Beranda ›› Foto & Video ›› Berujung Bentrok Di Kantor DPRD Labuhanbatu, Kepala Mahasiswa Bocor Dipukul Oknum Satpol PP

Berujung Bentrok Di Kantor DPRD Labuhanbatu, Kepala Mahasiswa Bocor Dipukul Oknum Satpol PP

Rantauprapat, suarasumut.com – Puluhan pengunjuk rasa mengatasnamakan mahasiswa dan masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat dan Mahasiswa Bersatu (GERAMMB) didepan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Labuhanbatu, Rabu (3/6) awalnya berjalan lancar.

Namun, aksi itu memanas ketika para pengunjuk rasa dihadang puluhan Satuan polisi Pamong Praja yang sedang menjaga ketat Rapat Paripurna pembahasan LKPJ Bupati Labuhanbatu TA 2010-2015.

Para Pengunjuk rasa yang ingin menyampaikan aspirasi kepada anggota DPRD Labuhanbatu agar menolak LKPJ Bupati Labuhanbatu TA 2010-2015 ternyata tidak diizinkan masuk oleh puluhan petugas Satpol PP karena dikhawatirkan menggangu jalannya rapat paripurna, para pengunjuk rasa yang tidak diberikan jalan untuk masuk kedalam halaman kantor DPRD berusaha membuka blokade, sehingga bentrokan antara pengunjuk rasa dengan petugas sat pol pp tidak terhindari.

Dalam bentrokan itu, salah seorang pengunjuk rasa, Nasir Harahap mengalami pendaharan dibagian kepala akibat benturan benda tumpul.

“Bukan binatang kami ya, kenapa kepalaku kamu pukul pakai pentungan hingga berdarah,”teriak Nasir sambil memegangi kepalanya yang mengalami luka.

“Kami disini hanya ingin menyampaikan aspirasi, agar LKPJ Bupati ditolak karena diduga tidak sesuai dengan realisasinya,” teriak Nasir kembali.

Tidak terima salah seorang pengunjuk rasa mengalami luka dibagian kepala, Kordinator aksi S.Simanjuntak pun langsung mengamankan lokasi agar suasana lapangan tidak kembali memanas.

“Hei Satpol PP!, kami hanya ingin menyampaikan aspirasi. Kalau kamu tidak ingin ada korban, buka gerbang kantor dewan ini. Kantor ini kan kantor rakyat, bukan kantor kamu,” ucap Simanjuntak sambil mengajak puluhan pengunjuk rasa menggoyang pagar Kantor DPRD Labuhanbatu yang sudah ditutup rapat.

Setelah satu jam unjuk rasa berjalan, situasi kembali memanas. Ketika para pengunjuk rasa tetap tidak di izinkan masuk. Para pengunjuk rasa langsung memblokade Jalan SM Raja Rantauprapat persis di depan Kantor DPRD Labuhanbatu. Sehingga, kemacetan panjang pun terjadi. Kali ini, para pengunjuk rasa tidur dibadan jalan sehingga kendaraan tidak bisa melintas.

Petugas lalu lintas yang sedang berjaga langsung membubarkan paksa pengunjuk rasa sehingga adu mulut antara pengunjuk rasa dengan petugas lalu lintas tidak terhindari.

“Kalau kamu tidak ingin jalan ini macet, buka gerbang itu. Jangan biarkan kami diluar ini,”teriak para pengunjuk rasa sambil membuka blokade.

Setengah jam kemudian, akhirnya para pengunjuk rasa diizinkan masuk oleh petugas Satpol PP untuk melakukan rapat dengar pendapat antara anggota DPRD Labuhanbatu dengan pengunjuk rasa. Didalam rapat dengar pendapat yang diwakili oleh 7 anggota DPRD Labuhanbatu diantaranya M.Arsad Rangkuti, Burhanuddin, David Siregar dan Muniruddin menyatakan sepakat dengan tuntutan para pengunjuk rasa.

“Terima kasih atas aspirasi yang telah disampaikan. Dan kami sepakat untuk lebih selektif dalam membahas LKPJ Bupati Labuhanbatu akhir jabatan,”ucap Arsad Rangkuti.

Usai Rapat Dengar Pendapat (RDP), para pengunjuk rasa membubarkan diri dan melaporkan oknum petugas Satpol PP yang melakukan pemukulan terhadap para pengunjuk rasa.

“Kami akan visum luka kepala ini. Setelah itu, kami akan laporkan ke Kantor Polisi,”ucap Nasir salah satu pengunjuk rasa yang mengalami luka di bagian kepala saat melakukan unjuk rasa.(ab/ss/rp)

Lihat Juga

PD Gerakan Pemuda Alwashliyah Labusel Dilantik

Labusel | suarasumut.com  –  Pengurus Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Alwashliyah (GPA) Kabupaten Labuhanbatu Selatan dilantik …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.