Beranda ›› Foto & Video ›› GeMaLa Gemakan “Tolak Money Politik”, Bagaimana Kinerja Panwas?

GeMaLa Gemakan “Tolak Money Politik”, Bagaimana Kinerja Panwas?

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Pelaksanaan pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) secara serentak menyisakan waktu 28 hari lagi. Namun gema Pemilukada di Kabupaten Labuhanbatu sangat minim berkumandang ditengah-tengah masyarakat. Kekhawatiran Pemilukada diwarnai money politik menjadi sorotan masyarakat.

Informasi yang dihimpun suarasumut.com, Sabtu (7/11), minimnya alat peraga kampanye berdampak kurangnya pengenalan masyarakat terhadap pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati yang akan dipilih. Masyarakat menilai, minimnaya pengenalan masyarakat berpotensi terhadap maraknya money politik.

Terlebih lagi, kegiatan Pengawas Pemilu (Panwaslu) untuk mengantisipasi dan mengatasi money politik nyaris tak terdengar dan diketahui masyarakat banyak. Dalam hal ini, elemen masyarakat yang menamakan dirinya Gerakan Masyarakat Labuhanbatu (GeMaLa), mengkampanyekan aksi penolakan money politik.

Ketua GeMaLa, Natsir Wadiansan Harahap, SH menyebutkan, money politik merupakan pencideraan nilai-nilai keadilan dalam pelaksanaan Pemilukada. Oleh sebab itu, mereka melakukan aksi penolakan money politik untuk mengawal pelaksanaan Pemiluakada yang bersih dari pengaruh money politik.

“Yang mendasari kegiatan ini adalah peran serta masyarakat yg tertuang dalam asas pemilihan langsung. Dengan kata lain, kegiatan ini mempunyai tujuan pengawalan pemilukada. Karna sebuah keadilan sangat dipengaruhi social culture. Dan money politic merupakan pencideraan terhadap nilai keadilan,” kata Natsir Wadiansan Harahap.

Aksi penolakan money politik dalam Pemilukada 9 Desember 2015 yang akan datang dilakukan melalui pembagian stiker kepada masyarakat dan menempelkan disejumalah lokasi. Selain itu, mereka akan membentuk tim pengawalan demokrasi independent Labuhanbatu. “Kegiatannya membagi-bagikan stiker kepada masyarakat. Serta akan dibentuk tim pengawal demokrasi independent Labuhanbatu,” jawab Natsir Wadiansan Harahap saat ditanya jenis kegiatan aksi penolakan money politik Pemilukada 9 Desember 2015.

Pada stiker yang disebarkan bertuliskan,”Mari Lapor Money Politik. Pilih Pemimpin …. Dengan Hati Nurani. Bukan Mata Uang. Jika Menemukan Aksi Money Politik di Lingkungan Anda Hubungi Panwaslih No Hp 0853 6166 6454. Stiker tersebut akan disebarkan ke 98 desa/kelurahan di Kabupaten Labuhanbatu.

Secara terpisah, Ketua Panwaslu Kabupaten Labuhanbatu, Makmur yang dikomnfirmasi melalui selulernya mengaku, mereka telah melakukan sosialisasi dan memasang spanduk serta stiker ke seluruh lokasi. Namun sayangnya, Makmur tak dapat menjelaskan jumlah spanduk dan stiker yang telah mereka sebarkan. “Sudah kita lakukan pemasangan spannduk dan penyebaran stiker, bahkan sudah dilakukan sosilaisasi. Kalau jumlahnya kita gak ingat, saya lagi di Medan ini,” kata Makmur berdalih saat ditanya kegiatan Panwas dalam Pemilukada agar bebas dari pengaruh money politik tidak terdengar oleh masyarakat.

Disingung adanya kegiatan GeMaLa menyebarkan stiker penolakan money politik, merupakan cermin ketidak percayaan masyarakat terhadap kinerja Panwas, Makmur menyebutkan hal tersebut merupakan peran serta masyarakat.

Menurut Makmur, masyarakat juga harus turut andil dalam pengawalan Pemilukada yang akan diselenggarakan di 9 Desember 2015. “Bukan begitu, kita sudah lakukan sosialisasi, di ULB (Universitas Labuhanbatu), Unisla (Universitas Islam Labuhanbatu) bahkan sejumlah sekolah-sekolah,” sebut Makmur saat disebutakan, kegiatan Panwas nyaris tidak terdengar ditengah-tengah masyarakat. (ls/ss/lb)

Lihat Juga

PD Gerakan Pemuda Alwashliyah Labusel Dilantik

Labusel | suarasumut.com  –  Pengurus Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Alwashliyah (GPA) Kabupaten Labuhanbatu Selatan dilantik …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.