Beranda ›› Headline ›› Dalihkan Kerugian Rp1 Juta Disertai Kekerasan, Mahasiswi Ini Dituntut 1 Tahun 6 Bulan

Dalihkan Kerugian Rp1 Juta Disertai Kekerasan, Mahasiswi Ini Dituntut 1 Tahun 6 Bulan

Rantauprapat, suarasumut.com – Sejak disidang akhir Maret 2015 lalu, pencurian dan pemerasan handphone menggunakan kekerasan yang didakwakan Pasal 365 ayat (2) ke-2 junto Pasal 368 ayat (2) KUHP terhadap terdakwa Monalisa, mengesankan tidak berpedoman dengan Pasal 89 KUHP. Tak pelak, Peraturan Mahkamah Agung (Perma) 02 Tahun 2012 tentang Penyesuaian Batasan Tindak Pidana Ringan tidak diberlakukan terhadap perkara terdakwa Monalisa.

Informasi yang dihimpun suarasumut.com hingga Selasa (21/4), atas perkaranya yang disidang di Pengadilan Negeri (PN) Rantauprapat itu, terdakwa Monalisa yang masih berstatus mahasiswi disalahsatu perguruan tinggi Kabupaten Labuhanbatu terancam hukuman pidana penjara maksimal 12 tahun. Oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Erna, terdakwa Monalisa dituntut pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan.

Megawati br Sitorus, ibu terdakwa Monalisa yang ditemui di Pengadilan Negeri Rantauprapat mengaku pasrah terhadap kewenangan subjetifitas JPU dan Majelis Hakim yang menangani perkara tersebut. Menurut Megawati, selaku masyarakat kurang mampu dan awam ilmu hukum,dirinya merasakan anaknya itu dikriminalisasi.

“Kami tidak paham hukum, kami hanya bisa pasrah dan berserah kepada Tuhan. Bagaimana mungkin anak saya dituduh mencuri, handphone (barang bukti,red) itu saja korban yang menyerahkan kepada Polisi,” kata Megawati br Sitorus sembari menyebutkan lamanya tuntutan JPU terhadap anaknya.

Secara terpisah, Kasipidum Kejaksaan Negeri Rantauprapat, Alan Baskara yang dikonfirmasi melalui selulernya mengaku, handphone milik korban yang sempat dikuasai oleh rekan terdakwa (Pspt dalam berkas terpisah) sudah merupakan tindak pidana pencurian.

“Beralihnya handphone milik korban ke tangan pelaku, itu apa namanya,” jawab Alan Baskara sekalipun disebutkan handphone yang dijadikan barang bukti langsung dikembalikan rekan Monalisa kepada korban di tempat kejadian perkara (TKP).

Selain itu, terkait pencurian dan pemerasan menggunakan kekerasan, Alan Baskara berdalih kategori kekerasan yang dimaksud Pasal 89 KUHP, bukanlah semata-mata hanya kekerasan fisik, namun bias juga dilakukan secara psikis. Sementara, sesuai fakta persidangan dengan agenda keterangan saksi, kategori kekerasan yang didakwakan terhadap Monalisa dikarenakan adanya pemukulan di kepala korban yang saat itu masih menggunakan helm.

“Lihatlah penjelasannya (Pasal 89 KUHP,red). Kekerasan itu bukan hanya fisik tapi bisa juga dilakukan secara psikis,” kata Alan Baskara saat disebut pengertian menggunakan kekerasan tersebut sebagaimana dimaksud Pasal 89 KUHP.

Pada pemberitaan sebelumnya, kasus yang menjerat Monalisa bermula pada tanggal 24 Februari 2015 sekitar pukul 14.30 WIB di jalan Menara, Kelurahan Siringo-ringo, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu. Saat itu, sepeda motor yang dikendarai Monalisa bersama Pspt (terdakwa dalam berkas terpisah) mogok karena kehabisan bensin.

Saat itu, Pspt dan Monalisa meminta uang Rp10 ribu kepada Fsrh yang sedang melintas di lokasi yang sama. Namun karena Fsrh mengaku tidak memiliki uang, Pspt mengambil handphone korban yang diletakan di bagasi depan (terbuka,red) sepeda motor milik korban.

Usai handphone dikuasai, Monalisa mengajukan kembali permintaan uang Rp10 ribu kepada korban untuk mengisi bensin sepeda motor yang dikendarinya bersama Pspt. Karena Fsrh tetap mengaku tidak punya uang, Monalisa memukul (tangan kosong,red) kepala korban yang saat itu masih menggunakan helm dikepalanya, dan handphone dikembalikan kepada korban.

Namun naas, sekitar pukul 15.30 WIB, dengan mengendarai sepeda motor, Fsrh yang ditemani ibunya mendatangi kembali Monalisa dan Pspt di TKP. Melihat gelagat buruk itu, Monalisa dan Pspt melarikan hingga akhirnya ditangkap di Simpang Jalan Padang Bulan, Kelurahan Padang Bulan, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhabatu.

Tak berselang berapa lama, dengan mengendarai mobil Patroli, satuan Polri Resor Labuhanbatu tiba di lokasi penangkapan Monalisa dan Pspt dan membawanya ke Polres Labuhanbatu untuk diperiksa. Sesuai keterangan terdakwa Monalisa dan Ibunya, Megawati br Sitorus, serta tidak dibantah Kasipidum, Alan Baskara, korban yang menyerahkan barang bukti handphone kepada anggota Polri di Resor Labuhanbatu. “Handphone yang dituduh kami curi, korban sendiri yang menyerahkan kepada polisinya,” kata Monalisa beberapa waktu lalu di ruang sel PN Rantauprapat. (ls/ss/lb)

Lihat Juga

Danramil 09/Sirombu Turut Sukseskan Program KB Manunggal

Nias Barat | suarasumut.com  –  Beberapa tahun belakangan pemerintah melibatkan TNI dalam mensukseskan program KB …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.