Beranda ›› Headline ›› Dua Anggota Dewan Terbukti Gunakan Zat Amfetamin?, Seluruh Dewan Diminta Tes Urin

Dua Anggota Dewan Terbukti Gunakan Zat Amfetamin?, Seluruh Dewan Diminta Tes Urin

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Melirik dua oknum Anggota Dewan Perwakilan Rakyar Daerah (DPRD) Labuhanbatu yang terbukti menggunakan Zat Amfetamin, sejumlah warga Labuhanbatu meminta agar seluruh yang duduk di Kursi Dewan itu agar dites urin. Sebab, penilaian warga, dengan terbuktinya dua oknum tersebut, tidak tertutup kemungkinan bahwa yang lainnya diduga menggunakan hal yang sama.

“Kita mau bersih dari yang namanya narkoba di Labuhanbatu ini? tapi jika wakil rakyat saja tidak bersih dengan yang namanya narkoba, bagaimana mau bersih?,”kata Ketua Forum Wartawan Independent (Forwin) Andi Manik, Senin (25/7) pada suarasumut.com.

Menurutnya, dengan banyaknya permintaan sejumlah warga agar seluruh anggota dewan untuk dites urin, hendaknya tidak ada lagi tawar menawar atas permintaan tersebut. Dengan begitu Wakil Rakyat yang didudukan di Dewan oleh rakyat merasa percaya kalau anggota dewan itu terbebas dari narkoba.

“Permintaan warga nggak rumit-rumit kok, hanya minta tes urin. Bukan minta uang kan?, apa salahnya dilaksanakan,”terang politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) itu pada Wartawan.

Sementara Ketua DPRD Labuhanbatu Dahlan Bukhori diminta tanggapannya, mengatakan belum dapat memastikan kapan anggota DPRD akan dites urin. “Saya setuju dengan tes urine, nanti saya diskusikan dulu sama unsur pimpinan dewan, mudah-mudahan cepat terlaksana,”bilang Dahlan.

Dari data yang dihimpun atas permintaan masyarakat meminta dites urin, Ketua Partai Demokrat Labuhanbatu H.Mucklis Hasibuan mendukung secara penuh atas hal tersebut. ”Kita siap dukung,”ujar Mucklis.

Kapolres Labuhanbatu AKBP Teguh Yuswardhie,SIK melalui Kasat Narkoba Polres Labuhanbatu AKP MJ Siregar menyatakan pihaknya siap kapan saja melakukan tes urin kepada seluruh anggota DPRD Labuhanbatu.

“Kami siap lakukan Tes Urine, Tapi Sekretariat DPRD harus menfasilitasinya. Sebab, alat untuk melakukan tes urine yang kami miliki sangat terbatas. Dan itu kami gunakan sesuai dengan laporan atau BAP yang kami buat. Tidak bisa digunakan begitu saja tanpa laporan,” katanya.

Disinggung, berapa biaya untuk melakukan tes urin untuk per orangnya, pria yang memiliki pangkat balok tiga dipundak ini mengaku biayanya tidak begitu besar. “Alatnya untuk per orangnya hanya Rp.125 ribu. Nah, jika dikalikan 45 anggota dewan hanya sekitar Rp.6 jutaan. Nah, intinya kami siap melaksanakan tes urin itu, jika pemerintah meminta dan memfasilitasinya,” jawabnya sambil memperlihatkan bentuk tes urine kepada wartawan.

Untuk diketahui, dalam kurun waktu tiga bulan terakhir dua oknum anggota DPRD Labuhanbatu ditangkap polisi karena positif menggunakan Zat Amfetamin. Seperti hal Suparji salah satu oknum anggota DRDD Labuhanbatu ditangkap Polsek Bilah Hilir saat sedang asyik pesta sabu di Perumahan Mes Kontraktor Kebun Pangkatan Indonesia, Desa Perkebunan Pangkatan pada selasa 5 april 2016 yang lalu.

Sedangkan rekannya dari Fraksi PDI Perjuangan Milter Sinaga juga turut ditangkap polisi Polsek Pekan Tolan pada hari Jumat 15 Juli 2016 yang lalu, dan sudah dikirim Polres Labuhanbatu ke BNK Tanjungbalai untuk menjalani rehabilitasi karena postif menggunakan zat Ampetamin meski tidak ditemukan barang bukti.(ab/ss-lb)

Lihat Juga

Tingkatkan Pelayanan, Pemkab Nias Benahi Manajemen Kepegawaian

Nias | suarasumut.com  –  Meningkatkan pelayanan dan mewujudkan kondisi birokrasi yang ideal, Pemerintah Kabupaten Nias …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.