Beranda ›› Headline ›› CURI MOTOR, 2 OKNUM ANGGOTA POLRES DITANGKAP PROPAM

CURI MOTOR, 2 OKNUM ANGGOTA POLRES DITANGKAP PROPAM

GUNUNGSITOLI, suarasumut.com — Diduga terlibat pencurian sepeda motor milik dinas BPBD Kabupaten Nias Utara, dua oknum anggota Polres Nias yang bertugas di Sat Sabhara Polres Nias ditangkap Propam Polres Nias. Kini kedua tersangka Bripda FE dan Bripda TJH ditahan di sel tahanan Mapolres Nias.

Kapolres Nias AKBP Juliat Permadi Wibowo, S.Ik, MH melalui Pj.Kaur Humas Polres Nias Aipda.O’Osiduhugo Daeli bersama Wakil Kanit Propam Aipda Fowa’a Zebua dan Anggota Propam Polres Nias Brigadir Jones Zai yang ditemui suarasumut.com di Mapolres Nias, Selasa (13/5/2014) membenarkan hal tersebut dan kini kasus yang menjerat kedua tersangka telah dilimpahkan Propam ke Sat Reskrim.

Dia menjelaskan, kedua tersangka ditangkap karena melakukan pencurian sepeda motor Vixion dengan nomor polisi BB 2259 Q milik Dinas BPBD Kabupaten Nias Utara yang dipakai oleh Vixen BB.2259 Q milik Pemda Nias Utara dan kesehariannya di pergunakan oleh Arman Syukur Hulu.

Pencurian sepeda motor tersebut menurut pengakuan kedua tersangka menurut Pj.Kaur Humas Polres Nias, dilakukan, Sabtu (10/5) pukul 16.00 wib di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Saombo, tepatnya disamping gudang bulog Kota Gunungsitoli, dimana keduanya melakukan aksi dengan mengendarai Mobil Avanza BK. 1051 VE warna Hitam yang disewa.

Dimana keduanya melihat sepeda Motor Vixion korban terpakir di teras sebuah kos kosan, dan mengangkat sepeda motor tersebut kedalam mobil yang kursi belakang sengaja diawas melalui pintu belakang. Lalu keduanya menujua ke Kabupaten Nias Selatan untuk menemui pembeli yang telah berjanji sebelumnya kepada keduanya.

Terungkap Berkat Penyelidikan Propam

Ditempat yang sama, Wakil Kanit Propam Aipda Fowa’a Zebua menambahkan, penangkapan keduanya berasal dari hasil penyelidikan Propam Polres Nias terkait maraknya pencurian sepeda motor di Kota Gunungsitoli, dimana dari hasil penyelidikan, Propam menduga ada keterlibatan Bripda TJH yang telah lama tidak masuk tugas setelah selesai BKO di Nias Selatan pada Pemilu yang lalu.

Sehingga Propam Polres Nias bekerjasama dengan anggota Polres Nias Selatan menjebak kedua pelaku, dimana anggota Polres Nias Selatan menyaru sebagai pembeli dengan menghubungi kedua tersangka dan berniat membeli sepeda motor bodong.

Dari negosiasi anggota Polres Nias Selatan dengan kedua tersangka, maka disepakati pertemuan dilakukan di Nias Selatan pada Sabtu ( 10/5), sehingga kedua tersangka langsung membawa sepeda motor vixion yang baru dicurike Nias Selatan menggunakan mobil, sehingga ketika sedang negosiasi dengan kesepakatan harga Rp 10 juta di salah satu Doorsmerr di Nias Selatan, Brigadir Abdi Sinuraya, Brigadir MP. Ketaren, Briptu M. Indra Hasibuan, Bripda Giri Pratomo yang sudah tiba di Nias Selatan langsung meringkus Bripda TJH yang sedang berdiri di dekat sepeda motor curian, sedangkan Bripda FE yang masih berada diatas mobil sempat kabur.

Namun, Bripda FE esoknya, Minggu (11/5/2014) ditangkap ditempat kostnya di Kota Gunungsitoli oleh Aipda Fowa`a Zebua, Brigadir Jones Zai, Brigadir MP. Ketaren dan Bripda Giri Pratomo. Atas perbuatannya Bripda FE dijerat dengan pasal 363 ayat 1 ke 3 E, 5E subside pasal 486 yo 55,56 dengan hukuman maksimum 7 tahun penjara.

Sedangkan Bripda TJH dijerat dengan pasal 363 ayat 1 ke 3 E, 4E,5E yo pasal 55,56 KUHpidana dengan ancaman hukuman maksimum 9 tahun penjara. Sedangkan untuk kode etik Polri, keduanya dikenakan pasal 14 ayat 1 huruf a dari PP no 1 tahun 2003 yo pasal 5 tentang pemberhentian anggota Polri dan huruf A PP no 2 tahun 2003 tentang disiplin anggota Polri.
Untuk diketahui, Bripda FE juga merupakan mantan revidifis terkait kasus yang sama.(sp/ss/gs)

Lihat Juga

Reckitt Benckiser Dan Kemenkes Kolaborasi Edukasi Pentingnya Menjaga Kesehatan

Jakarta | suarasumut.com  –  Kesadaran masyarakat Indonesia akan pentingnya menjaga kesehatan masih sangat rendah. Baik …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.