Beranda ›› Headline ›› Asmara Terlarang Sekdes Berakhir Dengan Aborsi?

Asmara Terlarang Sekdes Berakhir Dengan Aborsi?

Labuhanbatu, suarasumut.com – Diduga takut ketahuan kehamilannya diluar nikah FA (38) (PNS) Sekretaris Desa Sei Jawi-jawi Kecamatan Panai Hulu Kabupaten Labuhanbatu terpaksa menggugurkan janin yang ada diperutnya yang berumur sekitar 4-5 bulan.

FA janda tiga tahunan ini, menurut keterangan beberapa tokoh masyarakat setempat dalam kesehariannya berprilaku sangat ramah terhadap warga, namun karena kelamaan menjanda alhasil FA yang memiliki satu anak ini masuk dalam perangkap pria “buaya darat” dan melakoni hubungan asmara terlarang yang berakibat hamil.

Menurut penuturan Yusuf Anwar Nst Kepala Desa Sei Jawi jawi kepada suara sumut.com melalui selulernya 22/7 , dirinya merasa terkejut dengan kabar yang menghebohkan masyarakatnya tersebut, yakni FA selaku sekretaris desa nya yang telah PNS itu telah hamil diluar nikah dan melakukan aborsi untuk menutupi aibnya tersebut.

“Saya sangat terkejut saat salah seorang warga mengabarkan kepada saya, kalau FA sekretaris saya telah hamil tanpa menikah, saya telah menanyakan hal tersebut kepada FA pada 15 ramadhan di Kantor Kades , namun FA malah mengancam akan menuntut siapa saja yang akan membesarkan masalah ini, karena dirinya (FA) mengaku telah meminum obat yang dibelinya seharga Rp 300.000 untuk menggugurkan kandungan tersebut, guna menutupi aib yang dilakukannya itu,” terang Kades.

Yusuf juga menambahkan kalau dirinya telah beberapa kali di panggil Kapolsek Panai Tengah/Panai Hulu guna dimintai keterangan terkait masalah ini, bahkan sang kades sendiri diminta Kapolsek Akp.H.Sinambela untuk melaporkan langsung ke Unit PPA Polres Labuhanbatu,agar persoalan ini segera ditindak secara hukum.

Anehnya, Camat Kecamatan Panai Hulu Muslih,SH saat dikonfirmasi suara sumut.com terkait masalah ini melalui selulernya (sms) 22/7 malah meragukan persoalan ini, dia mengirim sms yang berbunyi “siapa yang bilang, apa dah diagnosa, kalo cuma cerita burung tanyak sama burung kalo tak benar dosa dan fitnah hidup ini masih panjang,” isi sms sang Camat.

Yusuf Anwar sendiri mengaku siap memberikan keterangan akan kebenaran kehamilan sang Sekdes kepada pihak berwajib,jika memang dirinya diminta untuk itu, namun untuk mengadukan hal tersebut, dirinya masih pikir-pikir, karena ditakutkan terjadi hal yang tak dinginkan nantinya.

“Kalau untuk memberikan keterangan kepada polisi saya siap, namun untuk melaporkannya saya bukan nya tidak mau, tapi nanti dipikir mereka saya terlalu usil dengan nya (sekdes),”sebut Kades.

Sampai saat ini keberadaan sang Sekdes FA tidak diketahui keberadaannya, informasi yang terendus, dikabarkan kalau sekdes FA lagi mengasingkan diri dan menghindar dari kejaran wartawan.

“Iya pak..selama kejadian itu FA jarang terlihat , sudah sekitar 15 hari tak nampak,entah kemana dia,mungking mengasingkan diri,”sebut salah seorang tetangganya.

Dikabarkan lagi kalau pria yang menghamili FA adalah oknum PNS petinggi di Kecamatan Panai Hulu, namun belum dapat diperoleh pasti siapa oknum tersebut.

Masyarakat serta tokoh agama setempat berharap pihak Penegak Hukum segera menindak tegas FA dan dapat mengungkap persoalan yang dianggap aib di Desa Sei Jawi-Jawi ini yang telah melakukan pembunuhan berencana terhadap janin yang tidak berdosa hasil hubungan asmara terlarang tersebut.(ta/ss/lb)

Lihat Juga

PD Gerakan Pemuda Alwashliyah Labusel Dilantik

Labusel | suarasumut.com  –  Pengurus Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Alwashliyah (GPA) Kabupaten Labuhanbatu Selatan dilantik …

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.