Beranda ›› Foto & Video ›› DPRD Kunker Ke Bali, GeMaLa Kunker Ke Gubuk Mbah Dakir

DPRD Kunker Ke Bali, GeMaLa Kunker Ke Gubuk Mbah Dakir

Rantauprapat, suarasumut.com – Sepekan lalu DPRD Kabupaten Labuhanbatu melaksanakan kunjungan kerja (Kunker) di akhir tahun anggaran ke Bali. Sementara kelompok masyarakat Labuhanbatu yang menamakan dirinya gerakan masyarakat Labuhanbatu (GeMaLa) melakukan Kunker tandingan ke gubuk mbah Dakir (72) yang berada sekitar 2 kilometer dari Rumah Dinas Bupati, dr Tigor Panusunan Siregar dan Ketua DPRD, Dahlan Bukhori.

Pantauan suarasumut.com, Minggu (14/12), bertitik kumpul di Waroeng K5 di jalan MH Thamrin, Rantau Utara, GeMaLa yang dikoordinir Amin Wahyudi Harahap sekitar pukul 16.00 Wib. Untuk menempuh gubuk mbah Dakir di Jalan Air Paing Bawah, GeMala yang bergerak secara konvoi itu tak luput dari lintasan rumah dinas nan megah Bupati, dr Tigor Panusunan Siregar dan Ketua DPRD, Dahlan Bukhori di jalan WR Supratman.

Pertemuan yang ala kadarnya di gubuk mbah Dakir, GeMaLa menerima keterangan perjuangan hidup yang penuh tantangan dalam garis kemiskinan dan cukup memprihatinkan. Mbah Dakir yang sudah bermukim di gubuk sangat-sangat tidak layak itu, sejak 3 tahun lalu hanya mendapat bantuan langsung tunai (BLT) yang merupakan program pemerintah pusat.

Sementara, uluran tangan dari Pemkab Labuhanbatu terlebih DPRD selaku wakil rakyat, mbah Dakir belum pernah mencicipi bantuan apapun. Walaupun demikian adanya, mbah Dakir yang hidup sebatang kara itu tetap berusaha dan bekerja seadanya, mulai dari menjaga mesjid hingga bercocok tanam dengan memanfaatkan lahan masyarakat yang dipinjam pakaikan untuk diusahai.

Koordinator GeMaLa, Amin Wahyudi menyebutkan, Kunker yang mereka lakukan tersebut merupakan kegiatan social untuk menggugah hati para pejabat Pemerintahan Kabupaten Labuhanbatu (eksekutif dan legislative) untuk memperhatikan masyarkat yang hidup dibawah garis kemisikinan. Menurut Amin Wahyudi, gubuk mbah Dakir itu merupakan contoh kecil ketidak sesuaian visi-misi Kepala Daerah Labuhanbatu untuk mencapai kemandirian tahun 2015. “Jarak antara Rumah Dinas Bupati dan Ketua DPRD hanya sekitar 2 kilometer dari gubuk mbah Dakir, namun sentuhan program Labuhanbatu Mandiri 2015 menuju Labuhanbatu Sejahtera 2020 tak dinikmati mbah Dakir. Ini menunjukan adanya ketidak sesuai program pemerintah dengan implementasinya,” kata Amin Wahyudi Harahap.

Lanjut Amin Wahyudi, sesuai data yang dimiliki oleh GeMaLa, masyarakat miskin yang berada di pusat kepemerintahan mencerminkan program visi “Labuhanbatu Mandiri 2015 Menuju Labuhanbatu Sejahtera 2020” hanya retorika belaka. Untuk itu, lanjutnya, GeMaLa akan memberikan bantuan untuk membangun gubuk mbah Dakir agar lebih layak dihuni. “Kita sangat prihatin dengan kondisi mbah Dakir yang hidup sebatang kara harus berlindung digubuk seperti ini. Mudah-mudahan, jika rencana GeMaLa lancar, minggu depan akan kita bangun gubuk yang lebih layak untuk dihuni mbah Dakir,” sebut Amin Wahyudi Harahap.

Kunker Tandingan

Dalam waktu bersamaan, Hapri yang juga merupakan anggota GeMaLa menyebut Kunker yang mereka lakukan itu adalah Kunker Tandingan terhadap Kunker DPRD ke Bali. Menurut Hapri, rencana kegiatan tersebut merupakan kegiatan social dalam rasa kepedulian terhadap sesama manusia. “Setelah mendapat informasi dari anggota GeMaLa, kita lakukan peninjauan dan hari ini kita bergerak melakukan Kunker. Saya sebutkan, layaknya Kunker ini disebut sebagai Kunker Tandingan terhadap Kunker DPRD, mereka ke Bali kita ke gubuk reyot mbah Dakir,” kata Hapri dengan lantang sembari menyebutkan,

Menurut Hapri, dalam kurun waktu 3 bulan terakhir mereka telah mendata warga miskin di Kabupaten Labuhanbatu dan telah mereka publikasikan di media social facebook dengan akun GeMaLa. Namun hingga saat ini mereka belum melihat gebrakan nyata dari pihak eksekutif maupun legislative untuk menyikapi informasi yang telah dipublikasikan tersebut. “Kita melihat informasi yang dipublikasikan di akun Facebook Grup GeMaLa seolah-olah berlalu begitu saja. Ironinya, diakhir tahun DPRD Labuhanbatu malah melakukan Kunker ke Bali dengan menggunakan anggaran ratusan juta rupiah,” sebut Hapri sembari mengakui keakuratan anggaran Kunker DPRD ke Bali belum mereka miliki.

Lanjut Hapri, GeMaLa berharap kedepannya penggunaan anggaran yang dituangkan dalam anggaran belanja daerah dipergunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat bukan kepentingan kelompok semata. Menurutnya, jika anggaran Kunker DPRD ke Bali dialokasikan untuk membangun rumah layak huni bagi masyarakat miskin seperti mbah Dakir, puluhan rumah layak huni akan dapat terbangun. “Alokasi anggaran Kunker saja bisa mencapai ratusan juta, mengapa alokasi anggaran pemukiman untuk gubuk mbah Dakir tidak dialokasikan. Silahkan melakukan Kunker, tapi hak rakyat memperoleh kehidupan yang layak haruslah diperjuangkan DPRD selaku wakil rakyat,” ucap Hapri mengakhiri.

Pada pemberitaan sebelumnya, anggaran perjalan 45 anggota DPRD Labuhanbatu Kunker ke Bali bersama 4 orang wartawan dan 8 orang staf sebesar Rp4,1 juta perorang. Sedangkan anggaran untuk penginapan serta anggaran makan dan minum untuk kunker tersebut belum diketahui berhubung pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK), Indra belum dapat dikonfirmasi. (ls/ss/lb)

Lihat Juga

Tingkatkan Produksi Minyak, Pertamina Disarankan Fokus Kegiatan WOWS

JAKARTA | suarasumut.com  –  Menanggapi pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.