Beranda ›› Foto & Video ›› Balai Wartawan Labuhanbatu Memprihatinkan

Balai Wartawan Labuhanbatu Memprihatinkan

Rantauprapat, suarasumut.com  –  Kondisi balai Wartawan Kabupaten Labuhanbatu yang terletak dibilangan Jalan Gouse Gautama, Kelurahan Ujung Bandar, Kecamatan Rantau Selatan yang dibangun sekira tahun 2005 lalu, kian memprihatinkan.

Memprihatinkan itu, terhitung sejak kepemimpinan H Tigor Panusunan Siregar selaku Bupati priode 2010-2015, balai yang sejatinya dimanfaatkan ‘kuli tinta’ sebagai wadah berkumpul bermusyawarah membahas isu terkini sebagai bahan pemberitaan, ternyata tidak berfungsi sebagaimana semestinya.

Parahnya lagi, kian tahun sarana dan prasarana termasuk gedung yang dibangun diseberang kantor Dinas Kehutanan serta berdampingan dengan kantor DPRD itu pun, mulai memperlihatkan ‘kelesuhannya’.

Akibatnya, wartawan yang memiliki fungsi menyalurkan aspirasi berbagai pihak melalui medianya dengan dasar melihat, merasakan dan mendengar tersebut, tidak menjadikan Balai Wartawan sebagai lokasi merangkai kata demi sebuah pemberitaan.

Misalnya J Gunawan, dia menyadari kekurangan fasilitas di balai itu, sehingga dirinyapun enggan berdiam disana. “Tidak ada fasilitasnya. Kalaupun kita mangkal disitu, gak berguna juga,” akunya, Selasa (13/10).

Selayaknya ujar jurnalis yang menulis dimedia massa terbitan Medan itu, Balai Wartawan memiliki jaringan internet. “Seingat saya, setelah Bupati periode pak HT Milwan sudah tidak ada lagi fasilitas internetnya,” ujarnya.

Padahal tambah J Gunawan, wartawan di Labuhanbatu sangat berperan aktif dalam mempublikasikan kegiatan pemkab, termasuk melakukan kritisi sembari memberikan solusi. Jika melihat apa yang telah dilakukan wartawan, balai yang disediakan tidak sebanding.

Sementara itu, SM Rambe wartawan terbitan Medan yang bertempat tinggal sejak tahun 2006 silam mengatakan instalasi listrik hampir 90 persen telah digantinya, dua unit bak mandi yang setadinya bocor telah dirawatnya, untuk memperindah halaman,bahkan dianyapun telah membeli satu unit mesin babat. Kebutuhan air bersih yang dahulunya bersumber sumur galian, kini telah digantinya dengan sumur bor.

“Seingat saya, sejak enam tahun ini tidak ada bantuan apapun untuk Balai Wartawan. Namun saya tetap merawatnya, apalagi tidak sedikit biaya membangun ini. Jadi, demi menjaga asset dan menghargai kebijakana pemerintah, saya rela merawatnya secara pribadi,” sebutnya.

Jika dibanding dengan kebutuhan Bupati, fasilitas untuk Balai Wartawan sangat bertolakbelakang. Melihat fotocopy Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) organisasi Setdakab tahun 2014, kebutuhan Bupati saat dijabat H Tigor Panusunan Siregar tidak sebanding dengan nasib Balai Wartawan.

Dalam DPA tahun 2014 yang telah dilaksanakan 100 persen itu yakni, pengadaan instalasi jaringan internet kantor bupati Rp35 juta, pengadaan lemari hias ruang kerja bupati Rp20 juta, lemari buku ruang kerja bupati Rp15 juta, lemari pakaian ruang istirahat bupati Rp5 juta.Lemari pakaian (kamar bupati mess Pemda di Medan) Rp9juta, kursi rapat ruang kerja bupati Rp27.500.000, dua unit kursi putar ruang tamu bupati Rp10 juta, 15 unit kursi tamu ruang tamu bupati Rp75 juta, sofa ruang istirahat bupati Rp9 juta.

Selanjutnya, kitchen set ruang ajudan bupati Rp14 juta, buffet ruang rapat bupati Rp10 juta, buffet ruang istirahat bupati Rp5 juta, rak sepatu ruang istirahat bupati Rp1,5 juta dan pengadaan lampu hias kristal Rp75 juta.

Parahnya, organisasi Kejaksaan Negeri Rantauprapat dan Lapas Lobusona juga dibantu, diantaranya Lapas Lobusona mendapat bantuan satu unit CCTV seharga Rp40 juta, notebook seharga Rp8,5 juta dan kamera seharga Rp4,5 juta. Selain itu, Pengadilan Negeri (PN) Rantauprapat mendapat bantuan TV 42” seharga Rp10 juta serta empat unit AC 1PK seharga Rp18 juta.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Rantauprapat menerima tiga unit notebook seharga Rp25.500.000. Seterusnya, Kejari Rantauprapat juga menerima bantuan AC 1PK seharga Rp4,5 juta dan genset seharga Rp197.800.000.

Tidak hanya itu, kondisi Balai Wartawan tidak sebanding dengan Kemenag, MUI, Sub Denpom dan KPU yang masing-masing meneriman bantuan satu unit mobil operasional dengan harga perunitnya Rp250 juta.

Sementara, Kabag Humas dan Infokom Pemkab Labuhanbatu Sugeng, ketika dimintai tanggapannya terkait kondisi Balai Wartawan saat ini belum berhasil ditemui.(ab/ss/rp)

Lihat Juga

PD Gerakan Pemuda Alwashliyah Labusel Dilantik

Labusel | suarasumut.com  –  Pengurus Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Alwashliyah (GPA) Kabupaten Labuhanbatu Selatan dilantik …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.