Beranda ›› Headline ›› Atma Jaya Tumbuh Bersama Bangsa Melalui Tiga Pilar Utama Pembangunan

Atma Jaya Tumbuh Bersama Bangsa Melalui Tiga Pilar Utama Pembangunan

Jakarta, suarasumut.com  –  Kesempatan pendidikan adalah hak semua rakyat Indonesia. Hal ini sesuai dengan pasal 31 ayat (1) dalam UUD 1945, yaitu “Setiap warga Negara berhak mendapat pendidikan”. Semangat inilah yang membawa sekelompok cendikiawan muda Katolik, Ir. JP Cho, Ir. Lo Siang Hien-Ginting, Drs. Goei Tjong Tik, IJ Kasimo, JB Legiman S.H., Drs. FX Seda, Pang Lay Kim, Tan Bian Seng, Anton M Moeliono, St. Munadjat Danusaputro, JE Tan, dan Ben Mang-Reng Say mendirikan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya pada tahun 1960. Kemudian tahun 1970, Presiden Sukarno menghibahkan tanah 3,6 hektar di daerah Semanggi untuk difungsikan sebagai aktivitas perkuliahan.

Kini, setelah 55 tahun mengabdi, Unika Atma Jaya tetap konsisten dan setia terhadap semangat para pendiri untuk berkontribusi dan berpartisipasi aktif pada pembangunan nasional. Secara cermat menemukan kembali visi dan misi Unika, serta strategi jangka panjang untuk menghadapi tren masa kini dan berbagai tantangan. Untuk itu, dalam Lustrum XI dengan mengangkat tema “Bertumbuh Bersama Bangsa” tahun ini, Atma Jaya mengembangkan visi kedepannya melalui tiga pilar utama yang meliputi: Nation Development, Health Development, serta Human Development.

Prof. Dr. Ir. M. M. Lanny W. Pandjaitan, M. T – Rektor Unika Atma Jaya menyatakan “Dalam beberapa tahun ke depan, kami akan membangun tiga pusat pengembangan kampus yaitu yang terletak di Semanggi sebagai Center For Nation Development, di Pluit sebagai Center For Health Development, dan di BSD Tangerang sebagai Center For Human Development. Atma Jaya berkomitmen untuk menjadi universitas yang memiliki keunggulan akademik dan professional selaras dengan karakteristik Universitas Katolik, serta selalu melakukan interaksi antara iman, ilmu dan kebudayaan Indonesia.”

Center For Nation Development, yang terletak di Semanggi sebagai sentra bisnis Jakarta, akan menjadi pusat pengembangan yang berfokus pada sinergi bisnis – pemerintah – masyarakat. Maka, Unika Atma Jaya akan mengembangan beragam kajian yang relevan dengan sinergi tersebut. Kampus ini akan dijadikan tempat untuk pengembangan pusat kajian, lembaga riset, dan studi pascasarjana.

Center For Health Development, berlokasi di Pluit dengan wilayah sebesar 4,2 hektar, berkomitmen menyediakan pendidikan Ilmu Kedokteran yang unggul, berkualitas, dan bereputasi internasional. Selain terdapat kampus Fakultas Kedokteran, juga terdapat Rumah Sakit Atma Jaya. “Disini kami menerapkan metode experiental learning hospital, yaitu menyeimbangkan pelayanan dan pembelajaran di rumah sakit. Selain itu, kami juga memiliki museum anatomy pertama dan terbesar di Indonesia, yang terbuka bagi semua kalangan untuk belajar secara cuma-cuma.

Museum ini didirikan tentu saja sebagai penunjang metode pembelajaran mahasiswa baik dari Unika Atma Jaya sendiri,universitas lainnya, maupun masyarakat umum,” jelas Dr. dr. Soegianto Ali, M. Med. Sc. – Dekan Fakultas Kedokteran Unika Atma Jaya. Tidak hanya itu, kolaborasi aktif antara fakultas dan rumah sakit yang terletak di kota Jakarta bagian utara ini, memfokuskan riset ilmiah pada isu kesehatan perkotaan dan pengabdian masyarakat marjinal perkotaan. “Rumah Sakit Pendidikan Atma Jaya, adalah satu-satunya Rumah Sakit yang mendedikasikan diri sepenuhnya bagi program pemerintah terbaru yaitu BPJS. Sehingga, kami memiliki ruang pelayanan khusus bagi pasien BPJS. Maka, kami sangat mendukung program pemerintah untuk menyejahterakan rakyat melalui pelayanan kesehatan,” ungkap dr. A.M. Lisliyantotot, H.M., MMR – Direktur Umum Rumah Sakit Atma Jaya.

Center For Human Development, merupakan pusat pengembangan yang berfokus pada pembentukan karakter mahasiswa dalam rangka mempersiapkan talenta-talenta muda untuk pengembangan diri mereka ke depan pada berbagai aspek, termasuk kompetisi global dan multikulturalisme. Tempat ini akan menjadi pusat aktivitas bagi seluruh mahasiswa S1 baik akademis maupun non akademis, seperti unit kegiatan mahasiswa. “Kampus ini memiliki luas 20 hektar, dan sekarang menuju peletakan batu pertama yang akan diadakan 1 Juni 2015 bertepatan dengan perayaan Lustrum XI Atma Jaya,” jelas Steve Ginting – Ketua Panitia Lustrum.

Akhirnya, ketiga pusat pengembangan tersebut, didedikasikan dari Atma Jaya bagi bangsa. Hal ini selaras dengan tema perayaan Lustrum ‘Bertumbuh Bersama Bangsa’. “Tema tersebut mengajak segenap sivitas akademika untuk selalu bersyukur, berbagi, dan terus berkontribusi bagi bangsa. Semangat ini terinspirasi dari para pendiri terdahulu yang masih kami hidupi hingga saaat ini,” tutup Steve.(cj/ss/jk)

Lihat Juga

Danramil 09/Sirombu Turut Sukseskan Program KB Manunggal

Nias Barat | suarasumut.com  –  Beberapa tahun belakangan pemerintah melibatkan TNI dalam mensukseskan program KB …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.