Beranda ›› Foto & Video ›› Drs.Martinus Lase, M.Sp Anggap Khotbah Pdt.Ritter Dachi, S.Th, M.Si Sebagai Pendorong
GEDSC DIGITAL CAMERA

Drs.Martinus Lase, M.Sp Anggap Khotbah Pdt.Ritter Dachi, S.Th, M.Si Sebagai Pendorong

Gunungsitoli | suarasumut.com — Calon Wali Kota Gunungsitoli dari nomor urut 1 atau “Makmur”, Drs.Martinus Lase, M.Sp, anggap khotbah Pdt.Ritter Dachi, S.Th, M.Si pada kebaktian kedua di Gereja BNKP Gunungsitoli I, Minggu (1/11) sebagai pendorong untuk bekerja dan berbuat lebih baik kepada masyarakat Kota Gunungsitoli.

Drs.Martinus lase, M.Sp yang kini masih menjabat sebagai Wali Kota Gunungsitoli, juga meminta maaf kepada Ephorus BNKP Pdt.Dr.Tuhoni Telaumbanua, Pdt.Ritter Dachi, S.Th, M.Si, seluruh hamba tuhan serta jemaat yang ada di Kota Gunungsitoli dan Kepulauan Nias, terkait pendapat atas khotbah Pdt.Riter Dachi, S.Th, M.Si yang diberitakan melalui media online dan surat kabar.

Ungkapan tersebut diutarakan Drs.Martinus Lase, M.Sp melalui juru bicara atau koordinator advokasi dan bantuan hukum Pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Gunungsitoli nomor urut 1, Drs.martinus Lase, M.Sp dan Kemurnian Zebua, BE (Makmur), Darisalim Telaumbanua, SH, MH kepada wartawan saat ditemui di kediamannya, di Jalan Magiao, Kelurahan Saombo, Kota Gunungsitoli, Rabu (11/11).

Selain itu, juru bicara Drs.Martinus Lase, M.Sp meluruskan, pernyataan yang disampaikan ketua tim pemenangan Makmur atau Herman Jaya Harefa, SPdK, bukan bentuk atau upaya menyudutkan hamba tuhan atau Pdt.Ritter Dachi, S.Th, M.Si.

Namun, pernyataan tersebut semata mata atas dorongan rasa simpatik Herman Jaya Harefa kepada Drs.Martinus Lase, M.Sp, dan pernyataan yang dilontarkan merupakan pernyataan pribadi dan tidak mewakili paslon Makmur.

Tidak lupa, melalui juru bicaranya, Drs.Martinus Lase, M.Sp menjelaskan, kala itu Minggu (1/11), dia meninggalkan kebaktian usai Pdt.Ritter Dachi, S.Th, M.Si khotbah, bukan karena melakukan protes, marah atau kecewa atas khotbah Pdt.Ritter Dachi, S.Th, M.Si, tetapi karena harus mengikuti acara di Gereja Amin Tetehosi dan Gereja BNKP Dima di Foa.

Bahkan dia juga menganggap, materi khotbah yang disampaikan Pdt.Ritter Dachi, S.Th, M.Si terhadap slogan pada spanduknya, bukan dalam kondisi menilai atau mengomentari dan keberatan. Pernyataan dalam isi khotbah menurut dia merupakan hak prerogative pengkhotbah, dan yakin jika Pdt.Ritter Dachi, S.Th, M.Si lebih memahami Firman Tuhan yang akan dan telah disampaikan.

Firman Tuhan yang disampaikan hamba Tuhan tentunya bertujuan untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan kita Yesus Kristus, sehingga Firman Tuhan yang telah disampaikan Pdt.Ritter Dachi, S.Th, M.Si kala itu merupakan suatu yang positif. Khotbah Pdt.Ritter dachi, S.Th, M.Si membawa dampak dalam tugas serta tanggungjawabnya, dan menjadi pendorong agar dia bekerja lebih keras, cerdas, ikhlas, produktif dan tuntas untuk membangun Kota Gunungsitoli kearah lebih baik.

