Beranda ›› Foto & Video ›› Dinkes Kota Gunungsitoli Musnahkan Obat Kadaluarsa/Rusak

Dinkes Kota Gunungsitoli Musnahkan Obat Kadaluarsa/Rusak

Gunungsitoli, suarasumut.com — Dinas Kesehatan Kota Gunungsitoli memusnahkan 204 item obat kadaluarsa (Expired) dan yang rusak. Pemusnahan/penghapusan obat kadaluarsa dan rusak milik Dinas Kesehatan Kota Gunungsitoli, dilaksanakan di halaman depan UPTD.Puskesmas Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli, Senin (5/10).

Sebelum pemusnahan, Wali Kota Gunungsitoli Drs.Martinus Lase, M.Sp yang diwakili Sekda Kota Gunungsitoli Drs.Edison Ziliwu, MM memberitahu, obat sudah ada batas waktu yang ditentukan untuk dapat dikonsumsi.

Apabila melebihi batas waktu, obat tersebut tidak diperkenankan lagi untuk dikonsumsi, karena apabila dikonsumsi, dapat menimbulkan bahaya bagi yang mengkonsumsinya. Jika disimpan terus, obat kadaluarsa tersbeut akan menyita tempat, dan harus memerlukan sistim penyimpanan yang aman.
Jika dibuang sembarangan, akan menimbulkan masalah bagi keamanan dan keselamatan manusia serta kelestarian lingkungan hidup.

“Kalau obat kadaluarsa kita buang di tempat sampah, dapat dipungut dan dijual kembali oleh pemulung. Hal tersebut dapat menimbulkan salah penggunaan yang sangat membahayakan,” tutur Sekda Kota Gunungsitoli.
Sehingga, untuk mencegah obat kadaluarsa dipergunakan oknum oknum tertentu secara sengaja atau tidak sengaja, Pemerintah Kota Gunungsitoli melalui Dinas Kesehatan Kota Gunungsitoli melakukan pemusnahan/penghancuran obat yang telah kadaluarsa atau rusak saat ini.

Sekda berharap, supaya kedepan, pengadaan dan pemanfaatan obat lebih optimal dan efesien. Bagian farmasi juga diminta lebih jeli dan teliti melakukan pencatatan obat yang masuk dan keluar dari gudang farmasi, untuk mencegah adanya obat kadaluarsa.

Obat Program Atau Buffer Stock

Kepala Dinas Kesehatan Kota Gunungsitoli Dr.Bulan Simanungkalit pada kesempatan yang sama memberitahu, obat yang dimusnahkan ada sebanyak 204 item. Obat tersebut terdiri dari obat cairan dalam botol, vial/ampul, tablet/kaplet/kapsul, dan bahan medis habis pakai yang ada di UPTD Puskesmas Kecamatan se Kota Gunungsitoli.

Obat obat tersebut bersumber dari pengadaan obat tahun 2010, 2011 dan 2013, obat program atau buffer stock dari Propinsi maupun pusat, dan obat dari Kabupaten Nias sebelum daerah otonomi baru (DOB) terbentuk, yang nilainya diperkirakan mencapai Rp 1,9 milliar.

Menurut Kadis Kesehatan, pemusnahan obat kadaluarsa/rusak yang berbentuk tablet/kaplet/kapsul dilaksanakan di UPTD.Puskesmas Gunungsitoli, Kecamatan Gunungsitoli. Sedangkan pemusnahan obat yang berbentuk cairan dilaksanakan di UPTD. Puskesmas Gunungsitoli Selatan, Kecamatan Gunungsitoli Selatan.

Disaksikan Penegak Hukum

Sesuai pantauan wartawan, pemusnahan obat kadaluarsa atau rusak milik Dinas Kesehatan Kota Gunungsitoli, disaksikan Kasdim 0213/Nias, Kasat Reskrim Polres Nias, Kasipidsus Kejari Gunungsitoli, Kepala Inspektorat Kota Gunungsitoli, dan perwakilan dari Pengadilan Negeri Gunungsitoli.

Pemusnahan dilakukan dengan cara menggilas obat kadaluarsa atau rusak menggunakan mesin gilas (Walls), kemudian obat yang telah digilas dibakar dalam tungku pembakar limbah milik UPTD.Puskesmas Gunungsitoli.(ih/ss/gs)

Lihat Juga

Bupati Nias Ajak Gelar Turnamen Volly Bina Atlet Nias

Nias | suarasumut.com –  Bupati Nias Drs Sokhiatulo Laoli,MM mengajak semua pihak untuk menggelar turnamen …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.