Beranda ›› Headline ›› Diduga Lamban Urus SK Veteran, Pihak Kaminvedcad Sibolga Marah-marah
Ket gbr: Waldemar Hutagalung dan anaknya Bandung Hutagalung saat diwawancarai awak media.
Ket gbr: Waldemar Hutagalung dan anaknya Bandung Hutagalung saat diwawancarai awak media.

Diduga Lamban Urus SK Veteran, Pihak Kaminvedcad Sibolga Marah-marah

SIBOLGA | suarasumut.com  –  Pihak Kantor Administrasi Veteran dan Cadangan (Kaminvedcad) I/15 TT di Kota Sibolga marah-marah kepada sejumlah wartawan. Padahal, para awak media hadir untuk meliput kedatangan seorang pejuang yang ingin mempertanyakan perihal permohonan SK Veterannya yang diduga lamban pengurusannya, Selasa (4-9-2018).

Awalnya, para awak media meminta izin untuk masuk ke dalam ruangan dimana Waldemar Hutagalung (91) sang pejuang, bersama anaknya Bandung Hutagalung (38), sedang berdialog dengan seorang petugas kantor administrasi veteran tersebut.

Setelah dipersilahkan masuk dan disiapkan kursi, para awak media mencoba mengabadikan momen itu. Sesaat kemudian, seorang pegawai kantor itu mempertanyakan kehadiran para awak media. Lalu terjadi perdebatan.

“Kalian datang sebagai apa, keluarga?,” tanyanya.

Seorang awak media kemudian menjelaskan. “Enggak, aku wartawan Sib, aku pernah memberitakan bapak ini,” kata Helman Tambunan.

“Udah keluar saja dulu. Ini mau mengurus manusia ini,” sahut seorang pegawai kantor lainnya dengan nada tinggi.

“Gak, kalian kayak mau ada tekanan-tekanan,” timpal pegawai kantor itu lagi.

Helman Tambunan kemudian menyangkal tudingan tersebut. “Bukan, ini supaya didengar pusat,” ujarnya.

Tiba-tiba seorang pegawai kantor menyela. “Biar didengar pusat! Jadi dia yang bertanggungjawab di sini apa saya!,” tandasnya dengan nada tinggi sambil menunjuk ke arah Waldemar Hutagalung lalu mengetuk meja di depannya.

“Ini instansi,” timpal pegawai yang mengaku penanggung jawab itu lagi setelah menampik permintaan maaf dari seorang awak media lainnya, Raymon.

Para awak media kemudian memutuskan menunggu di luar ruangan tersebut. Terdengar dari teras kantor suara keras pegawai kantor itu yang menyebutkan agar berkas usulan milik Waldemar Hutagalung tersebut agar dikembalikan saja.

Anehnya lagi, saat hendak dikonfirmasi setelah pihak Waldemar Hutagalung dan anaknya keluar dari ruangan, pihak kantor veteran menghindar untuk diwawancarai. Bahkan saat coba ditanyai siapa nama pimpinan kantor tersebut, para pegawai di kantor itu juga menghindar.

“Jelas, kalian mau ngapain ke sini. Ini kantor saya, suka saya di kantor saya. Mau dilindungi undang-undang, mau apa,” ujar pegawai yang mengaku sebagai penanggungjawab di kantor itu sambil berlalu mengendarai mobilnya.

* Usulan Waldemar Hutagalung sudah 6 Tahun tak selesai

Sementara itu, pejuang Waldemar Hutagalung mengakui usulan SK Veteran sudah diajukan sejak 6 tahun lalu. Disampaikannya melalui Kantor Administrasi Veteran dan Cadangan I/15 TT Kota Sibolga. Namun hingga kini usulannya tak kunjung direalisasikan.

“Mengurus veteran saya. Harus ada saksi katanya. Sudah enam tahun,”ujar Waldemar Hutagalung lirih saat diwawancarai awak media setelah keluar dari ruangan kantor itu.

Mantan pejuang yang bertugas di Sektor IV Pertahanan Rakyat Semesta (PRS), Desa Naga Timbul, Kecamatan Sitahuis, Tapanuli Tengah, menyatakan bahwa ternyata berkasnya belum dikirim kemana-mana.

“Kalau tidak saya yang minta informasi (perihal usulan) dari mereka, saya tidak tahu bagaimana keterangannya. Jadi belum dikirim. Katanya belum lengkap, saksi, padahal saksi sudah mati,” ujar Waldemar sambil menunjukkan dokumen lainnya yang menyatakan bahwa dirinya adalah seorang mantan pejuang kemerdekaan (ip/ril-ss-sb)

 

Lihat Juga

Korban Longsor Di Nias Selatan Kembali Ditemukan

Nias Selatan | suarasumut.com  –  Satu korban longsor di Desa Sukamaju Mohili, Kecamatan Gomo, Kabupaten …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.