak Pakpak, dan enam;.Batak Angkola.

Benhard mengatakan, suku Batak yang ada di perantauan provinsi Jambi kurang lebih 13 persen. Benhard mengungkapkan bahwa LBBJ memberikan gelar kehormatan adat Batak kepada setiap Gubernur Jambi dan kepada orang yang berhasil memajukan Provinsi Jambi.

Dalam hal ini Hasan Basri Agus dinilai telah membawa kemajuan bagi Provinsi Jambi dan LBBJ. Tak lupa LBBJ mengapresiasi berbagai kemajuan yang diwujudkan dalam kepemimpinan HBA, diantaranya pertumbuhan ekonomi provinsi Jambi tahun 2014 sebesar 7,93% yang merupakan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sumatera dan kedua se Indonesia. Dimulainya pembangunan Pelabuhan Samudera Ujung Jabung yang ditargetkan menjadi pelabuhan skala internasional, perluasan Bandara Sultan Thaha yang sudah dicanangkan menjadi Embarkasi Haji Antara (EHA) tahun 2015 dan akan menjad bandara internasional. Perbaikan jalan ruas Jangkat Bangko yang dulunya ditempuh 8 jam sekarang bisa 3 jam, jalan Kota Jambi Kerinci, dulunya ditempuh dengan waktu 12 jam sekarang menjadi sekitar 8 jam. Kondisi baik pada jalan yang berstatus jalan provinsi mencapai 74,82%, program satu miliar satu Kecamatan (Samisake) yang menjadi percontohan nasional serta dibangunnya Jembatan Pedestrian Gentala Arasy serta Menara Gentala Arasy yang sudah diresmikan oleh Wakil Presiden RI, pemberian beasiswa pendidikan.

Para tua-tua adat Batak Jambi yang terhimpun dalam LBBJ sepakat memberikan gelar adat Batak kepada HBA dan mendukung kepemimpinan HBA. Benhard mengungkapkan, suku Batak berusaha memegang teguh pepatah “Dimana Bumi Dipijak Disitu Langit Dijunjung” yang artinya suku batak berusaha untuk membaur dan beradaptasi dengan kondisi dan budaya masyarakat di Provinsi Jambi.(ik/ss/jb)

Lihat Juga

Danramil 09/Sirombu Turut Sukseskan Program KB Manunggal

Nias Barat | suarasumut.com  –  Beberapa tahun belakangan pemerintah melibatkan TNI dalam mensukseskan program KB …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.