Beranda ›› Headline ›› DADU KOPYOK MARAK, DI TUDING POLSEK TAK BERNYALI

DADU KOPYOK MARAK, DI TUDING POLSEK TAK BERNYALI

Tanjung Leidong, suarasumut.com – Hasil pantauan pewarta suara sumut di daerah Kecamatan Kualuh Leidong Kabupaten LabuhanBatu utara, tampak marak sekali judi jenis samkwan di beberapa tempat, khususnya di beberapa desa yang ada Kualuh Leidong, dimana masyarakat sedang menggelar acara pesta. Saat judi kopyok di buka tampak banyak sekali di datangi para pemain judi, baik kalangan anak-anak maupun orang yang sudah dewasa.

Menguritanya judi jenis Dadu yang kerap di sebut Samkwan kian hari membuat resah para warga khusunya ibu rumah tangga yang mana sampai saat ini sepertinya tidak dapat di berantas oleh pihak penegak hukum setempat, di duga ada kong kalikong antara bandar dadu dengan pihak penegak hukum setempat.

Menurut salah seorang pemuka agama ABU SOFYAN mengatakan” yang namanya judi itu diharamkan oleh agama manapun tanpa kecuali.dan didalam undang undang kepemerintahan pun di larang ,dan KUHP yang mengaturnya.tapi heran nya kenapa tetap saja judi dadu jenis samkwan semakin menggurita dan terkesan sulit untuk di berantas.

“Jangan – jangan ada udang di balik batu semuanya ini, dalam hal ini saya harap kepada Kapolda Sumut agar segera melakukan kroscek ke lapangan. Bila menemukan ada anggota yang membeking agar di tindak dengan tegas , dan bila perlu di pecat. Kalau sampai anggota hamba hukum berani membeking judi, tidak lebih telah menjual moral dan sumpah jabatan, hal ini jelas dapat memalukan institusi korps baju coklat,” ungkap abu sofyan.

Menanggapi hal tersebut Ketua LSM PIPMI Kualuh Leidong Hasan Basri mengatakan dengan tegas “saya harap kepada bapak Kapolda agar segera menindak tegas para bandar judi jenis samkwan, bila tidak, di kuatirkan sebentar lagi para ibu -ibu rumah tangga tidak dapat memasak lagi dalam arti uang hasil gaji suami habis di telan samkwan.

“APA PUN CERITANYA, yang namanya judi harus segera di bumi hanguskan dari tanah pertiwi ini. Siapun membeking harus segera di tindak tegas ,baik itu preman atau aparat sekali pun harus di tindak tegas. Bila tidak ada penindakan tegas ,masyarakat tidak percaya dengan hukum lagi,”tandas Hasan Basri.

Menurut sumber pewarta “maraknya judi jenis samkwan ini, di beking oleh aparat , karena di lapangan sumber mengatakan’aparat kepolisian setempat turut melihat berjalannya dadu kopiok tanpa adanya penindakan yang di lakukan. Di sini kita menduga, bila tidak ada upeti, bisa bisa pihak aparat hukum turut andil modal agar dapat meraup keuntungan demi untuk kepentingan pribadi,”kata sumber yang tidak mau disebutkan namanya.

Saat suarasumut.com di konfirmasi Kapolsek Kualuh hilir /Leidong AKP.H. Tampubolon mengatakan,” gimana mau kita buat, yang buka pun tetangga sebelah, (korps baju hijau) kadang kala kita di lapangan pun butuh bantuan orang itu,”kata Kapolsek dengan enteng. (ah/ss/kl)

Lihat Juga

PD Gerakan Pemuda Alwashliyah Labusel Dilantik

Labusel | suarasumut.com  –  Pengurus Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Alwashliyah (GPA) Kabupaten Labuhanbatu Selatan dilantik …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.