Beranda ›› Headline ›› Dua Tahun Belasan ‘Milyar’ Uang Sertifikasi Guru Mengendap Di Kas Daerah?

Dua Tahun Belasan ‘Milyar’ Uang Sertifikasi Guru Mengendap Di Kas Daerah?

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Terkait terungkapnya kebobrokan Dinas Pendidikan Labuhanbatu yang diungkap oleh Fraksi PDIP ketika menyampaikan laporan hasil panitia khusus (pansus) di rapat paripurna Kamis (28/4) yang lalu, mendapat respon positif dari berbagai elemen masyarakat yang menduga uang tersebut telah “hilang” dan berharap agar aparat penegak hukum untuk mengungkap keberadaan uang sertifikasi guru tahun 2014 lalu.

Mantan Seketaris Dinas Pendidikan Labuhanbatu, Adi Susasnto Purba melalui media sosial akun Facebooknya menyebutkan bahwa ia menduga uang itu telah terpakai untuk keperluan lain. “Info terakhir yang saya peroleh, bahwa dananya sudah masuk ke rekening kas daerah, namun mereka tidak menyalurkan kepada guru yang berhak, dengan alasan belum ada payung hukumnya berupa SK Dirjen,”katanya

Menurut Purba, jika dikejar ke Kementerian Pendidikan dan Menteri Keuangan di Jakarta, payung hukum itu tidak terlalu sulit untuk didapatkan.

“Dengan kondisi itu saya menduga, jangan jangan dananya sudah terpakai untuk keperluan lain, kan aneh, hampir 2 tahun uang mengendap di kas daerah, kog belum disalurkan juga,”katanya.

Hal Senada juga dikatakan Beni Sahala Tambunan,SH selaku praktisi Hukum di Labuhanbatu, menurutnya jika di lihat dari perjalan alur uang yang telah dipindahkan ke kas daerah memang patut dicurigai, sebab kenapa tidak dikembalikan saja ke Jakarta.

“Saya berharap agar pihak penyidik mengusut permasalahan ini. Apa bila memang ada unsur korupsi dan penyimpangan, tangkap dan penjarakan oknum yang terlibat. Jangan tebang pilih,”kata Beny.

Sementara itu kepala Dinas pendidikan Pemkab Labuhanbatu, Sarimpunan ketika ditemui wartawan usai menghadiri rapat di DPRD mengatakan jika Uang itu masih utuh di kas daerah. “Yang pasti masih utuh, Sudah di kas daerah,” katanya dengan nada kesal.

Dijelaskannya, dirinya mengaku tidak tahu persis berapa jumlah uang sertipikasi guru yang belum dibayarkan itu, namun katanya pihaknya belum dapat membayarkan uang sertifikasi itu kepada guru Karena sampai saat ini sedang menunggu Surat Keputusan (SK) carry over dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Hal serupa juga dikatakan kepala Dinas Pengelolaan pendapatan kekayaan asset daerah (DPPKAD) Pemkab Labuhanbatu, Aswad Siregar. Katanya, uang tersebut masih berada di kas daerah. “ Kita tidak berani mengutak atik dana tersebut,”katanya.(ab/ss-rp)

Lihat Juga

Banggar DPRD Dan TPAD Pemkab Labusel Bahas APBD 2020

LABUSEL | suarasumut.com  –  Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) bersama Tim Anggaran …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.