Beranda ›› Headline ›› Di PN Rantauprapat, Cabuli Anak Kandungnya Sampai Melahirkan, Ayah Beranak Enam Dituntut 15 Tahun

Di PN Rantauprapat, Cabuli Anak Kandungnya Sampai Melahirkan, Ayah Beranak Enam Dituntut 15 Tahun

Rantauprapat | suarasumut.com  –  Sidang perkara ayah mencabuli anak kandungnya hingga melahirkan seorang anak, digelar di PN Rantauprapat, Selasa (19/7). Dalam sidang tertutup untuk umum itu, terlihat Majelis Hakim yang di Ketuai oleh Jazuri mendengarkan surat tuntutan dari Jaksa terhadap terdakwa MH (20) warga Tanjungleidong Kecamatan Kualuhledong Kabupaten Labuhanbatu Utara dituntut JPU 15 tahun Penjara.

“Dituntut 15 tahun penjara, denda satu milyar subsidair 1 tahun penjara. Dan sidang putusan ditunda satu minggu” ucap JPU Susi Sihombing usai sidang.

Dijelaskan JPU, terdakwa terbukti melanggar Pasal 81 ayat 3 UU RI NO.35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dalam dakwaan pertama.

Sementara itu, dalam dakwaan Jaksa, perbuatan terdakwa terjadi pada bulan Agustus 2015 sekira pukul 08.00 wib korban sebut saja bunga (17) bersama dengan terdakwa sedang menderes di kebun karet tetangganya yang berjarak sekitar 2 Kilometer dari rumah korban. Saat sedang menderes terdakwa memanggil dan mendekati korban. Saat itu juga terdakwa langsung memeluk pelaku sambil mengancam pelaku. “Jangan lari kau, nanti ku bunuh kau, dan jangan kau bilang sama orang nanti ku bunuh kau,” terang terdakwa, kemudian terdakwa langsung mencabuli anak pertamanya itu.

Tak hanya disitu, aksi bejat terdakwa terus berlanjut bahkan dalam seminggu korban dicabuli ayahnya sebanyak empat kali.

“Korban dalam seminggu empat kali dicabuli ayahnya hingga korban hamil. Nah, karena si korban hamil tetangganya yang melihat itu langsung melapor ke Polisi. Hingga terdakwa ditangkap dan menjalani sidang hari ini,”tambah J.Nababan selaku Panitera pengganti yang menyidangkan perkara itu.

Atas tuntutan yang dibacakan oleh JPU, Praktisi hukum di Labuhanbatu Benny Sahala Tambunan SH menilai jika tuntutan yang ajukan JPU terhadap terdakwa sudah sangat maksimal.

“15 tahun penjara itu sudah tuntutan maksimal. Semoga hal itu bisa menjadi efek jera bagi terdakwa,”katanya.(ab/ss-lb)

Lihat Juga

Tingkatkan Pelayanan, Pemkab Nias Benahi Manajemen Kepegawaian

Nias | suarasumut.com  –  Meningkatkan pelayanan dan mewujudkan kondisi birokrasi yang ideal, Pemerintah Kabupaten Nias …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.