Beranda ›› Headline ›› Diminta Polres Labuhanbatu Tetapkan Kadis Pendidikan Labusel Jadi Tersangka

Diminta Polres Labuhanbatu Tetapkan Kadis Pendidikan Labusel Jadi Tersangka

Rantauprapat, suarasumut.com – Polres Labuhanbatu didesak untuk segera menetapkan status tersangka terhadap oknum Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Labusel yaitu, Abdul Manan Ritonga, yang telah dilaporkan atas kasus pemalsuan gelar dosen di Universitas Islam Labuhanbatu (UNISLA).

Abdul Manan Ritonga yang juga menjabat sebagai Dekan MIPA UNISLA tersebut telah dilaporkan ke Mapolres Labuhanbatu sejak Juli 2014 lalu. Dia dilaporkan oleh Rahmad Sihombing, salah seorang mantan dosen Unisla yang mengaku menjadi korban lantaran gelar Sarjana Sosial (S.Sos) yang disandangnya, telah dipalsukan menjadi Sarjana Pendidikan (Spd). Dimana, gelar SPd palsu milik dosen tersebut sengaja dibuat diduga untuk memenuhi persyaratan laporan kepada Direktur Jendral Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti).

Laporan pengaduan itupun kemudian resmi diterima pihak Polres Labuhanbatu dengan nomor laporan polisi : LP/932/VII/2014/RES-LBH. Dalam laporan tersebut, Abdul Manan Ritonga sebagai terlapor diduga telah melakukan tindak pidana dengan melanggar pasal 68 ayat (3) dari UU RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional Jo Pasal 263 subsider 266 KUHPidana.

Atas laporan itu, pihak Polres Labuhanbatu diketahui telah mulai melakukan penyelidikan dengan memintai keterangan sejumlah saksi. Bahkan, sesuai dengan surat pemberitahuan perkembangan penyelidikan bernomor B/892.a/IX/2014/Reskrim, pihak Polres Labuhanbatu mengaku akan menjemput paksa Abdul Manan Ritonga karena telah 2 kali tidak menghadiri panggilan polisi tanpa alasan yang sah.

Namun anehnya, setelah hampir setahun kasus tersebut dilaporkan, penanganan kasus itu diduga dihentikan begitu saja tanpa adanya keterangan jelas.”Maka kita mendesak kepada pihak Polres Labuhanbatu segera menetapkan tersangka dalam kasus pemalsuan gelar ini. Kalau tidak, jangan salahkan masyarakat berfikiran kalau polisi sengaja mengendapkan kasus ini kalau telah menerima sesuatu,” ujar Muktar E, SPd, salah seorang tokoh pengamat pendidikan di Labuhanbatu, Minggu (21/6) pada wartawan.

Menurut Muktar, pihak Polres Labuhanbatu seharusnya mengusut tuntas kasus dugaan pemalsuan gelar di Unisla tersebut. Karena katanya, hal itu merupakan modus yang sudah lama dilakukan petinggi di UNISLA untuk mengelabui pihak Dikti dan Kopertais yang menginginkan tenaga pengajar sesuai persyaratan. “Dan kita meyakini, bukan hanya gelar Rahmad saja yang dipalsukan, tidak tertutup kemungkinan gelar dosen lain juga dipalsukan. Makanya ini harus diusut tuntas,” tandasnya.

Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu AKP Hadi Siagian dikonfirmasi via telepon belum bersedia menjawab,pesan yang terkirim juga tak kunjung dijawab.

Sementara Kepala dinas pendidikan Labuhanbatu Selatan mengatakan kalau pelapor tersebut tidak punya otak untuk melaporkannya. ”Nggak tau diuntungnya anak itu,aku yang menolong-nolong dia dulu,bahkan terbilang pamily lagi kami sama dia tegalah dia gitu samaku,bante dialah biar maen kami nanti,”ucap manan saat dikonfirmasi melalui seluler.(ab/ss/rp)

Lihat Juga

PD Gerakan Pemuda Alwashliyah Labusel Dilantik

Labusel | suarasumut.com  –  Pengurus Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Alwashliyah (GPA) Kabupaten Labuhanbatu Selatan dilantik …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.