Beranda ›› Bisnis & Ekonomi ›› Disperindag Siap Membangkitkan Kewirausahaan Di Kota Gunungsitoli

Disperindag Siap Membangkitkan Kewirausahaan Di Kota Gunungsitoli

Gunungsitoli | suarasumut.com — Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kota Gunungsitoli siap membangkitkan Kewirausahaan di Kota Gunungsitoli. Untuk membangkitkan Kewirausahaan di Kota Gunungsitoli, Deperindagkop dan UMKM membuat gerakan Kebangkitan Kewirausahaan di Kota Gunungsitoli.

Ungkapan tersebut disampaikan Plt.Kepala Deperindagkop dan UMKM Kota Gunungsitoli Abdul Majid Chaniago ketika ditemui di kantor Deperindagkop dan UMKM Kota Gunungsitoli, Jalan Patimura, Desa Mudik, Kota Gunungsitoli, Selasa (8/11).

“Saat ini di Kota Gunungsitoli baru ada 916 UMKM. Kita targetkan dalam lima tahun bisa menjadi 3000 UMKM. Kita membuat gerakan Membangkitkan Kewira Usahaan di Kota Gunungsitoli, karena kita lihat dewasa ini kewirausahaan di Kota Gunungsitoli lambat, dan minat masyarakat berwira usaha sangat kurang,” ujar Plt.Kadis Deperindagkop dan UMKM Kota Gunungsitoli.

Untuk membangkitkan kewirausahaan di Kota Gunungsitoli, Abdul Majid mengatakan, Deperindagkop dan UMKM akan melakukan langkah langkah dengan meningkatkan sarana dan prasarana perdagangan di Kota Gunungsitoli seperti pasar.

Mempermudah izin kepada para pelaku usaha, memberikan modal kepada pelaku usaha mikro, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para pelaku usaha Industri Kecil Menengah (IKM), melakukan pengawasan dan pendampingan kepada para pelaku usaha.

Selain itu, Deperindagkop dan UMKM akan menjalin kerjasama dengan pihak BANK untuk mempermudah penyaluran KUR kepada pelaku usaha, menfasilitasi pelaku usaha untuk mengikuti event promosi di luar daerah, menfasilitasi kepemilikan Penomoran Industri Rumah Tangga (P-IRT) dan sertifikat halal, serta melakukan event promosi hasil produksi pelaku usaha di Kota Gunungsitoli.

Plt.Kepala Deperindagkop dan UMKM Kota Gunungsitoli mengakui, lambatnya dan kurangnya minat masyarakat Kota Gunungsitoli berwirausaha disebabkan oleh kurangnya intervensi pemerintah dalam meningkatkan kewirausahaan di Kota Gunungsitoli. Akibatnya, informasi tentang peluang usaha kurang didapat oleh masyarakat.

Keterbatasan modal serta kurangnya sumber daya manusia (SDM) aparatur di Kota Gunungsitoli juga menjadi kendala utama, sehingga dia berharap alokasi APBN dan APBD dapat diperbesar, dan personil Deperindagkop dan UMKM Kota Gunungsitoli bertambah.(alss-gs)

Lihat Juga

Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Karo Tahun 2020

Kabanjahe | suarasumut.com  –  Bupati Karo Terkelin Brahmana, SH membuka secara resmi FORUM KONSULTASI PUBLIK …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.