Beranda ›› Bisnis & Ekonomi ›› Dirjen Tanaman Pangan Dan Pangdam I/BB Panen Perdana Di Kota Gunungsitoli

Dirjen Tanaman Pangan Dan Pangdam I/BB Panen Perdana Di Kota Gunungsitoli

Gunungsitoli, suarasumut.com — Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Republik Indonesia Dr.Ir.Hasil Sembiring, M.Sc dan Pangdam I/BB Mayjen Edy Rahmayadi serta anggota DPR RI Daniel Johan panen perdana di Kota Gunungsitoli.

Panen perdana dilaksanakan di hamparan sawah Laezoyo pengembangan budidaya padi, Kelompok Tani Sejati yang terletak di Kecamatan Gunungsitoli Idanoi, Kota Gunungsitoli, Rabu (24/6).

Pada acara panen perdana, Walikota Gunungsitoli Drs.Martinus Lase, M.Sp memberitahu, panen perdana yang digelar merupakan karya nyata dari upaya kerja keras para petani, serta dukungan dari semua pihak yang saling bersinergi dan berkolaborasi dalam mewujudkan kesejahteran dan kemakmuran masyarakat.

Sesuai data, Kepulauan Nias memiliki sawah fungsional kurang lebih 36 ribu hektar, dengan kebutuhan benih sebanyak kurang lebih 1800 ton pertahun, atau setara dengan Rp 27 miliar.

Kebutuhan beras di Kepulauan Nias sebanyak kurang lebih 106 ribu ton pertahun, sementara kapasitas produksinya hanya sebesar kurang lebih 77 ribu ton pertahun. Sehingga, kebutuhan impor beras di Pulau Nias mencapai rata-rata kurang lebih 29 ribu ton pertahun.

Peluang inilah yang mendorong Pemerintah Kota Gunungsitoli melalui Dinas Pertanian, Peternakan, Kelautan dan Perikanan Kota Gunungsitoli melakukan Pengembangan Budidaya Padi.

“kita berharap, keberhasilan pembangunan sektor pertanian ini akan menjadi entry point (pintu masuk) bagi pengembangan sektor sektor perekonomian daerah lain, khususnya sektor jasa, perdagangan dan industri sesuai ciri kota pada umumnya” ujar Walikota.

Sebelumnya, dalam laporannya, Kepala Dinas Pertanian, Peternakan, Kelautan dan Perikanan Kota Gunungsitoli Eliyunus Waruwu menerangkan, Pemerintah Kota Gunungsitoli telah melaksanakan berbagai kegiatan yang bersumber dari Dana APBN, APBD Provinsi Sumatera Utara dan APBD Kota Gunungsitoli Tahun Anggaran 2015.

Kegiatan tersbeut adalah pengembangan budidaya dengan pemberian bantuan benih padi dengan target luas lahan 1000 Ha yang bersumber dari APBD Kota Gunungsitoli, kegiatan Bantuan Sosial Pemberdayaan Penangkaran Benih Padi dengan luasan 50 Ha, kegiatan Bantuan Sosial Pengembangan Seribu Desa Mandiri Benih sebanyak 4 unit dengan total luasan lahan 40 Ha.

Kegiatan Bantuan Sosial Pengembangan Jaringan Irigasi Tersier dengan luasan lahan 3625 meter, Bantuan Pupuk mendukung jaringan tersier sebanyak 42.950 Kg NPK dan 42.960 Kg Urea, Bantuan Alsintan mendukung Upsus/Upaya Khusus Padi, Jagung dan Kedelai berupa 10 unit Hand Traktor, 5 unit Pompa Air, Bantuan Sosial Optimasi Lahan Padi seluas 500 Ha, Kegiatan Upsus Jagung seluas 500 Ha dan Bantuan Sosial Perluasan Areal Tanam Melalui Peningkatan Indeks Pertanaman Kedelai seluas 100 Ha.

Untuk Pengembangan Budidaya Padi yang dilaksanakan di hamparan sawah Laezoyo Kecamatan Gunungsitoli Idanoi, Kota Gunungsitoli dengan luasan lahan kurang lebih 500 hektar, menurut Yunus Waruwu, Badan Pusat Statistik Kota Gunungsitoli telah melakukan pengubinan sebanyak 6 sampel dengan produktivitas terendah 6,08 Ton/Ha dan tertinggi 8,64 Ton/Ha.

“Hasil produktivitas sewaktu Panen Perdana di penangkaran benih padi dengan penerapan teknologi metode Hazton di Desa Bawodesolo Kecamatan Gunungsitoli Idanoi sebelumnya adalah 8,34 Ton/Ha, dan panen perdana Kelompok Tani Fowua 2 Desa Lasara Sowu Kecamatan Gunungsitoli Utara hasil produktivitas sebesar 5,6 Ton/Ha.

Hasil tersebut menurut Kadis Pertanian cukup menggembirakan, dibanding hasil produktivitas yang selama ini dilaksanakan oleh petani yang hanya mencapai produktivitas sebesar 3,66 Ton/Ha.

Pada kesempatan tersebut, dia berharap Program Kementerian Pertanian RI pada Tahun 2016 dapat memberikan perhatian lebih untuk daerah Kota Gunungsitoli, karena salah satu keterbatasan yang dimiliki adalah kurangnya sarana dan prasarana pertanian, tenaga penyuluh pertanian PNS.

Saat ini tenaga PPL, THL, TB (Penyuluh Pertanian Lapangan, Tenaga Harian Lapangan, Tenaga Bantu, red) yang berada di Kota Gunungsitoli sebanyak 21 orang, Tenaga Bantu Penyuluh sebanyak 30 orang yang diharapkan dapat terangkat sebagai Penyuluh Pertanian PNS di Kota Gunungsitoli.(sw/ss/gs)

Lihat Juga

PD Gerakan Pemuda Alwashliyah Labusel Dilantik

Labusel | suarasumut.com  –  Pengurus Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Alwashliyah (GPA) Kabupaten Labuhanbatu Selatan dilantik …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.