Beranda ›› Kabar Sumut ›› Dairi ›› Diduga, PPK Dinas Pertanian Dairi Mark Up Proyek Bantuan Ternak Sapi T.A 2013

Diduga, PPK Dinas Pertanian Dairi Mark Up Proyek Bantuan Ternak Sapi T.A 2013

Dairi, suarasumut.com – Oknum Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bidang Peternakan di Dinas Pertanian Dairi, Togi Capah,Spt, di duga telah melakukan Mark Up, pada pembelian ternak Sapi Tahun anggaran 2013, senilai Rp 300 juta, yang sumber dananya berasal dari Bantuan Pengembangan Budidaya Sapi Potong Kementrian Pertanian, Direktorat Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan Pusat.

Dari hasil investigasi awak media ini ke Desa Sigambir-gambir Kecamatan Siempat Nempu Hulu, beberapa waktu lalu menemukan kejanggalan, dimana salah satu kelompok tani Marsiurupan yang diketahui menerima bantuan ternak sapi sebanyak 31 ekor, namun di lapangan hanya ditemukan cuma 23 ekor.

Dari keterangan ketua Kelompok Tani Marsiurupan, Simon Tohap Simamora, bahwa bantuan Ternak Sapi tersebut diberikan pada pertengahan maret 2013, oleh Togi Capah yang mengaku dari Dinas Pertanian Dairi.

Sebelum menyerahkan bantuan ternak sapi tersebut, Togi Capah memerintahkan Simon Simamora untuk menandatangani perjanjian kesanggupan untuk memelihara sapi tersebut. Dana sebesar Rp 300 juta, dikatakan ditransfer kerekening kelompok tani, selanjutnya kelompok tani yang melakukan pembelian sebanyak 31 ekor sapi tersebut.

Entah bagaimana, setelah dana diterima dan masuk kedalam rekening kelompok tani Marsiurupan, Togi Capah mendatangi, Simon Simamora di Desa Sigambir-gambir, dan meminta agar ia nya langsung yang membeli sapi tersebut ke luar Dairi. Permintaan itu di penuhi oleh Simon. Pada waktu itu juga, Simon menarik uang sebesar 100 juta dan diserahkan kepada Capah untuk membeli 10 ekor sapi.

Penarikan Dana sebesar Rp 300 juta dilakukan Capah sebanyak tiga kali. Didalam kontrak, pembelian ternak sapi 31 ekor sebesar Rp 274.500.000, sarana penunjang sebesar Rp 23.500.000 dan administrasi sebesar Rp 2 jt. Ternak sapi tersebut dibeli dengan harga Rp 8.8 jt/ ekornya jika sama besar dan beratnya. Hal ini lah yang menjadi tanda tanya ketika awak media ini turun kelokasi Kelompok Tani di Desa Sigambir-gambir.

Keberadaan ke 31 ternak sapi tersebut tidak bisa di tunjukkan oleh Ketua Kelompok Tani entah dimana. ” Memang saya Ketua Kelompok Taninya pak, tapi bukan saya yang membeli sapi itu, Togi Capah yang membelinya dari Pematang Siantar. Katanya dia beli per ekornya Rp 8.800.000, tapi besarnya tidak merata, sampai saat ini sudah 8 ekor yang mati pak, rata rata yang mati yang masih anakan belum bertanduk,” ucap Simon Simamora lugu.

Berdasarakan keterangan Ketua Kelompok Tani tersebut, diduga Togi Capah telah melakukan Mark Up sebesar puluhana juta rupiah pada pembelian beberapa ekor sapi dari Pematang Siantar itu. Besar dan Usia Sapi yang dibeli tidak merata sesuai dengan kontrak yang telah di tentukan. Sehingga ketahanan tubuh sapi saat diserahkan kepada Kelompok Tani tidak stabil dan mengakibat kan kematian.

Di samping itu, kecurigaan timbul ketika wartawan menanyakan tentang apakah ketua kelompok Tani membuat surat laporan tentang matinya 8 ekor sapi tersebut, dan dijawab tidak ada sampai saat ini. ” Belum ada sampai saat ini surat laporan kami buat pak, itu disuruh pak Capah, kami menurut saja apa yang di bilangnya, dia kan pimpinan proyek sapi itu,”tambah Togi.

Sampai berita ini dikirimkan ke redaksi, awak media coba konfirmasi PPK Dinas Pertanian TA 2013, Togi Capah, Spt tapi belum berhasil ditemui.(vd/ss/dr)

Lihat Juga

PD Gerakan Pemuda Alwashliyah Labusel Dilantik

Labusel | suarasumut.com  –  Pengurus Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Alwashliyah (GPA) Kabupaten Labuhanbatu Selatan dilantik …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.