Respon Mendengar Siaran RRI Dan Keluhan Masyarakat

Herman Jaya Harefa, S.PdK yang dihubungi wartawan melalui pesan singkat , Kamis (12/11) meluruskan, pernyataan yang dia utarakan sebelumnya terkait khotbah Pdt.Ritter Dachi, S.Th, M.Si merupakan respon setelah mendengar khotbah Pdt.Ritter Dachi, S.Th, M.Si melalui Radio Republik Indonesia (RRI) yang disiarkan secara langsung.

Dia mengakui, Drs.Martinus Lase, M.Sp tidak pernah menyampaikan hal tersebut kepada dia secara langsung. Dia melontarkan kecaman karena menganggap ada yang tidak beres terhadap khotbah tersebut, dan beberapa masyarakat melapor dan mengeluh kepada dia terkait isi khotbah Pdt.Ritter Dachi, S.Th, M.Si yang mereka anggap tidak tepat dalam suasana Pilkada.

“Kalau Pdt.Ritter Dachi, S.Th, M.Si merasa khotbahnya murni suara kenabian, hanya dia dan Tuhan yang tahu. Biarlah Tuhan yang maha adil itu menjadi hakim atas diri saya dan dirinya,” ujar Herman dalam pesan singkatnya.

Dia menegaskan, dia tidak ada niat sedikitpun menyudutkan lembaga BNKP, dan bila ada yang menginterprestasikan pernyataanya menyudutkan BNKP, dia memohon maaf, tanpa mengurangi kritik dan keprihatinannya atas khotbah Pdt.Ritter Dachi, S.Th, M.Si secara pribadi.

“Saat ini sedang hangat Pilkada, saya mengimbau hamba Tuhan menjauhkan diri dalam khotbah yang menyudutkan paslon mana pun. Tanpa mengurangi dan membatasi suara kenabian serta sisi etika ke kristenan, hendaknya diperhatikan cara untuk menghindari perpecahan ditengah tengah masyarakat. Kiranya Firman Tuhan yang disampaikan dapat menjadi renungan yang membangun kehidupan rohani masyarakat tanpa muatan tertentu,” tutur Herman melalui pesan singkat.

Untuk diketahui, sebelumnya Herman Jaya Harefa, S.PdK, Selasa (3/11) mengecam isi khotbah Pdt.Ritter Dachi, S.Th, M.Si pada kebaktian kedua di Gerja BNKP I Gunungsitoli. Menurut Herman, isi khotbah Pdt.Ritter Dachi, S.Th, M.Si menyudutkan Drs.Martinus Lase, M.Sp karena langsung menyebut nama Drs.Martinus Lase, M.Sp dan tulisan kerja, kerja dan kerja pada spanduknya.

Namun, Pdt.Ritter Dachi, S.Th, M.Si yang dihubungi wartawan, melalui telepon seluler, Rabu (4/11) telah membantah dan menjelaskan jika isi khotbahnya tidak menyudutkan Drs.Martinus Lase, M.Sp.

Dia merasa isi khotbahnya telah dipelintir, padahal dia hanya bicara normatif. Dia mengaku, dalam khotbahnya telah menyebut nama Drs.Martinus Lase, M.Sp dan hanya menyatakan dalam khotbahnya “Bapak Martinus Lase dalam spanduk spanduknya mengimbau kita agar kita kerja, kerja dan kerja. Hanya disitu tidak jelas apa yang kita kerjakan, tetapi mudah mudahan bapak akan memberitahu kedepan apa yang mau dikerjakan untuk membawa Kota Gunungsitoli,”.(ih/ss/gs)

Lihat Juga

PD Gerakan Pemuda Alwashliyah Labusel Dilantik

Labusel | suarasumut.com  –  Pengurus Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Alwashliyah (GPA) Kabupaten Labuhanbatu Selatan dilantik …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.