Beranda ›› Foto & Video ›› Bupati Sergai Tinjau Tanah Timbul Di Pantai Cermin

Bupati Sergai Tinjau Tanah Timbul Di Pantai Cermin

Sergai | suarasumut.com  –  Bupati Serdang Bedagai (Sergai) Ir. H. Soekirman melakukan peninjauan atas tanah timbul seluas 23 hektar dan sekaligus memancang patok batas sementara daerah lokasi hutan lindung yang berlokasi di Dusun XI Desa Kota Pari Kecamatan Pantai Cermin. Di sela-sela peninjauan ini, Bupati berserta rombongan menanam pohon kelapa dan cemara menandakan kehadiran negara khususnya Pemkab Sergai di dataran yang telah ditetapkan sebagai Areal Penggunaan Lain (APL) dan merupakan aset negara. Ketentuan ini ditetapkan melalui Surat Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan Nomor S.462/KUH/PKHWI/PLA-2/9/2016.

Turut hadir dalam acara peninjauan tersebut Kepala Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Wilayah I Medan Ir. Lontas Jonner Sirait, Kepala Badan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Wampu Sei Ular Ahmad Syofyan SE, MSi, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) M. Alliuddin, SP, MP, Kepala Bappeda Ir. Kaharuddin, Kabag Humas Benny Saragih, Camat Pantai Cermin Gunawan JW Hasibuan S.STP, jajaran Muspika Kecamatan Pantai Cermin, Kades serta masyarakat Desa Kota Pari dan sekitarnya.

Dilokasi peninjauan tersebut Bupati Sergai mengatakan, bahwa sebagaimana telah ditetapkan bahwa status tanah timbul ini merupakan aset negara yang peruntukannya sebagaimana amanat UUD 1945 Pasal 33 ayat 3 adalah sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat, khususnya yang bermukim di sekitar wilayah tanah tersebut. Untuk itu maka Pemkab Sergai melalui Dishutbun dan Bappeda akan segera melaksanakan proses perencanaan partisipatif pemanfaatan 23 hektar lahan tanah timbul sehingga dapat segera dikelola secara optimal.

Kepemilikan tanah timbul ini menurut Bupati Sergai sedang dalam proses pengajuan permohonan hak kepemilikan menjadi aset Pemkab Sergai kepada Badan Pertahanan Nasional. “Untuk itu, menjadi tanggung jawab kita bersama untuk mengawasi lokasi tanah timbul ini agar tidak diklaim atau dikelola oleh pihak yang tidak bertanggung jawab tanpa dasar hukum atau kepemilikan yang jelas. Masyarakat sekitar diminta untuk bersama-sama dengan aparat desa dan kecamatan dalam menjaga keamanan kawasan tersebut dari pemanfaatan demi kepentingan pribadi atau perseorangan karena lahan tersebut merupakan aset negara,”paparnya.

Kepala BPDAS Wampu Sei Ular Ahmad Syofyan SE, MSi mengemukakan bahwa kawasan tanah timbul ini sangat potensial untuk dijadikan ruang terbuka hijau seperti beberapa kawasan di Sergai yang sebelumnya sudah dihijaukan atas kerja sama dengan Dishutbun. Untuk itu, BPDAS Wampu Sei Ular bersedia memfasilitasi penyediaan bibit dan penanamannya untuk kepentingan orang banyak.

Sementara Kepala BPKH Wilayah I Medan Ir. Lontas Jonner Sirait menjelaskan bahwa seiring berjalannya waktu, ada kawasan bakau yang mungkin hilang atau berkurang luasnya namun ada pula daratan yang bertambah seperti tanah timbul ini sehingga perlu dilakukan review tata ruang untuk penyesuaian kawasan hutan maupun kawasan laut secara berkala.(az/ss-sb)

Lihat Juga

Sholat Idul Adha 1440. H/2019, Lapangan SB3 Kotapinang, Dipadati Ribuan Umat Muslim

Labusel | suarasumut.com  –  Ribuan Ummat islam memadati lapangan SBBBK Kotapinang melaksanakan Sholat sunnah Idul …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.