Beranda ›› Foto & Video ›› Baru 1,5 Tahun Sudah Minta Perbaiki, Anggota DPRD : Rehab Harus Gunakan Kayu Klas Satu
Jpeg

Baru 1,5 Tahun Sudah Minta Perbaiki, Anggota DPRD : Rehab Harus Gunakan Kayu Klas Satu

Tapteng | suarasumut.com  –  Masyarakat meminta agar Jembatan Karya Bhakti Kelurahan Aektolang Kecamatan Pandan segera diperbaiki. Pasalnya, jembatan yang fisiknya terbuat dari lantai kayu ini sudah kelihatan hancur yang merupakan penghubung antara Jalan Oswal Siahaan dengan perumahan Tolang Elok Kecamatan Pandan Kabupaten Tapteng Provinsi Sumatera Utara.

Menurut informasi yang dikutip media dari masyarakat di Lingkungan IV ini mengatakan, bahwa jembatan itu selesai dibangun kurang lebih 1,5 tahun silam dan dinilai usianya belum terlalu lama.

“Pada saat itu hanya diganti lantainya saja. Kami menduga lantai bangunan fisiknya hanya menggunakan kayu sembarangan, bukan kayu keras,” kata Z Tambunan (58) warga setempat dilokasi jembatan di Pandan, Rabu (02/10/2016).

Tambunan menjelaskan, akses yang dilalui dari rata-rata para kendaraan ringan ini di taksir ada sebanyak 200 unit setiap hari.

Akibat dari kondisi itu, sejumlah masyarakat dilingkungan ini meminta agar jembatan tersebut di kontrol dan di perbaiki kembali, demi menghindari korban di kemudian harinya.

“Jika tidak diperbaiki jembatan ini kembali, maka di prediksi enam bulan kemudian jembatan ini akan amblas,”sebutnya.

Menanggapi hal tersebut pihak Pemerintah dari Legislatif maupun dalam pengawasan anggota DPRD Tapteng Marthin Unedo Lumban Tobing ST saat di hubungi menjelaskan, bila jembatan itu dibangun pada pembangunan rehabilitasi, tentu bahan yang digunakan harus menggunakan kayu keras, bukan kayu sembarangan.

“Kita harus lihat dulu bentuk rehabilitasi atau pun bentuk spesifikasi bangunan itu, apa saja yang di gantinya. Jika pembangunan itu direhabilitasi tentu pergantian lantai jembatan harus menggunakan kayu klas satu, bukan klas tiga,” terang Marthin.

Dalam keberatan masyarakat, ketika ditanya apakah jembatan tersebut diperkirakan lagi masuk dalam tahap perencanaan pembangunan tahun berikutnya, Ia menilai bahwa jembatan tersebut tidak lagi masuk perencanaan pembangunan jika masa tenggang pembangunannya belum tuntas.

” Tetapi dapat juga di perbaiki kembali bila masyarakat itu bisa mengumpulkan tanda tangan keberatan sebanyak 10 orang atau lebih untuk di antarkan ke DPRD,” jelas Marthin.

Politisi dari partai Demokrat ini meminta terhadap rekanan harus mempertanggung jawabkan untuk memperbaiki kembali jembatan itu walaupun masa perawatan tersebut telah habis. “Diminta pihak rekanan harus memperbaikinya kembali ,” tandas Marthin via selulernya. (ph/ss-tt)

Lihat Juga

Banggar DPRD Dan TPAD Pemkab Labusel Bahas APBD 2020

LABUSEL | suarasumut.com  –  Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) bersama Tim Anggaran …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.