Pengumuman & Ucapan:
Beranda ›› Foto & Video ›› Bupati Nias Utara Dituding Serobot Tanah Warga

Bupati Nias Utara Dituding Serobot Tanah Warga

NIAS UTARA, suarasumut — Edward Zega dituding telah melakukan penyerobotan terhadap tanah warga. Jumlah tanah yang diserobot Bupati diperkirakan seluas 1760 hektar.

Hal tersebut diungkapkan sejumlah dan tokoh masyarakat Desa Hiligoduhoya, Desa Iraonolase, Kecamatan Lahewa dan Desa Tugala Lauru di Kelurahan Lahewa, Utara, Senin (8/9).

Dimana dalam pertemuan tersebut, Kepala Desa Hiligoduhoya Ibe Ato Lase mengungkapkan jika tanah leluhur marga lase dari Desa Hiligoduhoya, Desa Iraonolase, Kecamatan Lahewa dan Ono Nazara, Desa Tugala Lauru, Kecamatan Lahewa Timur yang berada di Desa Muzoi dan Desa Tefao, Kecamatan Lahewa Timur seluas 1760 hektar telah diserobot Bupati Nias.

Tanah tersebut kemudian dikuasakan Bupati Nias Utara kepada Direktur PT Haura Energi Hijau Tan Kah Hwee untuk dikelola sebagai lahan penanaman tanaman bahan bakar Energi Primer Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Biomas di Nias Utara.

Melalui pertemuan tersebut, mereka akan membuat pernyataan sikap jika mereka marga Lase keturunan Balugu Sihonomanalagu dari Desa Hiligoduhoya dan Desa Iraonolase, Kecamatan Lahewa serta marga Ono Nazara keturunan Balugu Kaubu dan Balugu Larise dari Desa Tugala Lauru adalah pemilik lahan yang diserobot Bupati Nias dan dikuasakan pengelolaannya kepada PT.haura Energi Hijau dengan surat kuasa No:80/283/HK/2014.

Mereka tidak pernah memberikan atau mengalihkan tanah leluhur mereka yang telah menjadi warisan turun temurun kepada Bupati Nias Utara Edward Zega dan mengkuasakan pengelolaannya kepada PT.Haura Energi Hijau, dan meminta Bupati Nias Utara mencabut kembali surat kuasa yang telah diterbitkan.

Kuasa hukum warga tiga desa tersebut Itamari Lase kepada wartawan di tempat yang sama juga menegaskan jika pemerintah daerah Kabupaten Nias Utara tidak memiliki dasar kepemilikan tanah warga seluas 1760 hektar di Desa Muzoi dan Desa Tefao tersebut, dan secara sejarah tanah tersebut adalah milik marga Lase dari Desa Hiligohoya dan Desa Iraonolase serta Ono Nazara dari Desa Tugala Lauru.

Menuurt Itamari Lase, dasar dan bukti kepemilikan tanah tersebut dapat dilihat dari sejarah tanah tersebut dan peninggalan sejarah dari leluhur para warga tersebut serta bukti lainnya. Bahkan, ungkap Itamari Lase, sebelumnya tanah tersebut apabila ingin dikelola oleh seseorang, maka yang ingin mengelola tersebut harus mendapat izin atau persetujuan dari marga Lase yang ada di Desa Hiligoduhoya dan Desa Iraonolase serta marga Ono Nazara yang ada di Desa Tugala Lauru.

Bupati Nias Utara Edward Zega yang dihubungi wartawan melalui pesan singkat mengatakan tidak benar jika pemerintah Kabupaten Nias Utara telah mengambil tanah warisan milik leluhur warga Desa Iraonolase, Desa Hiligoduhoya dan Desa Tugala Lauru, dan jika ada pertanyaan seperti itu, Bupati Nias Utara mengatakan jika Pemda Nias Utara akan segera mencari tahu dan mencari solusi.

Sedangkan mengenai pengelolaan tanah yang dihibahkan kepada Pemda Nias Utara menurut dia sudah sesuai mekanisme, dan Pemda Nias Utara akan memanfaatkannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku dengan dasar tidak lepas dari UUD 45, UUPA, UU nomor 2 tahun 2012 dan beberapa ketentuan lainnya yang terkait.(sp/ss/nu)

Lihat Juga

Troktoar Di Kota Gunungsitoli Dialih Fungsikan

Gunungsitoli | suarasumut.com  –  Bangunan milik pribadi yang mengalih fungsikan troktoar di Kota Gunungsitoli,Sumatera Utara …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.