Beranda ›› Headline ›› Ditipu Kades Simangalam, Polres Labuhanbatu Tolak Pengaduan Delvi

Ditipu Kades Simangalam, Polres Labuhanbatu Tolak Pengaduan Delvi

Rantauprapat, suarasumut.com – Kepolisian Resor (Polres) Labuhanbatu tolak pengaduan warga yang menjadi korban penipuan yang dilakukan oleh Arsinius Marpaung, oknum mantan Kepala Desa Simangalam Kecamatan Kualuh Hulu.

Rabu (1/10), kemarin, Delvi Hariani Tobing, 38, warga Aekkanopan, mendatangi Mapolres Labuhanbatu dengan maksud untuk membuat pengaduan terkait tindakan penipuan yang dialaminya. Di hadapan piket Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK), Delvi menjelaskan kronologi kasus yang menimpanya. Sial bagi Delvi, pengaduannya tidak diterima sama sekali. Petugas piket yang ada disana justru terkesan mempersulit Delvi untuk tetap membuat laporan pengaduaannya.

“Percuma aja kalian buat laporannya, karena ga bakal bisa diproses,” ujar petugas piket yang tidak diketahui identitasnya tersebut kepada Delvi yang saat itu didampingi beberapa orang pengurus LSM.

Diceritakannya, pada tahun 2012 lalu, Arsinius meminjam uang senilai Rp. 50.000.000, dengan jaminan berupa Surat Keterangan Tanah dan Surat Keterangan Ganti rugi. Namun setelah ditunggu-tunggu, uang tersebut tak kunjung dikembalikan Arsinius. Meski berkali-kali didesak, tetapi Arsinius tetap saja tidak menunjukkan itikad baik untuk melunasi hutangnya itu.

Merasa dipermainkan, akhirnya Delvi memutuskan untuk mencari tahu tentang keberadaan tanah tersebut. Namun sayang, ternyata sebidang tanah yang termaktub dalam surat yang diterbitkan pada tahun 2010 itu masih dikuasai dan diusahai oleh Arsinius. Anehnya lagi, Keman pemilik awal dari tanah tersebut ternyata telah meninggal dunia sejak tahun 2005 yang lalu.

Selain sebidang tanah itu tidak diketahui keberadaannya, dalam surat itu terdapat juga beberapa tandatangan saksi batas yang belakangan diketahui juga dipalsukan. Usut punya usut, ternyata SKT itu hanyalah surat yang sengaja dibuat-buat oleh Arsinius untuk meyakinkan Delvi agar tidak khawatir untuk meminjamkan uangnya. Bahkan tandatangan Delvi yang seolah-olah telah melakukan aksi jual beli dengan Keman pun ternyata turut dipalsukan juga oleh Arsinius.

“Dulu, karena merasa percaya, aku ga terlalu mempermasalahkan tandatanganku dipalsukan, tapi karena dia ga juga membayar hutangnya, akhirnya kuselidiki jugalah, dan nyatanya surat itu hanya surat palsu,” jelas Delvi yang kecewa dengan sikap polisi yang tidak mau menerima pengaduannya.

Informasi yang diperoleh dari beberapa orang warga Dusun Sidotani Desa Simangalam, beberapa tahun silam, tanah yang terdapat dalam surat itu sebenarnya telah dijual oleh Ngatimun, anak mendiang Keman kepada Arsinius yang pada saat itu masih menjabat sebagai Kepala Desa.

Arsinius Marpaung yang saat sudah tidak menjabat Kepala Desa, belum berhasil ditemui untuk diminta keterangannya. Sejak permasalahan ini muncul, pria yang saat ini sedang mempersiapkan diri untuk bertarung pada Pemilihan Kepala Desa tahun depan, kian sulit untuk ditemui. (rz/ss/lb).

Lihat Juga

PD Gerakan Pemuda Alwashliyah Labusel Dilantik

Labusel | suarasumut.com  –  Pengurus Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Alwashliyah (GPA) Kabupaten Labuhanbatu Selatan dilantik …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.