Beranda ›› Headline ›› DPO Berkeliaran di Pasar Gelugur, Kasat Reskrim: Laporkan Keberadaan Tersangka Agar Ditangkap

DPO Berkeliaran di Pasar Gelugur, Kasat Reskrim: Laporkan Keberadaan Tersangka Agar Ditangkap

Rantauprapat, suarasumut.com – Korban penganiayaan 8 satpam dan 1 penjaga Pasar Gelugur, Abdul Fadil (20) warga Jalan Manggis, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu harus berlapang dada menerima kebobrokan kinerja penyidik Polri di Resor Labuhanbatu, Daerah Sumatera Utara.

Pasalnya, Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu, AKP Hendra Eko T meminta agar keberadaan tersangka diberitahukan. “Sudah kita cari ke sana (pasar gelugur,red), tapi saat kita cari ke sana nggak ada kita temukan,” kata Hendra Eko T kepada suarasumut.com, Kamis (2/4).

Disebutkan pihak Polri lemah dalam mencari dan menemukan para tersangka yang masih bekerja di Pasar Gelugur, Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu itu meminta agar keberadaan para tersangka diberitahukan kepadanya. Menurutnya, saat informasi tersebut diterima, mereka akan segera turun ke lokasi dan menangkap para tersangka. “Lemah macam mana? Sudah kita cari, tapi saat kita ke sana, gak ada ditemukan. Laporkan keberadaannya, agar segera diturunkan anggota untuk menangkapnya,” jawab Hendra Eko berpangkat balok kuni tiga itu.

Tak beselang beberapa lama, ketika keberadaan tersangka Rudi diinformasikan memakai baju garis-garis berwarna cream berlengan panjang di Simpang Jalan Rangkuti-Balai Desa dan sedang bermain kartu, AKP Hendra Eko T tak sedikitpun memberikan respon. Bahkan, dikonfirmasi ulang via seluler, Hendra Eko T tak memberikan jawaban.

Sebelumnya, orangtua korban penganiayaan, Hanafiah (55) dikonfirmasi melalui selulernya menyebutkan, keberadaan tersangka Rudi berada di Simpang Jalan Rangkuti-Balai Desa dan sedang bermain kartu. Hal tersebut dikatakannya setelah Kasat Reskrim AKP Hendra Eko T meminta informasi keberadaan para tersangka yang mengkeroyok Abdul Fadil. “Sekarang si Rudi berada di Simpang Jalan Rangkuti-Balai Desa dan sedang bermain kartu. Bajunya lengan panjang bergaris-garis warna cream,” kata Hanafiah.

Menurut Hanafiah, pihak Polres Labuhanbatu sengaja tidak menangkap para pelaku, khususnya 8 orang yang bekerja sebagai Satpam di Pasar Gelugur. Hal tersebut dikatakannya sesuai fungsi Satpam yang berada dalam naungan Polri. “Logikanya dimana 8 tersangka pekerja Satpam di Pasar Gelugur masuk dalam daftar DPO? Bukannya Satpam itu dibawah naungan Polri! Saya berharap, aparat Polri di Polres Labuhanbatu tidak melakukan pembodohan terhadap masyarakat, khususnya korban tindak criminal,” jelas Hanafiah.

Sebagaimana yang telah diberitakan sebelumnya, tersangka Rudi Cs sudah dilaporkan ke Polres Labuhanbatu sejak 1 Oktober 2013 lalu. Walaupun sudah masuk daftar DPO Polres Labuhanbatu, namun pelaku pengeroyokan Rudi Cs bebas berkeliaran di Pasar Gelugur melakukan aktifitasnya. (ls/ss/lb)

Lihat Juga

Bupati Nias Ajak Gelar Turnamen Volly Bina Atlet Nias

Nias | suarasumut.com –  Bupati Nias Drs Sokhiatulo Laoli,MM mengajak semua pihak untuk menggelar turnamen …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.