Beranda ›› Kabar Sumut ›› Gunungsitoli ›› Digeledah Polisi, IRT Keberatan Dan Ancam Tempuh Jalur Hukum

Digeledah Polisi, IRT Keberatan Dan Ancam Tempuh Jalur Hukum

Gunungsitoli | suarasumut.com — Karena digeledah personil Satuan Narkoba Polres Nias, WG (49) seorang ibu rumah keberatan, dan mengancam akan menuntut Polisi pelaku penggeledahan terhadap dirinya.

WG bersama tiga anaknya DY (19), RT (18) dan IT (8), digeledah personil Sat Narkoba Polres bersama personil anggota unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Sat Reskrim Polres Nias, di Pos Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan (KP3), di Pelabuhan Gunungsitoli, Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Saombo, Kota Gunungsitoli, Jum’at (20/11).

WG yang ditemui wartawan dikediaman orang tuanya di Jalan Magiao, Kelurahan Saombo, Kota Gunungsitoli, mengaku tidak tahu mengapa dia bersama tiga orang anaknya tiba tiba dicegat beberapa pria berpakaian preman yang mengaku sebagai personil Sat narkoba Polres Nias.

“Turun dari kapal kurang lebih pukul 09.00 wib, saya dan tiga anak saya naik becak mesin menuju rumah orang tua saya. Namun, beberapa pria yang mengaku personil Sat Narkoba Polres Nias mencegat kami, dan membawa kami ke Pos KP3. Di Pos KP3, kami menunggu Polisi Wanita beberapa lama, setelah Polwan tiba, saya dan anak saya disuruh buka baju dan digeledah dalam sebuah kamar,” terang WG.

Kepada wartawan, WG mengaku, dia dituding membawa barang haram narkoba sehingga digeledah. Namun, saat digeledah, Polisi tidak menunjukkan surat penggeledahan, dan anaknya paling kecil digeledah tanpa didampingi petugas Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) ataupun Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA).

Kembali Karena Orang Tua Meninggal

WG memberitahu, dia telah tiga tahun tinggal di Medan bersama anak anaknya, dan kembali ke Pulau Nias untuk melihat jenazah orang tuanya yang telah meninggal, Rabu (18/11). Dia sangat terkejut, dan anak anaknya shock akibat dicegat saat turun dari kapal, serta digeledah Polisi atas tudingan membawa narkoba.

“Saya dan anak anak saya kaget ketika dicegat dan dibawa ke Pos KP3. Anak anak saya hingga kini masih shock, karena tadi mereka disuruh membuka baju dan badannya digeledah semua. Kalau memang pemeriksaan rutin, kenapa hanya kami yang dicegat dan diperiksa,” ujar WG.

Informasi Masyarakat

Pjs.Paur Humas Aiptu.Osiduhugo Daeli yang dihubungi wartawan melalui telepon seluler membenarkan, anggota Sat Narkoba Polres Nias melakukan penggeledahan terhadap seorang ibu rumah tangga dan beberapa anaknya di Pos KP3 Pelabuhan Gunungsitoli tadi pagi, Jum’at (20/11).

Penggeledahan terhadap WG dan anak anaknya dilakukan berdasarkan informasi dari masyarakat, dimana WG diduga membawa barang haram berupa narkoba. Terkait keberatan WG, Humas Polres Nias menegaskan jika pelaksanaan penggeledahan sudah sesuai prosedur.

“Kalau mereka keberatan, silahkan saja. Pelaksanaan penggeledahan yang dilakukan personil Sat Narkoba Polres Nias tadi pagi sudah sesuai prosedur, dan sudah ada surat perintah,” terang Osiduhugo Daeli.

Osiduhugo menjelaskan, penggeledahan terhadap seseorang yang dicurigai telah diatur dalam surat keputusan Kapolri no.Pol:Skep/1205/IX/2000. Penggeledahan juga berhak dilakukan oleh penyelidik atas perintah penyidik, dan penyelidik dalam hal ini adalah setiap anggota kepolisian.

Selain itu, sesuai pasal 34 KUHAP, jika dalam keadaan yang sangat perlu dan mendesak, penyidik harus segera bertindak dan tidak mungkin untuk mendapatkan surat izin terlebih dahulu. Penyidik harus menunjukkan surat penggeledahan yang ditandatangani oleh kepala satuan atau penyidik sendiri atau penyidik pembantu.(ih/ss/gs)

Lihat Juga

PD Gerakan Pemuda Alwashliyah Labusel Dilantik

Labusel | suarasumut.com  –  Pengurus Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Alwashliyah (GPA) Kabupaten Labuhanbatu Selatan dilantik …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.