Beranda ›› Headline ›› BB Takut Hilang, Kajari Rantauprapat Ogah Paparkan Kasus Korupsi Yang Sedang Diselidiki

BB Takut Hilang, Kajari Rantauprapat Ogah Paparkan Kasus Korupsi Yang Sedang Diselidiki

Rantauprapat, suarasumut.com – Berdalih Takut barang Bukti dihilangkan oleh pejabat yang tersandung kasus
korupsi, Kepala Kejaksaan (Kejari) Negeri Rantauprapat Hermon Dekristo tidak mau berikan informasi kasus korupsi yang masih tahap penyelidikan.

“Kasus korupsi yang masih tahap penyelidikan tidak bisa disampaikan. Sebab, jika nanti diketahui pihak-pihak yang sedang diselidiki maka dikhawatirkan ada pengkaburan data, termasuk barang bukti,”terang kajari saat melakukan Pers Gethring kepada media, Rabu (22/7) kemarin.

Meski pihak kejari Rantauprapat melalui kasi Intel telah berulang kali memberikan data kasus korupsi yang sedang diselidiki Tim Pidsus Kejari Rantauprapat untuk di publikasikan ke media. Namun kali ini Kajari Rantauprapat lebih memilih untuk menutupinya.

“Sudah saya katakan tadi, gak bisa diberikan data kasus korupsi yang masih tahap penyelidikan. Kecuali sudah masuk tahap penyidikan,”jawab Kajari ketika didesak wartawan untuk kembali memberikan data kasus korupsi yang sedang masih tahap penyelidikan.

Menanggapi hal itu, Kordinator Aliansi masyarakat Anti Korupsi (ALAMAK) Kabupaten Labuhanbatu Aidil Sahputra sangat menyangkan sikap Kajari yang terkesan menutup-nutupi informasi kepada awak media.

“Sangat disayangkan jika informasi ditutup-tutupi kepada rekan-rekan media. Ingat, akhir tahun 2014 yang lalu saat mereka gencar melakukan pemeriksaan walaupun tahap masih tahap penyelidikan terusnya dikasih datanya untuk dipublikasikan kepada wartawan. Tapi kenapa kali ini gak di berikan lagi informasi. Ada apa? Patut dicurigai,”katanya.

Untuk diketahui, Berdasarkan data yang di Himpun Wartawan, sejak pertengahan tahun 2014 hingga saat ini, Kejari Rantauprapat telah memanggil dan melakukan pemeriksaan terhadap belasan SKPD se Kabupaten Labuhanbatu raya.

Adapun kasus korupsi yang sedang ditangani antara lain, Kabupaten Labusel yakni Kasus korupsi Bansos tahun 2011, Kasus korupsi dana ADD tahun 2013, Kasus korupsi Dinas PU tahun 2013. Sedangkan untuk kabupaten Labuhanbatu kasus korupsi Peroyek pembuatan jalan di PTPN IV unit ajamu tahun 2012, DAK Dinas Pendidikan tahun 2011 dan DAK 2014, pajak Dinas Pasar tahun 2010 hingga tahun 2014, Pengadaan kapal tahun 2011 di diskanla dan Dak tahun 2012 dinas Kehutanan proyek Hutan Manggrove .

Selanjutnya, untuk Kabupaten Labura, kasus perjalanan dinas sekretariat DPRD tahun 2013, kasus pengadaan dan pembangunan taman serta kios dinas pasar Labura tahun 2013, proyek pembuatan jalan dinas PU Bina Marga Labura tahun 2013, Dak 2010 Dinas pendidikan, pengadaan alat kesehatan tahun 2010 di Dinas Kesehatan, perjalanan dinas tahun 2013 di RSUD Labura, Proyek di Dinas Pertanian tahun 2013 dan KPUD Labura tahun 2013.(ab/ss/rp)

Lihat Juga

PD Gerakan Pemuda Alwashliyah Labusel Dilantik

Labusel | suarasumut.com  –  Pengurus Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Alwashliyah (GPA) Kabupaten Labuhanbatu Selatan dilantik …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.