Beranda ›› Foto & Video ›› Buntut Menghukum Karyawan Wanita, SK Jalani Hukum Adat

Buntut Menghukum Karyawan Wanita, SK Jalani Hukum Adat

Gunungsitoli, suarasumut.com — Buntut kericuhan akibat menghukum karyawan wanitanya berinisial MW (20), Kamis (15/10), SK alias Kadali pemilik toko ponsel Future.Com di Jalan Diponegoroi, Kelurahan Ilir, Kota Gunungsitoli menjalani hukum adat.

Hukum adat Nias yang diterapkan kepada SK alias Kadali, dilaksanakan secara terbuka di halaman kantor Wali Kota Gunungsitoli, Jalan Pancasila, Desa Mudik, Kota Gunungsitoli, Senin (12/10).

Acara hukum ada kepada SK alias Kadali.Pada prosesi hukum adat yang dipandu tokoh adat dari Lembaga Budaya Nias (LBN), SK alias Kadali dihukum membayar uang sejumlah Rp 22.500.000 sebagai pengganti emas dan babi, serta menyediakan 16 bungkus rahang babi (simbi) dan nasi tumpeng.

“Tiga perbuatan yang pantang dilakukan sesuai adat Nias, yaitu mencuri, menganiaya sampai membunuh, dan menyakiti wanita. SK alias Kadali telah menyakiti wanita, dan hukum yang diterapkan sesuai adat Nias adalah dipancung atau dibenam didalam air. Karena sudah diambil kesepakatan, maka hukum yang diterapkan kepada SK alias Kadali ditukar dengan denda,” ungkap Ama Meni Harefa perwakilan dari LBN.

Sesuai penetapan LBN, SK alias Kadali dihukum membayar emas dan babi yang diganti dengan uang sebesar Rp 22,5 juta. Uang tersebut diberikan kepada MW Rp 5 juta, orang tua MW Rp 3 juta, saudara Rp 1,5 juta, kampung Rp 1,5 juta, paman Rp 1,5 juta, kakek Rp 1 juta, saudara laki laki Rp 1 juta, Nenek Rp 1 juta, saudara perempuan Rp 1 juta, pembahasan di kampung Rp 1,5 juta, pengingat Rp 3 juta dan FKPD Rp 1,5 juta.

LBN juga menegaskan, apabila SK alias Kadali kembali mengulang perbuatannya, SK alias Kadali akan dikenakan sanksi adat dua kali lipat dari hukuman yang telah diterapkan.

Sebagai Pelajaran

Mewakili seluruh tokoh, FG Martin Zebua mantan Sekda Kabupaten Nias memberitahu, filosofi kehidupan masyarakat Nias sudah digariskan sejak dulu. Hal tersebut diterapkan, supaya warga Nias memiliki teman, dianggap waras dan memiliki hati nurani.

Menurut dia, hukum adat yang diterapkan kepada SK alias Kadali merupakan sebuah pelajaran ke depan, sehingga tidak dengan mudah melontarkan kata kata yang menyakiti orang Nias.

“Saya mengingatkan pengusaha yang memberikan pekerjaan kepada putra putri Nias yang ada di Kota Gunungsitoli, usaha kalian di Nias ini tidak akan maju jika tidak dibantu pekerja dari putra putri Nias. Pemerintah diminta untuk mengidentifikasi seluruh pekerja yang formal maupun tidak formal di Pulau Nias,” tegas FG Martin Zebua.

Sesuai pantauan wartawan, acara penerapan hukum adat kepada Sk alias Kadali dihadiri Wali Kota Gunungsitoli Drs.Martinus Lase, M.Sp, Wakil Wali Kota Gunungsitoli Drs.Aroni Zendrato, Wakil Bupati Nias Arosokhi waruwu, SH, MH, Kapolres Nias AKBP.Bazawato Zebua, SH, MH, Ketua Pengadilan Negeri Gunungsitoli Khamozaro Waruwu, SH, MH.

Sesuai pernyataan LBN sebelumnya, hukum adat yang diterapkan kepada SK alias Kadali, dilakukan karena SK alias Kadali yang melakukan hukuman terhadap karyawannya MW dengan berdiri di depan toko dan leher terkalungi karton bertuliskan “Saya Pencuri, Nama Saya Mawar”.

Sehingga, akibat perbuatan SK alias Kadali, warga emosi dan melakukan penyerangan terhadap toko ponsel milik SK alias Kadali, sehingga personil Polres Nias dan Kodim 0213/Nias diterjunkan untuk melakukan pengamanan di toko ponsel milik SK alias Kadali.

Mengantisipasi aksi warga, Forum Pimpinan Daerah di Kota Gunungsitoli bersama sejumlah tokoh menggelar rapat di ruang eksekutif, Polres Nias, Kamis (15/10), dan menetapkan SK alias Kadali diganjar hukum adat selain hukum pidana yang saat ini ditangani Polres Nias.(ih/ss/gs)

Lihat Juga

Bupati Nias Ajak Gelar Turnamen Volly Bina Atlet Nias

Nias | suarasumut.com –  Bupati Nias Drs Sokhiatulo Laoli,MM mengajak semua pihak untuk menggelar turnamen …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.